
Setelah pengakuan Faza bahwa dia tidak mencintaiku, aku masih tetap melayani Faza sebaik mungkin, tetap menyiapkan sarapan, makan siang dan makan malam, tetap menyiapkan baju kerja nya dan tugas lainnya.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, sudah memasuki bulan ke delapan pernikahan kami, itu berarti empat bulan yang lalu Faza mengungkapkan bahwa dia tidak mencintaiku, setelah mengetahui itu aku tidak pernah membahas apapun lagi dengannya, aku pasrah, aku tidak tahu harus melakukan apa, aku hanya berusaha melakukan yang terbaik untuknya, menjalankan kewajibanku sebagai istri meskipun aku tidak mendapatkan hak-hak ku sebagai istri.
Malam ini Faza pulang lebih cepat, dia sedang duduk santai didepan tv, aku menyiapkan makan malam, aku membuat menu baru yang kulihat dari youtube.
Faza tiba-tiba mendekat padaku, dia melingkarkan tangannya dibagian perutku, wajahnya bertumpu pada bahuku.
"Masak apa?" tanya nya.
"Hmm masak rendang, tempe goreng, sambal, itu saja yaa menu hari ini, aku coba resep baru" kataku, jantungku berdetak lebih cepat mendengar suara Faza yang begitu dekat ditelingaku, bahkan aku bisa merasakan nafasnya dileherku.
"Ya udah aku ke ruang tv lagi ya" katanya sembari mencium leherku lembut.
Faza berlalu begitu saja, apakah dia tidak tahu aku hampir tidak bisa bernafas karena menahan jantungku berdebar sangat kencang. Aku berusaha tenang dan fokus.
Aku dan Faza menyantap makan malam kami, rendang yang kubuat terasa enak, tetapi tidak ada pujian satu patah pun keluar dari mulut Faza. Memang setiap kali aku masak, dia belum pernah memuji masakanku, barang satu kalipun.
"Mas, rasanya enak engga?" tanyaku.
"Ya biasa aja, masih bisa dimakan kok" jawabnya datar.
"Ya enak atau engga?" kataku memaksa.
"Biasa aja" jawabnya dingin sambil menyuap suapan terakhir.
"Loh aku jawab apa adanya" kata Faza datar.
"Terserah deh, mas" kataku kesal lalu membereskan piring-piring kotor dan kembali ke dapur.
Apa-apaan coba, tadi aja peluk-peluk belakang, bikin orang jadi deg-degan, sekarang sikapnya dingin lagi, terus engga mau banget sih puji istri, masakannya enak atau apa gitu, kesel banget aku, omelku.
\*
Aku berjalan-jalan menyusuri salah satu mall, hari ini hari libur, aku memutuskan untuk menghabiskan waktu untuk menonton film dan makan enak sepuasnya diluar, aku sengaja tidak mengajak Faza, lagipula dia selalu pergi keluar rumah setiap weekend.
Saat menyusuri toko-toko yang terletak rapi didalam mall, aku berhenti disalah satu tempat menjual berbagai macam minuman teh, tempat ini memiliki kenangan yang sangat kental untuk diriku, tempat ini lah pertama kali aku bertemu dengan Fariq.
Aku memutuskan untuk masuk kedalam dan membeli matcha latte kesukaanku. Setelah membayar dan pesanannya sudah ada ditanganku, aku berbalik badan dan byuuurrrr...aku menabrak seseorang dan matcha latte ku sudah menyiram tubuh orang itu, aku panik, aku langsung mengambil tisu yang terletak dekat denganku, aku langsung membersihkan baju orang tersebut.
"Maaf maaf, aku tidak sengaja" kataku sambil berusaha membersihkan sisa matcha latte yanga da dibajunya.
"Daisy?" panggil orang itu.
Aku mendongakkan kepalaku dan seketika mataku terbelalak siapa yang ada didepanku sekarang, seseorang yang bajunya baru saja aku siram dengan matcha latte.