The Soldier's Eyes

The Soldier's Eyes
Yang Mulia Raja



Chapter 19


Malam hari itu pun seperti biasa, Shin melakukan hal rutin dengan istrinya supaya cepat mendapatkan keturunan. Prajurit mulai terbiasa dengan pelatihan mereka, para budak yang dibeli juga kinerja nya cukup baik padahal hanya dijelaskan 1 kali.


Keesokan paginya, Shin yang akan berangkat pun ditahan oleh Hua. Menurut Hua, Shin bekerja terlalu keras padahal dia bisa meminta anak buahnya untuk mencarikannya. Shin yang mendengar itu baru tersadar dan kepikiran bahwa dia tidak sendiri. Segerlah Shin memanggil Lu Mei dan Ling Chu karena menurutnya mereka pintar dan teliti serta dapat dipercaya.


Setelah kedatangan mereka berdua, Shin menjelaskan tugas untuk mereka kerjakan. Mereka yang pintar langsung mengerti maksud Shin dan langsung pergi.


“Kamu ini jangan terlalu keras pada dirimu sendiri, aku khawatir.”


“Iyaa iyaa maaf sayang.”balasnya


“Ohiya, kita belum memberi kabar pada orang tua. Segera kirim surat!”


Mereka berdua pun kembali kekamar dan segera menulis surat dan segera mengirimkannya dengan memerintahkan Huang.


1 bulan kemudian


Kediaman Shin terasa hangat karena akhirnya Hua sedang mengandung. Setiap hari, entah itu pagi, siang,sore dan malam mereka terus bekerja keras untuk menghasilkan karya yang sekarang berada dalam kandungan Hua.


Mereka segera mengirimkan kabar pada orang tuanya supaya datang berkunjung dan merayakannya.


Pedang dan dagger yang dipesan sudah sampai 2 minggu yang lalu, dia pun terpesona keindahannya. Dia sangat puas dengan hasil penempa yang berada diibukota itu. Shin juga sudah pernah memakainya disaat latihan.


Lokasi strategis yang Shin butuhkan sudah ada dan sekarang sedang dalam tahap renovasi. Shin akhirnya membeli bangunan bekas sebuah penginapan besar yang bangkrut karena terlalu mahal nya biaya penginapan.


Keberuntungannya tak berhenti disitu, penginapannya berlantai 2 dan itu cocok untuk tempat pelelalangan. Biaya yang dikeluarkan untuk membelinya juga murah disebabkan pemiliknya sangat membutuhkan uang.


Hari hari terus bergulir seperti biasanya, prajurit prajurit juga sudah terlihat perkembangannya. Kadang kadang Shin juga memantau pelatihannya tak lupa dia juga melakukan latihan bersama supaya membangun kekompakan dan keakraban bersama prajuritnya. Shin ingin membuat mereka menjadi pasukan yang solid.


Shin juga memberikan set pelatihan pernafasan yang ia pelajari pada Huang dan Duan. Karena dia orang kepercayaannya. Shin tidak berani memberikan set pernafasan pada prajuritnya karna takut disangka akan memberontak.


Disaat hari hari tenang, ada seseorang berlari ke arah kediaman Shin dengan terburu buru. Dia menyampaikan pesan bahwa raja akan berulang tahun dan mengundang semua Jendralnya.


“Sepertinya aku harus hadir.”ucapnya setelah menerima laporan itu.


“Aku ikut.”ucap Hua dengan manja.


“Ya baik.”


Mereka pun segera bersiap karena perayaan ulang tahunnya akan diadakan malam hari. Penyampaian pesan yang sangat mendadak membuat Shin merasa jijik. Tapi mau bagaimana lagi, raja adalah raja itu keputusannya jadi bebas.


Shin menggunakan set pakaian berwarna hitam cerah dengan motif motif naga berwarana emas, sedangkan Hua memakai dress warna putih cerah polos. Mereka seperti yin yang jika dilihat lihat. Shin segera keluar didampingi Hua.


“Huang, Duan, dan kalian semua jaga rumah! Sepertinya aku tidak akan pulang malam ini.”ucap Shin.


“Baik.”


“Hati hati dijalan kak.”ucap Duan dan Huang yang menganggap Shin sebagai kakaknya, Shin juga menganggapnya adik.


Shin dan Hua pun menaiki kereta kuda khusus yang disiapkan dan dibuat atas pesanan Shin. Membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk sampai ke ibukota karena jarak yang cukup jauh. Tapi untuk mereka berdua itu adalah hal yang sangat mereka butuhkan, waktu berdua dan tertutup.


Jam 6 sore Shin dan Hua tiba diibukota dan langsung menuju istana kerajaan. Ibukota sedang ramai karena perayaan ulang tahun yang mulia raja. Kereta kuda dimana mana, banyak orang orang yang belum pernah Shin lihat. Shin juga harus menjaga istrinya dari lakilaki yang tak benar nantinya.


Sampainya di depan istana, Shin dan Hua turun dari kereta dan menuju kedalam. Baru saja mereka akan masuk tapi tiba tiba:


“Akhirnya aku bertemu denganmu lagi setelah sekian lama tidak bertemu.”


Shin yang mendengar suara itu merasa familiar. Dia adalah Lin Feng yang dihajar olehnya karena melecehkan Hua dulu.


“Ada keperluan apa kalian kemari?”


Lin Feng yang tidak tahu bahwa Shin adalah Jendral pun terus memprovokasinya. Lin Feng hanya mendengar bahwa kerajaan mempunyai Jendral yang sangat muda dan baru diangkat baru baru ini.


“Tentu saja aku diundang.”jawab Shin ketus.


“Memang kau siapa?”


“Nanti kau akan tau.”


Mereka pun meninggalkan Lin Feng didepan pintu masuk dan melangkah menjauh menuju kedalam. Shin juga tak lupa membawa hadiah untuk ulang tahun Raja, dia memberikan sebuah lukisan kuno yang dia beli menggunakan kemampuan matanya untuk memastikan keasliannya.


“Selamat datang para tamu. Sebelum raja memulai acaranya, Raja mempunyai permintaan khusus. Dia ingin bertemu dengan seorang pria muda yang baru baru ini terus memberikan kontribusi luar biasa bagi militer. Isu pun mengatakan bahwa dia sudah diangkat menjadi Jendral atas kesepakatan para petinggi.”


“Raja ingin mengucapkan beberapa patah kata untuk pria muda itu, jadi aku akan memanggilnya. Sekaligus pengangkatan resmi nya yang akan dilakukan oleh Raja sendiri supaya akui oleh seluruh kerajaan.”


“Untuk prajurit muda yang sekarang sudah dinaikan jabatannya menjadi Jendral paling muda dikerajaan kita, dipersilahkan maju untuk menemui Yang Mulia Raja!”


Suasana didalam istana menjadi hening, mereka tak sabar melihat Jendral muda itu, Shin yang mendengar itu bingung harus apa.


“Ahh, apakah dia belum datang?”


“Tunggu tunggu, dia sudah datang.”Ucap Jendral Fei dengan bangganya.


Jendral Fei pun menghampiri Shin dan menarik lengannya untuk segera maju kedepan untuk penerimaan jabatan resminya yang akan diakui oleh kerajaan dan dikenal kerajaan lain. Karena takut membuat malu, Shin pun memberanikan diri dan mulai maju sendiri.


Suasana yang asalnya sangat hening kini dipenuhi sorakan, ada juga cibiran cibiran.


“Shin menghadap Yang Mulia Raja”


Raja pun bangkit dari duduknya dan turun menghampiri Shin yang sedang membungkukan badannya.


“Bangunlah Jendralku!”ucap Raja.


“Benar benar sangat muda dan tampan, ditambah berbakat.”ucap Raja.


“Baiklah, Shin mulai sekarang kau resmi menjadi Jendral kerajaan dan akan diketahui oleh seluruh kerajaan termasuk kerajaan lain.”


“Terimalah ini sebagai simbolis sang Jendral.” Memberikan bros bergambar pedang dengan warna hitam legam serta pisau kecil berwarna hitam.


“Terima kasih Yang Mulia. Akan kujaga harta ini sebagaimana saya menjaga nyawa saya.”


“Baiklah, mengabdilah pada kerajaanmu dan jangan kecewakan rajamu!”ucap Raja mengingatkan.


“T-tentu Yang Mulia.”


Raja pun membalikkan badannya dan menaiki tangga lagi menuju kursi takhtanya. Shin belum beranjak pergi dari tempatnya karena menunggu Yang Mulia Raja duduk terlebih dahulu.


Untuk para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur, mohon berikan sarannya dikolom komentar dan jika suka dengan cerita tolong di like, vote dan tekan tombol favorit supaya ketika saya update kalian tidak ketinggalan.


Saya meminta sarannya dikomen supaya saya bisa mengoreksi karya saya. Saya meminta like dan vote supaya saya tambah semangat dalam melanjutkan ceritanya.


Saya tidak bermaksud memaksa, hanya saja saya masih pemula yang masih memerlukan dukungan penuh kalian dalam memperbaiki diri.


Semoga para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur ini menikmati karya saya.


Maaf bila banyak kesalahan, nanti akan saya betulkan supaya enak dibaca lagi. Terima kasih juga buat kalian yang sudah mendukung karya saya.


Salam hormat.


-cain-