The Soldier's Eyes

The Soldier's Eyes
Gadis kecil yang malang



Chapter 25


Seminggu setelah peperangan itu berakhir, Shin kini tengah mempersiapkan tentang pembangunan rumahnya yang akan diperluas.


Shin telah menerima hadiah dari pihak pusat, dia menerima hadiah sejumlah uang yang sangat banyak. Jumlah yang benar benar diharapkan Shin, itu uang berjumlah 75.000 coin emas. Kini kurang lebih uang Shin sudah mencapai 100.000 coin emas kurang lebih ditambah dengan uang sisanya. Shin juga diberi hadiah penambahan pasukan oleh pihak pusat yang berjumlah sangat banyak.


“Pantas saja memberikan aku uang banyak, ternyata mereka juga memberikanku pasukan yang sangat banyak juga.”


“Ini pengeluaranku akan bertambah lagi.”umpat Shin yang kesal.


Jumlah pasukan yang diterima Shin sebagai hadiah dari pihak pusat yaitu 15 ribu pasukan, kini pasukan Shin sudah berjumlah 25 ribu. Itu ukuran yang sangat besar untuk seorang Jendral muda seperti Shin tapi itu juga menunjukann kelayakan Shin sebagai Jendral.


Shin kini membeli lahan yang sangat luas disekitar rumahnya dengan harga yang lumayan. Dia membeli lahan itu untuk pembangunan asrama untuk pasukannya yang jumlahnya bertambah banyak.


Shin juga menerima laporan dari pihak pusat untuk langkah selanjutnya. Mereka memutuskan untuk menyerang kerajaan Yan yang kini telah kehilangan 2 jendralnya. Untuk informasi lebih lanjutnya para Jendral yang berada dekat dengan kamp militer pusat untuk berkumpul.


Menerima laporan itu, Shin langsung menunjuk Huang dan Duan untuk menyelesaikan pekerjaan pekerjaan ini. Dia juga diberi tugas untuk memantau pekerjaan pembangunan ini karena Shin akan pergi ke kamp militer pusat yang ada diibukota.


Para Jendral yang lain yang menerima laporan itu mereka segera bergegas pergi menuju ibukota karena itu perintah dari pusat. Berbeda dengan Jendral Fei yang kini laporan pensiunnya masih ditunda karena berbarengan dengan rencana penyerangan balik. Tapi Jendal Fei meminta untuk segera karena dia tidak bisa memimpin prajurit lagi, dia memberikan saran yang membuat Shin bertambah buruk lagi.


Jendral Fei meminta pusat untuk memberikan pasukan yang akan dia pimpin nanti kepada Shin karena Jendral Fei sudah sungguh sungguh tidak ingin berada di medan perang dan ingin segera pensiun dan menghabiskan waktu tenangnya.


Pihak militer yang mendengar itu segera melaporkan permintaan itu pada pusat, karena mereka tidak bisa memutuskan itu.


Shin yang sudah berangkat menuju ibukota karena perintah telah diberi izin oleh istrinya dan sekarang dia sedang diperjalanan. Dia berangkat seorang diri karena menurutnya dia akan lebih cepat bila pergi sendiri.


Diperjalanan Shin sangat menikmatinya karena dia sendiri dan tenang. Para Jendral yang lain sudah sampai di kamp militer pusat, mereka kini tengah menunggu Shin dan 1 Jendral yang lain yang belum datang. Shin yang tidak tahu bahwa dirinya sedang ditunggu pun masih santai diperjalanannya karena ketenangan yang ia dapat jarang sekali terjadi.


“Tolooonngg!” teriak seseorang.


Shin yang mendengar itu segera menghampiri arah suara itu yang tak jauh berada didepan, Shin memacu kudanya lebih cepat.


“Tolonggg akuu!”teriaknya lagi.


Tak lama setelah teriakan itu, Shin sudah dekat dengan suara teriakan itu. Dia melihat sekelompok lelaki yang berusia 17 tahun sedang berusaha memperkosa seorang gadis kecil yang berumur 13 tahunan. Shin yang melihat itu geram karena perlakuan mereka sungguh sungguh biadab dan kotor.


“Berhentii!”teriak Shin yang sudah dekat dengan sekelompok itu. Sontak sekelompok itu memalingkan wajahnya untuk melihat siapa yang berteriak.


“Kakak tolongg akuuu!” teriaknya sambil menangis.


Gadis kecil berpakaian compang camping seperti pengemis namun memiliki wajah yang sangat cantik.


“Kau siapa?” tanya seorang pemuda yang berasal dari sekelompok pemuda itu.


“Aku hanya orang lewat, tapi aku mendengar seseorang berteriak meminta tolong.”balas Shin datar.


“Kau pergilah! Kami ingin menikmati wanita ini. Kau jangann ganggu aku!”


“Kau ini ya masih muda tapi memiliki sifat yang sombong dan berani.”balas Shin dengan geram.


Shin lalu mengaktifkan kekuatan matanya untuk melihat sifat para pemuda itu, ketika dia melihatnya Shin melongo karena tidak percaya bahwa mereka semua memiliki sifat mesum dan sungguh tidak ada sifat yang baik. Shin langsung melihat ke arah gadis kecil itu untuk


melihat sifatnya.


[Yue]


[Penurut, baik hati, pintar,jujur]


“Kau siapa?”tanya pemuda itu memutus keheningan.


“Aku orang yang lewat.”balas Shin.


“Aku ini dari keluarga bangsawan diibu kota.”


“Aku tidak peduli.”


“Dari kalian mana pemimpinnya?”lanjut Shin.


Mereka menunjuk ke arah orang yang sedang berada dekat gadis kecil itu dan menghiraukan keberadaan Shin, dia tetap memasang wajah mesumnya pada gadis kecil itu.


“Siapa nama pemimpin kalian?”ucap Shin berbohong karena dia sudah tahu namanya.


“Lin Xuan.”


“Haha pantas saja dia seperti orang yang kukenal.”


Sontak ucapan Shin itu membuat kaget para pemuda itu dan membuat Lin Xuan sendiiri kaget karena dia tidak mengenal pria yang baru datang itu.


“Kau kenal aku?”tanya nya.


“Tidak, tapi aku kenal yang namanya mirip denganmu dan kelakuannya sama denganmu.”balas Shin.


“Siapa?”


“Lin Feng. Waktu itu dia kuhajar karena ingin mengambil istriku dan dia juga menyentuh serta menggoda istriku.”


Seketika para pemuda itu ditambah Lin Xuan kaget, karen Lin Xuan tau bahwa kakaknya dulu dipukuli sampai tak sadarkan diri. Dia tidak tahu penyebabnya apa, tapi kini dia tahu penyebabnya dan sekarang Lin Xuan ketakutan karena orang yang menghajar kakaknya kini ada didepannya. Apalagi kini dirinya sedang melakukan hal yang sama dengan kakaknya.


“Kau siapanya Lin Feng?”


“A-a-aku adiknya.”


“Pantas saja kau sama sepertinya.”ucap Shin dengan datar tapi tatapannya tajam.


Gluuuug


Lin Xuan menelan ludahnya sendiri, para pemuda yang melihat keanehan dari sikap pemimpinnya itu seketika :


“Kau ini siapa hah? Pergilah kami tidak ada waktu.”


Lin Xuan yang mendengar itu menepak jidatnya sendiri lalu memukul kepala para pemuda itu.


“Kau ini bodoh ya? Orang itu yang menghajar kakakku sampai tidak sadarkan diri dan harus diam dirumah selama 1 bulan karena lukanya yang parah.”


“Kau mau seperti kakakku?”


Sontak ucapan Lin Xuan membuat para pemuda itu kaget dan menelan ludahnya sendiri ditambah keluarnya keringat dingin bahkan ada yang langsung terjatuh dan duduk ditanah.


“Kakak yang terhormat, kalau begitu kami pergi dulu kami tidak akan menganggu perjalanan kakak.”


“Yasudah kalian pergi! Tinggalkan gadis kecil itu!”


Mereka langsung berlari dengan sangat cepat dan tidak melihat kebelakang karena masih ketakutan. Setelah para pemuda itu pergi, Shin turun dan kudanya dan menghampiri gadis kecil itu yang sekarang sedang menatap kedepan dengan tatapan kosong.