
Pagi ini aku bangun lebih awal, membersihkan rumah, memasak dan mencuci baju, meskipun rasa mual itu masih saja terasa setiap di pagi hari, tapi tak apa, rasa mual dan pusing ini membawa kebahagiaan untukku, karena aku menunggu sang buah hati lahir.
Kehamilanku kini sudah memasuki dua belas minggu. Aku tetap semangat meski terkadang morning sickness sedikit menganggu aktifitasku.
Bulan ini aku mengajukan untuk resign dari tempatku bekerja, aku ingin fokus dengan kehamilanku dan memastikan bahwa aku memberikan yang terbaik untuk anakku nanti. Faza mendukungku, untuk mengisi kekosongan waktu, aku membuka sebuah kafe yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumahku, tujuannya agar aku tidak merasa bosan jika dirumah saja.
Saat aku menyiapkan sarapan, Faza turun dari lantai atas dengan menggunakan kemeja berwarna hitam dan dasi berwarna senada. Dia memang selalu terlihat tampan, apalagi wajahnya dilengkapi dengan cambang yang rapi dan wangi, membuatnya semakin terlihat keren. Ah..suamiku memang selalu bisa membuatku meleleh, batinku.
"Hai sayang" sapa Faza mencium keningku.
"Aku buatin sarapan kesukaan mas nih, sup ayam, tempe goreng dan sambal" kataku sambil memeluk dan mencium pipinya.
Lalu aku dan Faza duduk di meja makan, aku mengambilkan nasi untuknya. Ditengah waktu sarapan, ponselku berdering, aku berdiri dan meraih ponselku yang aku letakkan di meja ruang tv. Tertera nama Helwa di layar ponselku.
Semenjak pertemuanku dengan Helwa saat itu, kami menjadi teman dekat, kami sering menghabiskan waktu untuk bertemu, jalan-jalan, nonton di bioskop bersama, belanja bareng, dan lain sebagainya. Tetapi selama kedekatan ku dengan Helwa, aku sengaja tidak pernah bertemu dengan Fariq. Kalaupun Helwa saat pulang jalan bersamaku dan Fariq menjemputnya, aku selalu menghindar agar tidak pernah bertemu dengan Fariq. Itu yang terbaik menurutku, untuk menjaga perasaan Helwa.
Aku sudah memberi kabar kepada Helwa bahwa aku sedang hamil, dia sangat senang mendapat kabar itu dan berharap anakku dan anaknya akan berteman seperti ibunya jika sudah besar nanti.
"Halo, Helwa" sapaku, aku dapat mendengar suara Helwa yang begitu bersemangat dari seberang telpon.
"Hallllloooo Daisy. Hari ini kita jadi jalan kan? Aku mau cari sepatu niih buat baby, memang siih baru masuk lima bulan tapi aku sudah sangat bersemangat" ucapnya riang.
"Jadi doong, ya sudah nanti kita bertemu langsung di Antero Mall ya, jangan lupa jam sebelas ya" kataku sambil kembali duduk di meja makan.
"Baiklaah, sampai bertemu Daisy, byeee" tutup Helwa.
"Byeee" aku memutus panggilan telpon dan melanjutkan makan.
"Mau jalan dengan Helwa lagi?" tanya Faza.
"Iya, mas. Boleh kan?" jawabku.
"Iya, mas. Aku akan jaga diri baik-baik ya" balasku.
"Ya sudah, aku berangkat kerja dulu ya. Hati-hati dimanapun berada, jika ada apa-apa langsung beri aku kabar ya, sini aku sayang dulu" Faza langsung memelukku saaa aku berdiri dari tempat dudukku, dia mencium keningku, pipi kanan dan kiri, dagu, hidung dan bibirku, aku menyambut bibir Faza dan seketika kami tenggelam dalam ciuman.
Faza melepas ciumannya lalu dia mencium perutku, mencium perut menjadi salah satu rutinitas baru semenjak aku hamil, dia tahu bagaimana cara memperlakukan aku dengan baik dan menjadi merasa spesial.
"Aku berangkat ya sayang" Faza mencium keningku satu kali lagi lalu keluar rumah dan masuk ke dalam mobilnya.
Aku melambaikan tanganku, Faza membuka jendela mobilnya dan melambaikan tangannya, tak lama mobilnya sudah melaju dijalanan. Aku kembali masuk ke dalam rumah dan berusaha menghabiskan makananku, sejujurnya agak sulit untukku menghabiskan makanan tiap kali aku makan, karena rasa mual itu selalu hadir.
Setelah mencuci piring dan membersihkan dapur, aku cepat-cepat menuju kamarku dan pergi mandi.
Aku melihat diriku yang hanya menggunakan bra dan celana di cermin, perutku sudah mulai terlihat, aku sangat senang. Aku benar-benar bersyukur atas kebahagiaanku saat ini, Tuhan sangat sayang kepadaku. Aku melirik ke arah jam yang tergantung di dinding kamarku, jarum jam menunjukkan pukul sepuluh lewat lima menit, aku terkejut, aku harus sudah sampai mall pukul sebelas. Aku bergegas memakai pakaianku dan menggunakan make up.
Pukul sebelas lewat sepuluh menit aku sudah sampai di Antero Mall, sedangkan Helwa sudah sampai dari lima belas menit yang lalu, dia menungguku di salah satu restoran yang terletak di lantai tiga.
Helwa melambaikan tangannya saat melihat aku memasuki restoran dan aku segera menghampirinya. Kami memesan makanan ringan dan jus. Setelah santai makan dan minum kami memutuskan untuk pergi ke tujuan utama.
Kami mengunjungi salah satu toko yang menyiapkan perlengkapan bayi dan anak, aku melihat-lihat beberapa baju bayi yang terlihat sangat lucu-lucu, yaa..akhirnya aku pun ikut membelinya, rencananya aku hanya mengantar Helwa membeli beberapa perlengkapan bayi, tetapi aku tidak bisa menahan godaan pakaian bayi yang sangat menggemaskan.
Saat aku berkeliling tanpa sengaja aku menabrak seseorang, sontak aku meminta maaf.
"Daisy?" sapa seorang wanita yang kutabrak tadi.
"Bintang?" balasku.
Aku terkejut bertemu dengan Bintang di toko perlengkapan bayi dan anak, untuk apa dia kemari?