The Soldier's Eyes

The Soldier's Eyes
Rencana besar



Chapter 27


Percakapan dan informasi dari ketua itu membuat para Jendral kaget termasuk Shin, merekatidak menyangka bahwa Yang Mulia mempunyai rencana besar.


“Jadi untuk penyerangan ke kerajaan Yan akan dilancarkan dalam 1 bulan lagi, kalian persiapkan para pasukan kalian. Untuk para


Jendral yang dekat dengan perbatasan kerajaan Yan, kalian bisa menyerang terlebih dahulu untuk memberikan serangan pembuka!”


“Baik ketua.”


“Kalau begitu aku tunggu 1 bulan lagi laporan dari kalian. Setelah laporan diterima dan aku membalasnya habisi kerajaan Yan!”


Mereka pun bubar termasuk Shin, Shin sekarang berada dalam perjalanan ditengah kota. Dia berniat untuk membelikan bajuu untuk Yue karena pakaiannya kurang layak.


“Kamu lapar Yue?”


“Iya kakak, tapi tidak apa apa. Aku juga jarang makan jadi sudah terbiasa.”


Mendengar itu Shin tersenyum tapi dalam hatinya sedih, tak berselang lama muncul suara perut yang keroncongan. Itu tidak lain dari perut Yue.


“Haha kakak tau kamu lapar, kita beli makan dulu lalu membeli baju untukmu ya?”


Yue hanya mengangguk saja.


Mereka kini menemukan sebuah rumah makan dan segera memesan 2 makananan. Tak lama setelah pesanan datang mereka mulai menyantap makanannya. Shin memanggil pelayan.


“Pelayan?”


“Ada apa Tuan?”


“Bisa minta tolong belikan beberapa set pakaian untuk gadis ini?”


“Tentu Tuan.”


Shin memberikan uang berjumlah 300 coin emas pada pelayan itu.


“Tuan ini kebanyakan, harga baju hanya sekitar 50 coin emas.”


“Belikan 4 baju saja sisanya untukmu.”


“Terima kasih Tuan.”


Pelayan itu segera pergi untuk melakukan perintah nya dan Shin mulai melanjutkan menyantap makanannya. 20 menit kemudian makanan sudah habis dan pelayan itu sudah datang.


“Tolong antar dia untuk membersihkan tubuhnya dan gantikan dia dengan baju yang kau beli!”


“Baik Tuan.”


Shin menunggu di meja makan itu, tak lama berselang sekitar 15 menitan seorang gadis kecil yang sangat cantik yang mempunyai rambut putih serta kulitnya yang putih dibalut dengan pakaian berwarna biru cerah layaknya putri salju keluar dari kamar mandi menuju meja makan yang sedang diduduki Shin. Shin melongo karena tidak percaya bahwa gadis kecil yang tidak lain sekarang menjadi adiknya sangat cantik, dia berpikir bahwa Yue memang cantik tapi tidak menyangka akan secantik ini ketika sudah mandi dan berpakaian bagus.


“Kakak aku sudah selesai.”


“Baiklah, sekarang Yue sangat cantik. Kita pulang oke?”


“Hmmm.”


Shin membayar makanannya dan segera keluar dari rumah makan itu dan segera menaiki kuda.


Diperjalanan ditengah kota, Shin dilirik banyak orang karena mereka melihat seorang gadis kecil yang cantik dan seorang pria muda yang gagah dan tampan. Shin tidak risih dengan perhatian mereka karena dia tau ini karena Yue.


Sesampainya digerbang, Shin disambut prajurit penjag gerbang tadi sambil membungkukan badannya diikuti dengan barisan yang sedang menganti mereka hanya mengikuti prajurit itu saja karena pikirnya dia seorang yang penting. Shin pun melanjutkan perjalanan pulangnya.


“Kenapa kau membungkuk prajurit?”


“Dia adalah Jendral muda.”


“HAH? Yang sedang ramai itu?”


“Iyaa, dia mempunyai sifat baik dan ramah jadi aku menghormatinya.”


Seketika barisan itu mulai aktif lagi karena bahasan sudah selesai dan Shin juga sudah jauh dari gerbang kota. Shin terus saja melaju dengan kudanya ditemani Yue kecil yang duduk didepannya. Dia bercerita kepada Yue dan Yue juga sama menceritakan kisahnya.


“Nanti ketika sampai rumah, kamu mempunyai 2 kakak laki laki. Dan kamu akan berkenalan dengan istri kakak, apa siap?”


“Siap kakak.”


“Istri kakak juga sedang mengandung anak sekarang, jadi nanti kamu punya adik kecil yang harus kamu rawat.”


Perjalanan pun terus berlanjut, matahari sudah mulai terbenam tapi Shin tidak menghentikan kudanya karena dia sudah dekat dengan kotanya. Dia juga ingin segera merebahkan tubuhnya karena lelah nya perjalanan.



Sesampainya di kediaman, Shin langsung masuk karena didepan sudah sepi. Mungkin mereka sudah tidur karena sudah terlalu malam pikir Shin. Shin langsung masuk dan sedang ditunggu oleh istrinya dan mereka berdua yang tidak lain Huang dan Duan di ruang utama.


“Aku pulang.”


“Selamat datang sayang.”


“Selamat datang kakak.”


Mereka seketika terkejut karena Shin membawa seorang gadis kecil yang sangat cantik.


“Itu siapa sayang?”


“Iya kak siapa gadis kecil itu?”


“Dia akan menjadi adik kalian nanti, aku menolongnya karena dia mau diperkosa oleh para pemuda ditengah hutan. Dia tidak memiliki orang tua jadi aku menolongnya dan membawanya kesini.”


“Jaga adik kalian kedepannya!”


“Baik kak.”


Seketika Shin menceritakan semua yang terjadi hari ini dan menceritakan kejadian Yue. Mereka yang mendengarnya terharu apalagi Hua yang sampai menangis karena sedih.


“Kesini Yue kecil!”ucap Hua terisak.


Yue menghampirinya dan langsung dipeluk oleh Hua. Hua memeluknya sambil menangis, Yue yang dipeluk dengan penuh kasih sayang dan kehangatan itu mulai menangis karena tidak pernah merasakan kehangatan dan kasih sayang seperti ini.


“Kamu sekarang akan jadi keluarga kita, kamu menjadi adik kakak.”


“Hmmm.”


“Kakak, apa kakak sedang mengandung bayi kakakku?”


“Hmm, nanti kamu bisa bermain dengannya dan merawatnya ketika dia sudah dilahir oke?”


“Hmm pasti kakak.”


Shin yang melihat itu senang karena dia juga mengetahui sifat sifat Yue, dia juga berniat menyekolahkan Yue tapi sayang dikotanya belum ada sekolah dan tidak ada orang yang berpendidikan. Mereka semua berada diibukota. Shin berpikir untuk mengirimnya kesana tapi melihat kejadian yang terjadi tadi dia mengurungkan niatnya, dia akan meminta istrinya untuk mengajarkan apa yang dia punya pada adiknya.


Malam pun penuh cerita di ruang utama, Shiin juga sebelumnya sudah memanggil pelayan untuk menyiapkan 1 kamar kosong untuk adiknya itu. Malam yang penuh cerita itu ditutup dengan Hua yang mulai mengantuk karena kemalaman. Shin dan Hua kembali kekamar bersamaan dengan mereka bertiga yang kekamar, hanya saja Yue diantar oleh pelayan untuk kekamarnya. Para pelayan yang melihat kebaikan Tuannya itu dia tidak percaya bahwa Tuannya sangat murah hati sampai sampai menolong orang yang tidak dikenal.


Padahal dia juga bernasib sama ditolong oleh Shin, dia lupa karena saking bahagianya menikmati kehidupannya yang baru. Seketika Yue sampai di kamarnya, dan pelayannya hendak pergi namun ditahan oleh Yue.


“Kakak, apakah kakakku memang baik?”


“Tentu, Tuan sangat baik pada kami. Dan ada lebih dari 1 sepertiku yang ditolong oleh kakakmu ketika kami menjadi budak.”


“Ohiya jangan panggil aku kakak, panggil aku pelayan saja!”


“Tidakk tidak, kakak merupakan pelayan kakakku. Aku juga ditolong oleh kakakku jadi aku akan memanggil kamu kakak saja, aku tidak enak pada kakak.”


“Baiklah, tapi jika didepan Tuan dan Nyonya serta Kakak Duan dan Huang panggil kakak pelayan saja ya? Kakak tidak mau kena marah.”


“Baik kakak.”


“Kalau begitu kamu tidurlah yang nyenyak, besok bangun pagi dan sarapan.”


**Untuk para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur, mohon berikan sarannya dikolom komentar dan jika suka dengan cerita tolong di like, vote dan tekan tombol favorit supaya ketika saya update kalian tidak ketinggalan.


Saya meminta sarannya dikomen supaya saya bisa mengoreksi karya saya. Saya meminta like dan vote supaya saya tambah semangat dalam melanjutkan ceritanya.


Saya tidak bermaksud memaksa, hanya saja saya masih pemula yang masih memerlukan dukungan penuh kalian dalam memperbaiki diri.


Semoga para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur ini menikmati karya saya.


Maaf bila banyak kesalahan, nanti akan saya betulkan supaya enak dibaca lagi. Terima kasih juga buat kalian yang sudah mendukung karya saya.


Salam hormat.


-cain**-