The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 1 (9)



" Putri, ini cemilan dan teh yang putri minta" ujar Naya, sambil meletakkan piring itu di meja, yang terletak di depan Jean yang lagi membaca buku.


" Hm "


" Putri untuk apa anda membaca buku sebanyak itu setiap hari? " tanya Naya penasaran, saat memandangi buku yang bertumpukan di meja, yang Jean baca setiap hari, bahkan jika di itung raknya mungkin sudah 50 rak terisi penuh buku yang sudah di baca Jean, tapi untungnya buku itu dari perpustakaan kerajaan bukan buku yang di beli, Jean hanya meminta 2 buku selama 4 tahun usianya dan buku itu juga sangat sulit di temukan karena langka dan sudah kono, mungkin tidak ada lagi orang yang membacanya, untung buku yang di minta Jean ada di toko buku tua.


" Kenali musuhmu dan dirimu maka tak ada perang yang tak bisa kau menangkan " ujar ku dengan bijak, menatap Naya sekilas lalu kembali fokos dengan bukunya.


Sedangkan Naya hanya bengong, karena tidak tau apa maksud arti dari perkataan putri kecilnya ini, ia tidak bisa menggap remeh tuan putrinya karena di umur segini tuan putri sudah bisa membaca bahkan, di umurnya yang ke satu ia sudah rancar bicara dan juga berjalan, betapa jeniusannya tuan putri ku ini.


Seluruh pelayan istana sangat menghormati tuan putri, sehingga informasi tentang tuan putri hanya akan tersebar di ke kerajaan tuan putri saja tidak ada sampai istana utama, walaupun tuan putri bersikap dingin tapi sebenarnya ia sangat baik karena setiap minggu tuan putri akan meliburkan kita dalam bekerja bahkan membuat pesta kecil antara ia dan seluruh pelayan yang ada di istana, dengan makanan yang di buat tuan putri, makanan yang di buat tuan putri juga sangat unik karena meraka belum pernah memakan, makanan selezat itu, jadi semua orang sangat menyangangi tuan putri, meraka akan selalu bercerita betapa meraka mengagumi tuan putri dan juga menyanganginya.


" Hah maksud putri! " tanya Naya dengan terheran - heran.


" Mengumpulkan informasi adalah hal yang paling dasar menghadapi apapun, seperti buku ini, kau mendapat berita selain dari cerita orang pasti dari bukukan " jawab ku dengan tenang, meletakkan bukunya ke samping lalu, mengambil cangkir teh lalu menyesapnya dengan elegan, setelah itu menaroknya kembali.


" yayayaya" ujar Naya, yang menganguk - angukkan kepalanya, saat mendengar perkataan putri, emang benar sih selain cerita orang, kita mendapatkan informasi dari buku, tapi ia tidak pernah bepikir seperti itu, tuan putri benar - benar titisan bidadari, yang akan menyinari dunia ini dengan ilmunya.


" Ada apa!, apa ada yang salah dari ku! " tanya ku, menatap Naya dengam serius.


" Enggak putri, saya hanya mengagumi putri jeniusku ini, aku bangga bisa membesarkan putri dan merawat putri sampai sekarang, kaisar bodoh aja yang telah menyia - yiakan putri yang jenius bak bidadari ini " ujar Naya, dengan emosi yang telihat di matanya. Naya mengepalkan tangannya saat mengingat waktu putri saat baru pertama terakhir di dunia ini , kaisar menyodorkan pedangnya keleher tuan putri, ia tidak terima, ia benar - benar tidak terima.


" Hah... "


Aku yang melihat emosi yang terlihat di mata Naya hanya menghela nafas, mungkin Naya mengingat saat pertama kali ia terakhir di dunia ini.


" Sudahlah, jangan di pikirkan, kau bisa keluar dulu, aku ingin sendiri " pinta ku.


" Baik putri, jaga kesehatan jangan terlalu memaksa, tidur jangan terlalu malam, dan habiskan cemilan itu " nasehat Naya, seperti orang tua yang sedang menasihati anaknya.


" Baik Mami " jawab ku mengangukkan kepalaku berulang kali.