The Soldier's Eyes

The Soldier's Eyes
Ketua militer yang misterius



Chapter 26


“Heiii!”


“Hoiii!”


Gadis kecil itu belum sadar dari tatapannya yang kosong itu, Shin lalu menepuk bahunya dan seketika gadis kecil itu tersadar dan segera melihat ke arah Shin yang membuat gadis kecil itu kaget karena ada seorang pria tampan


didepannya.


“Kau sudah sadarkan gadis kecil?”


“H-huuh?”


“Siapa namamu gadis kecil?”ucap Shin berbohong karena sudah tau namanya.


“Yue.”


“Baiklah, sekarang kakak antar kamu kerumah ya untuk bertemu keluargamu dan menceritakan yang terjadi.”


Seketika gadis kecil itu menangis dengan keras yang membuat Shin panik.


“Kenapaa?”


“A-aaku t-tidak mempunyai keluarga kakak, aku yatim piatu.”


“A-aku selalu diganggu oleh mereka, kadang aku akan diperkosa setiap hari tapi aku selalu minta tolong dan selalu berhasil." ucapnya sambil menangis. Shin yang melihat itu segera menariknya kedalam pelukannya supaya menangis didadanya.


“Cupp cuppp. Sudah jangan menangis ya?”


“Uwaaaa uwaaa.”


5menit berselang, Shin membiarkan gadis kecil itu menangis didadanya.


“Baiklah gadis kecil, kakak ada urusan diibukota. Kamu kakak antar kedalam ya?”


“T-tidak, Yue ingin ikut kakak.”


“T-tapi kakak ada urusan. Kakak tidak bisa membawamu, kakak sedang tugas.”


“T-tapi kak?”


“Sudahlah, kau benar tidak mempunyai keluarga?”


Yue hanya mengangguk.


“Baiklah, kamu ikut kakak kedalam kkota dan nanti pulang bersama kakak kerumah kakak ya?”


"Hmmmm." balasnya yang singkat dengan mata yang berbinar binar.


“Hadeuuh kini bertambah satu lagi pengeluaran, tapi melihat sifatnya tadi aku tidak merasa kebertan." gumamnya.


“Baiklah sekarang kamu akan jadi adik kakak, oke?”


“Hmmm.”


Shin menaikan Yue ke kudanya dan duduk didepannya. Kini Shin menuju kegerbang kota dan melihat barisan yang panjang karena ingin memasuki kota. Shin langsung menuju ke arah penjaga itu karena dia berpikir dia telat untuk pertemuan Jendral.


Didalam kamp militer, para Jendral sudah berkumpul dengan para petinggi hanya saja ketua belum muncul karena belum berkumpulnya semua para Jendral. Para


Jendral yang menunggu itu mereka tidak marah dan tidak mengumpat Shin yang telat mereka menunggu dengan sabar.


Berbeda dengan Shin yang kini khawatir karena takut telat.


“Pak tolong baris dibarisan jangan menyerobot begitu." ucap prajurit penjaga.


Shin langsung mengeluarkan bros yang terhalang oleh bajunya yang terlipat menutupi bros tanda pengenal Jendral. Dia juga mengeluarkan kalung yang berbentuk pisau kecil hitam pemberian Raja dan dijadikan sebagai kalung. Prajurit yang melihat itu sontak kaget dan segera membungkuk memberi hormat, tingkah itu membuat barisan menjadi semakin bingung. Prajurit yang disampingnya juga bingung.


“Kau tidak tau? Dia Jendral muda yang baru diangkat oleh Yang Mulia Raja sendiri." balasnya dengan ketakutan.


Sontak prajurit satunya itu kaget dan segera membungkuk memberi hormat pada Shin. Semua orang termasuk Yue dibuat bingung tidak mengerti dengan tingkah prajurit penjaga itu.


“Sudahlah, kalian lanjutkan tugas aku ada pertemuan penting sekarang!” ucap Shin sambil memasukan kalungnya.


“Siap Jendral. Hati hati dijalan dan sukses pertemuannya.” Ucap kedua prajurit itu bersamaan yang membuat para barisan langsung kaget dan melongo melihat ke arah Shin, Shin yang melihat itu hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya lalu pergi masuk kedalam.


Ketika Shin masuk, barisan itu masih dibuat terkejut karena tidak menyangka mereka melihat Jendral muda yang sedang ramai diperbincangkan karena kontribusinya yang luar biasa dan diangkat langsung oleh Yang Mulia Raja Sendiri.


“Hei apakah benar itu Jendral muda yang ramai itu?”ucap warga yang paling depan dengan prajurit.


“Iya, dia memiliki bros sebagai tanda pengenal dan sebuah pisau kecil berwarna hitam pemberian Raja langsung.”


Seketika warga yang berada disekitaran depan yang mendengar itu menelan ludahnya sendiri karena tidak percaya Jendral itu masih sangat muda dan tampan.


“Baiklah lanjutkan!” ucap prajurit.


Shin yang sedang didalam kota dan menuju kamp militer dia tidak menunggu lama dan langsung kekamp militer pusat dia membawa


Yue yang duduk dikudanya. Tak butuh lama untuk Shin sampai di kamp militer, ketika sampai mereka disambut oleh para prajurit yang ada didepan dan membungkukan badannya. Shin lalu turun dari kudanya dan tersenyum.


“Yue, kamu tunggu disini ya? Kakak akan masuk, kamu aman disini dan tunggu kakak. Mereka akan menjaga Yue jadi jangan takut ya?”


“Iya kakak, Yue akan tunggu disini dan Yue tidak takut." ucapnya penuh semangat dan senyuman.


“Aku minta tolong, tolong jaga dia. Dia adikku.”


“Baik Jendral.”


Shin langsung masuk, dan melihat para Jendral sudah berkumpul dengan para petinggi.


Setelah masuk ada 1 orang yang masuk kedalam dan sekarang berada dibelakang Shin dengan badannya yang besar.


“Maafkan aku telat, aku tadi menolong seorang gadis kecil yang akan diperkosa oleh para pemuda jadi aku telat. Aku sungguh minta maaf." ucap Shin sambil membungkukkan badan. Mereka yang didalam mendengar itu langsung menjawab nya dan tidak mempersalahkannya apalagi dia telat kaarena menolong untuk kebaikan.


“EHEEMM.”


Sontak Shin kaget karena suara itu terdengar keras dan dekat dengan dirinya, Shin langsung mengedarkan pandangannya dan melihat ada sebuah bayangan besar di belakang tubuhnya.


Dia langsung berbalik dan terkejut karena badannya sungguh sungguh besar. Shin yang mempunyai tinggi badan itu hanya berada selehernya pria besar itu. Shin langsung menelan ludahnya, dan segera minggir dari depan pria besar itu.


“Baiklah mari mulau pertemuannya.” Ucap pria besar itu. Shin kaget lagi karena tidak tau siapa dia.


“Aku ketua dari para petinggi disini, aku yang meminta kalian berkumpul disini.”


“Ini sesuai dengan laporan terakhir yang sangat merugikan pihak kita apalagi kota Shangwen dan Jendral Fei. Setelah menerima laporan itu aku sangat geram, karena kota yang besar dan sebagai salah satu jantung pertahanan kerajaan diserang habis habisan. Untung saja para petinggi mengirim pesan bantuan dengan cepat sehingga pasukan Jendral Shin yang berada dikota Shihua menolongnya.”


“Aku disini mengumpulkan kalian bertujuan untuk melakukan perang besar melawan kerajaan Yan, aku juga sudah berdiskusi dengan Yang Mulia sendiri bahwa dia mengizinkan operasi penyerangan itu dengan syarat bahwa dengan penyerangan besar ini kerajaan Yan hancur.”


“Aku awalnya kaget dengan ucapan Yang Mulia itu seperti kalian sekarang yang kaget karena ucapanku itu. Yang Mulia ingin mengurangi peperangan yang terjadi dengan kerajaan Yan jadi dia ingin menghancurkannya apalagi sekarang mereka kehilangan 2 Jendral mereka. Yang Mulia juga meminta kita untuk melakukan penyerangan besar ini kurang dari 1bulan, supaya Yang Mulia bisa cepat mengakusisi kerajaan itu dan menyatukan dengan kerajaan Ming kita.”


**Untuk para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur, mohon berikan sarannya dikolom komentar dan jika suka dengan cerita tolong di like, vote dan tekan tombol favorit supaya ketika saya update kalian tidak ketinggalan.


Saya meminta sarannya dikomen supaya saya bisa mengoreksi karya saya. Saya meminta like dan vote supaya saya tambah semangat dalam melanjutkan ceritanya.


Saya tidak bermaksud memaksa, hanya saja saya masih pemula yang masih memerlukan dukungan penuh kalian dalam memperbaiki diri.


Semoga para pembaca yang terhormat dan berbudi luhur ini menikmati karya saya.


Maaf bila banyak kesalahan, nanti akan saya betulkan supaya enak dibaca lagi. Terima kasih juga buat kalian yang sudah mendukung karya saya.


Salam hormat.


-cain**-