
Chapter 36
Para pasukan dari ke 4 Jendral yang sedang beristirahat itu mereka memasang wajah senang karena merasa dirinya akan beristirahat. Mereka juga beristirahat sembari memperhatikan Jendral Shin yang sedang memberikan perintah pada pasukannya.
Mereka ingin melihat kualitas dari Jendral Shin yang masih muda itu. Mereka ingin melihat kecerdasan dan kehebatannya, mereka sangat penasaran karena mereka hanya tahu dari informasi informasi yang beredar saja.
…
Kembali pada Shin yang sedang memberi perintah pada pasukannya. Shin memerintahkan 3 kapten kavalerinya untuk melakukan penyerangan. Shin juga memberitahu 3 kapten itu untuk melakukan serangan secara dinamis.
Shin juga menambahkan bahwa ketiga kapten itu harus jeli dengan situasinya, jika mereka sudah masuk terlalu dalam, mereka harus segera menyerang ke arah luar dan kembali kebarisannya.
Shin melakukan serangan secara dinamis bertujuan agar serangan kecilnya memberikan dampak yang begitu besar pada pasukan musuh. Shin memerintahkan 3 kaptennya juga untuk melakukan serangan cepat. Shin tidak ingin banyak pasukannya yang gugur.
Ketiga kapten kavaleri yang mengerti akan perintah dan penjelasan Jendralnya pun segera kembali ke pasukannya agar bisa segera memimpin penyerangan. Shin memberikan perintah agar pasukan kavaleri itu bergerak dari sisi luar dan masuk kedalam secara menyamping supaya pasukan musuh yang akan menyerang pasukannya tidak terjangkau.
Ketiga kapten itu memimpin pasukannya dan segera memacu kudanya, hanya saja pasukan musuh dan pasukan dari ke 4 Jendral bingung melihat pasukan Shin yang bergerak keluar.
Setelah pasukan ke tiga kapten itu bergerak ke sisi luar mereka langsung menyerbu pasukan musuh dengan menyamping sesuai perintah Jendralnya. Pasukan dari ke 4 Jendral yang melihat penyerangan dari pasukan Shin pun tidak menyangka bahwa pasukan dari Jendral Shin bergerak dengan cepat dan menyamping.
Ketiga kapten kavaleri yang menyerang itu mereka melakukan penyerangan dengan aktif yang membuat pasukannya menjadi semakin semangat. Pasukannya juga mengikuti ketiga kaptennya yang bergerak dengan cepat dan mencoba merangsek kedalam.
Pasukan pasukan musuh yang melihat kecepatan dari pasukan kavaleri itu tidak bisa berbuat banyak mereka hanyaa bisa menyerang dengan cara asal asalan menodongkan senjatanya kedepan dan berharap ada pasukan kavaleri yang terkena senjatanya.
Sedangkan pasukan dari ke 4 Jendral dan Jendralnya dibuat melongo tidak percaya dengan kecepatan serangan kavaleri itu. Mereka tidak menyangka bahwa ucapan Shin tadi malam benar benar terjadi hari ini. Mereka membayangkan jika pasukannya ikut dalam penyerangaan itu, pasukannya pasti akan tertinggal.
Diatas benteng, 2 Jendral musuh yang melihat serangan itupun tersenyum apalagi Jendral Lu Ye yang tersenyum lebar. Menurutnya muncul musuh yang sangat menarik. Ia pun langsung mengalihkan pandangannya pada Shin, karena menurutnya Shin lah yang pemimpin dari pasukan kavaleri itu.
“Haha akhirnya muncul musuh yang menarik.” Ucap Lu Ye.
“Sepertinya dia kuat.” Ucap Renpa.
Mereka mengobrol sembari memperhatikan serangan dari pasukan kavaleri milik Shin. Mereka juga berebut siapa yang nantinya akan berduel dengan Shin.
Kembali ke ketiga kapten kavaleri, mereka mengingata perintah Jendralnya, jika sudah masuk terlalu dalam mereka harus segera menyerang ke arah luar dan segera kembali ke barisannya dan menyudahi serangannya.
Ketiga kapten dan pasukannya pun menambah kecepatan kudanya agar segera keluar melalui celah yang telah dibuat. Mereka juga keluar sembari melakukan serangan serangan kecil yang lumayan berdampak pada musuh.
Dari kejauhan, Shin yang melihat itu bangga karena ketiga kapten itu melakukan tugasnya dengan baik. Tak sadar, ia pun memasang senyuman lebar di wajahnya. Jendral musuh yang melihat senyuman lebar milik Shin itu tertawa semakin keras yang membuat medan perang menjadi hening walaupun serangan dari ketiga kapten itu yang menuju keluar terus berlanjut.
“HAHA, MENARIK MENARIK.” Teriak Lu Ye sembari menatap dan menunjuk ke arah Shin.
Shin yang mendengar teriakan itu langsung mengalihkan pandangannya ke arah atas benteng, dan melihat Lu Ye sedang menatap dan menunjuknya, seketika jantung Shin berdetak kencang dan langsung memasang wajah kecutnya. Ia tidak menyangka bahwa perbuatannya akan menarik perhatian dari musuh yang ingin sekali ia hindari.
Ketiga kapten dan pasukannya sudah berhasil keluar dari kepungan itu walaupun ada sebagian yang masih tertinggal karena banyaknya jumlah pasukan. Ketiga kapten itu masing masing memimpin 2 ribu pasukan, jadi serangan tadi hanya serangan skala kecil sesuai rencana Shin. Shin hanya menyerang menggunakan 6 ribu pasukan kavaleri dan hanya memakan korban 1 ribu pasukan.
Ketiga kapten itu langsung kembali kebarisannya diikuti pasukannya. Ketika pasukannya sudah berbaris rapi, Shin memanggil ketiga kapten itu untuk menghampirinya. Ketiga kapten itu menyetujuinya dan segera menghampiri Shin.
Shin memberikan apresiasi pada mereka bertiga karena sudah melakukan tugas dengan baik. Mereka pun berterima kasih pada Jendralnya, mereka juga mengungkapkan bahwa ini pertama kalinya mereka melakukan serangan dengan rasa senang dan bangga.
Shin yang mendengar ungkapan dari ketiga kaptennya itu pun tersenyum dan menepuk pundak dari mereka bertiga. Berbeda dengan pasukan dari 4 Jendral, mereka masih tidak percaya melihat serangan tadi yang sungguh sungguh cepat apalagi mereka memikirkan bahwa stamina yang terkuras sangat banyak.
Tapi sayang pemikirannya itu terbukti salah karena mereka melihat ketiga kapten dan pasukannya malah merasa senang dan baik baik saja.
Peperangan kini hening karena Shin sudah menarik pasukannya. Shin juga merasa cukup melakukan serangan pembuka dari pihak pasukannya. Shin seperti mengucapkan salam pada mereka dan mengatakan ‘Inilah aku dan pasukanku’.
Disisi lain tepatnya dia atas benteng, Jendral Lu Ye masih tersenyum melihat serangan tadi. Ia juga tidak berniat melakukan serangan balik melihat kondisi pasukannya yang terkena mental karena tidak bisa melakukan pertahanan dan penyerangan balik terhadap serangan tadi.
Berbeda dengan Jendral Ren pa yang sudah tidak sabar untuk bertarung dengan Shin. Ia merasakan bahwa aura yang keluar dari Jendral Shin berbeda dari ke 4 Jendral tua disamping Shin. Ia menyukai pertarungan duel karena percaya akan kekuatannya.
Kembali ke pihak pasukan kerajaan Ming. Pasukan pasukan Shin merasa bangga karena mereka bisa berada di dalam kepemimpinan Jendral Shin. Apalagi pasukan yang baru bergabung dengan Shin, mereka merasa bahwa Shin benar benar hebat dan pintar. Shin yang tidak sadar bahwa dirinya sudah menarik banyak perhatian pun hanya tetap fokus dan memandang ke arah musuh.
**Jangan lupa buat komen dan likenya yaa:)
1 hari update 3 chapter.
Pengen banyak? bisa, tinggal banyakin dulu like dan komennya. fufufu**:)