The Soldier's Eyes

The Soldier's Eyes
Kepulangan ke kota Shihua



Chapter 53


Para penjaga yang berada di atas benteng kini tengah memperhatikan keadaan di luar bentengnya. Ia kini melihat ada segerombolan pasukan yang datang dan mendekat ke arah bentengnya. Ia pun menajamkan pengliihatannya untuk mencari identitasnya, tak lama ia melihat bendera kerajaan Ming yang terangkat bersamaan dengan beberapa bendera Jendral.


“Jendral Shin dan Jendral Yong beserta pasukannya sudah ada!” teriak penjaga di atas benteng.


Segera semua warga berbaris di pinggir jalan supaya tidak menghalangi jalan untuk kedua Jendral dan pasukannya.


Para pejabat militer kini telah menunggu di depan Istana kerajaan, dimana disana terdapat lapangan yang luas.


Sesampainya Shin dan yang lainnya di depan gerbang, mereka sudah disambut oleh beberapa penjaga.


“Selamat atas kemenangannya Jendral, Anda di minta untuk langsung ke lapangan Istana!” ucap penjaga.


Shin yang mendengar itu hanya tersenyum menandakan bahwa ia menerima sambutan dan laporannya. Shin dan yang lainnya bergegas masuk ke dalam kota.


Pemandangan yang sudah biasa dilihat oleh Shin kini kembali dilihatnya kembali, para warga yang bersorak sorai atas kembalinya pasukan dan kemenangannya. Shin membalas dengan senyuman dan anggukan saja.


Di sepanjang jalan menemui kegiatan yang sama yang dilakukan oleh para warga. Pasalnya mereka sangat bangga dan senang dengan keberhasilan peperangan yang para Jendral berhasil menangkan.


Shin yang kini tengah berada di depan kamp militer meminta sebagian pasukan untuk beristirahat disana saja karena ia tahu bahwa lapangan Istana tidak akan bisa menampung semuanya. Shin hanya membawa beberapa kapten dan 50 pasukan utamanya saja. Jendal Yong juga melakukan hal yang sama, berbeda dengan pasukan dari ketiga Jendral yang Jendralnya sudah mati. Shin memberikan saran agar para kaptennya saja yang ikut ke lapangan Istana.


Setelah memberikan arahan, Shin melanjutkan lagi perjalannnya ke lapangan istana yang berjarak sekitar 350 meter saja dari kamp militer.


Tak membutuhkan waktu lama bagi Shin beserta rombongannya yang akan ikut ke lapangan Istana, mereka kini sudah berada di gerbang Istana kerajaan. Penjaga yang sadar akan kehadiran para Jendral langsung membukakan gerbangnya.


Shin dan rombongannya masuk membawa Raja dan keluarganya kerajaan Yan, kini mereka mendapati sambutan yang terbilang tidak biasa karena disana terdapat Yang Mulia Raja langsung yang menyambut. Shin pun segera mempercepat langkahnya karena tidak mau membuat Rajanya menunggu.


“Selamat atas kemenangannya Jendral.” Ucap para pejabat sembari tersenyum.


Shin dan yang lainnya hanya tersenyum dan mengangguk sembari melanjutkan langkahnya. Ia tidak berniat berhenti dan menerima ucapan selamat dengan lebih sopan karena menurutnya Raja yang sedang menunggu di depannya tidak boleh di buat menunggu.


Shin dan yang lainnya pun segera berbaris dengan rapi di depan Raja dan Ketua kamp militer.


“Selamat atas kemenangannya Jendral Jendralku yang hebat dan berani. Aku sungguh berduka atas kematian 3 Jendral lainnya, tapi karena peperangan itu adalah hal wajar.” Ucap sang Raja.


Setelah ucapan itu, semua nya berjalan lancar. Mulai dari pengeksekusian Raja kerajaan Yan dan keluarganya serta penghormatan untuk para Jendral yang telah gugur.


Untuk acara pemberian penghormatan para Jendral yang berhasil selamat, Raja akan mengadakan pesta khusus karena Raja akan memberikan beberapa informasi lebih lanjut lagi. Acara khusus itu akan diselengerakan seminggu dari sekarang.


Setelah itu, Shin dan pasukannya bubar karena sudah tidak ada urusan lagi. Ketua kamp militer juga tidak memberikan perintah lebih lanjut, ketua menyuruh agar semuanya bertemu keluarga lebih dulu dan seminggu kemudian akan bertemu di Istana.


Shin yang sudah bubar pun segera menjemput pasukannya yang berada di kamp militer agar bisa melanjutkan perjalanan pulang ke kota Shihua. Pasukannya yang sudah siap pun membuat Shin tidak perlu memberikan arahan lagi, Shin langsung berjalan menuju gerbang kota yang diikuti pasukannya.


.


.


4 jam kemudian, tepat ketika siang hari. Shin dan pasukan sudah bisa melihat benteng kota Shihua. Shin segera mempercepat kudanya agar bisa segera bertemu keluarganya.


Para penjaga benteng yang melihat bendera pasukan milik Jendral segera berteriak agar para warga atau pengunjung tidak menghalangi jalan di depan gerbang.


“Jendral sudah kembali, jangan ditengah jalan. Bukakan jalan untuk Jendral dan pasukannya!” teriak penjaga yang berada di atas.


Segera para warga dan pengunjung yang berada di depan gerbang minggir untuk membukakan jalan, teriakan tadi juga sampai kedalam kota yang membuat para warga lainnya berhenti beraktivitas dan membukakan jalan juga, waalaupun Shin dan pasukannya masih diluar.


10 menit kemudian, Shin sampai di depan kediamannya. Disana terdapat beberapa orang yang sudah menunggunya. Shin pun tau bahwa itu keluarganya, ia pun memasang senyuman yang lebar karena keluuarganya sudah menyambut.


“Selamat datang kembali Sayang.” Ucap Hua.


“Selamat datang kembali Anakku.” Ucap kedua orang tuanya.


“Selamat datang kembali Kakak.” Ucap Yue.


“Selamat datang kembali Tuan.” Ucap para pelayan.


Shin yang mendengar itu pun hatinya terasa hangat dan membalas mereka dengan senyuman dan anggukan.


“Iya aku sudah kembali dengan selamat juga kemenangan.” Ucap Shin.


Huang dan Duan yang berada di belakangnya segera memerintahkan pasukan untuk beristirahat dan jika sudah puas istirahatnya, mereka di beri hari libur 2 hari untuk bertemu keluarganya.


Huang dan Duan pun turun dari kudanya mendahului Shin. Shin juga langsung turun untuk segera memeluk istrinya.


Kehangatan keluarga yang Shin dapatkan membuatnya merasakan ketenangan yang sangat ia rindukan ketika berada di medan perang.


“Baiklah. Kalian pasti cape, mari masuk dulu!” ucap ayah Fei yang lebih peka.


Mereka pun akhirnya masuk dan menuju ke ruang utama untuk mendengar cerita dari Shin.


Berbeda dengan para pelayan yang langsung terburu buru memasak untuk menyiapkan hidangan agar Jendral dan yang lainnya bisa makan siang.


Para pelayan menyiapkan hidangan yang mewah untuk Jendral dan kedua adiknya karena mereka tahu bahwa Jendral dan kedua adiknya tidak makan sehat dan teratur ketika di medan perang.


Shin dan keluarganya yang berada di ruang utama pun menceritakan sedikit keadaan medan perangnya. Shin tidak langsung menceritakan lebih detail karena dirinya ingin membersihkan badannya terlebih dulu.


Kepergian Shin untuk membersihkan diri diikuti oleh kedua adiknya yang ingin membersihkan diri juga.


25 menit kemudian


Shin yang sudah selesai membersihkan diri kini telah memakai pakaian biasa namun rapi, ia segera berjalan ke ruang utama. Disana Huang dan Duan serta yang lainnya sudah menunggu, Shin merasa bahwa dirinya terlalu lama membersihkan diri.


...****************...


***Pertama tama saya ucapkan terima kasih kepada para pembaca yang rela meluangkan waktunya untuk membaca cerita saya, juga memberikan komen dan likenya.


Disini saya dalam keadaan yang kurang baik karena laptop yang saya gunakan mulai error dan file yang di dalamnya terdapat isi cerita ini hingga beberapa puluh chapter hilang.


Laptop saya juga mengalami kerusakan, ketika saya mengetik laptopnya tiba tiba mati. Untuk pengetikan di handphone saya tidak akan melakukannya karena nanti nya akan banyak sekali kesalahan.


Maka dari itu saya ucapkan maaf karena untuk beberapa hari kedepan saya tidak akan up dulu karena akan memperbaiki dulu laptop yang rusak ini.


Saya juga merasa sangat bersalah karena tidak mengupdate semua cerita yang saya tulis, alhasil saya harus mengulang lagi dari awal karena filenya hilang.


Doakan semoga semuanya berjalan lancar dan cepat terselesaikan perbaikan laptopnya.


Terima kasih***.