
" Saat ini sudah waktunya untuk dua barang lelang terakhir untuk pelelangan kami , yang juga merupakan titik fokus dari pelelangan kami. Intim pertama yang di pamerkan adalah Mahkota Max Fix. Ini adalah hadiah yang di Berikan Kaisar Kuri pada permaisuri tercintanya yang di buat lebih dari seratus orang pengrajin , yang juga merupakan mahkota paling mahal dan berharga di dunia, dengan harga awal 100.000 koin emas.. Bagi yang tertarik silahkan mulai menawar harga "
Namun seperti dalam plot cerita mahkota ini tidak terlalu banyak orang yang tertarik untuk menawar hanya ada satu orang yang akan menawar, dia adalah Doke Sur dari kerajaan tetangga.
"200.000 koin mas "
Setelah beberapa menit, namun tidak ada yang menawar lagi, akhirnya Duke Sur yang memenangkan lelang ini.
" Baiklah jika tidak ada yang mau menawar lagi, mahkota ini akan menjadi milik Doke Sur "
" Selanjutnya pelelangan yang terakhir ini adalah pedang legenda dari pendekar Sakti yang merupakan pedang yang telah memenangkan berbagai perang dan juga pedang kesukaan pendekar sakti yang kini telah di lelangkan pada kami. Baiklah mari kita mulai lelangnya dengan harga 100.000 koin emas, ada yang ingin menawarkan lebih tinggi "
Kini semua orang meneriaki harga dengan harga tinggi, meraka sangat antusias untuk mendapatkan pedang itu.
Tapi bagiku itu sesuatu yang aneh, jika pedang itu kesayangan pendekar sakti, mana mungkin pendekar itu mau melelangnya, mungkin dia akan memberikan ke muridnya atau orang yang pantas bukan di lelang seperti ini.
Aku melihat lebih cermat pedang itu dan ku bandingkan dengan pedang yang di gambarkan di dalam buku, aku benar - Benar mengamati pedang itu dengan sangat teliti, bahkan desainnya ku lihat juga, dan teryata... Benar....sesuai dengan pemikiran ku pedang itu palsu...
Lihat di bagian tengah pedang itu yang seharusnya memiliki ukiran dengan bentuk garis jempol, namun di sana garis jempolnya sangatlah besar, berbeda jauh dengan garis jempol pedang asli, jika orang yang membeli pedang ini, mempunyai gambaran pedang sebenarnya, mungkin orang itu tahu dimana letak kesalahan dari pedang ini.
Selain itu rumah lelang ini juga tersembunyi dari masyarakat, hanya beberapa orang yang berpangkat tinggi yang mengetahuinya tentang rumah lelang ini.
" Hm "
" Dek, kamu baik - baik ajakan " tanya Viko dengan wajah khawatirnya saat melihat jean dari tadi hanya diam saja, menatap kosong ke depan.
" Eh... Baik " Sontak aku terkejut namun dengan cepat mengembalikan ekspresi ku ke semula.
" Kita pulang, aku sudah bosan " pintaku pada Viko yang di anggukan Viko, kami keluar dari rumah lelang setalah membayar, barang yang kami beli.
" Kita mampir ke pusat kota " ujar ku menatap Viko.
Viko juga mengangguk, ia ingin lebih lama bersama Jean, ia ingin memperbaiki hubungannya dengan Jean.
" Aku mau ke toko buku itu " pintaku dengan menunjuk arah toko buku yang berada tidak jauh dari kami, tapi toko itu lebih tertutup, karena terhalang dengan toko - toko yang terletak di samping kanan kirinya, itu juga tertutup dengan papan nama antara kedua toko itu, namun jika di lihat lebih teliti maka terlihatlah toko itu, sepertinya toko itu cukup tua, mungkin ia juga bisa mendapatkan buku tua yang berharga.
Jean tersenyum kecil lalu melangkahkan kakinya ke toko tua itu.