The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 2 (1)



" Baiklah kalau begitu saya balik dulu,  terimakasih atas kebaikan anda " pamit ku,  setelah menyimpan semua buku ke dalam ruang jiwanya.


" Baiklah kalau begitu hati - hati " ujar pemilik toko,  yang telah menormalkan ekspresi terkejutnya.


" Hm " Aku menghilang dari pandangan pemilik toko,  ia menuju istananya kembali.


Pemilik toko itu kembali di buat terkejut saat melihat Jean yang menghilang dari pandangannya,  itu merupakan sihir yang paling berat untuk dikuasai oleh anak kecil seumur segitu,  ia pikir umur anak itu mungkin 5 atau 6 tahunan,  tapi saat melihat ekspresi santainya saat ia bertelepotasi ia makin ragu, apa anak itu masih kecil atau sudah besar,  hah... Untung ia tidak memiliki penyakit jantung,  kalau ada bisa - bisa ia mati mendadak di tempat.


Aku mengurungkan kembali niatku untuk kembali ke kamarnya, ia ingin melihat - lihat istana pertama, yang di tempati oleh lelaki sialan itu.


Saat ia sudah hampir ke tempat ke diaman Kaisar, ia di kagetkan dengan orang yang berjalan ke arahnya, tepat berada di depannya, tapi untungnya meraka tidak melihatnya dengan cepat ia bersembunyi di balik semak - semak.


" Kamu, kenapa nggak mau jadi komandan istana sih, kan itu sesuatu keberuntungan kalau aku berada di posisimu tampa pikir panjang aku akan menyetujuinya "


" Aku akan mencari tuan yang pantas untuk ku layani, aku akan setia padanya seumur hidupku, dan tidak akan menerima perintah siapapun meskipun itu kaisar sekalipun. " jawab Teo acuh.


" Teo kamu ini ke-"


Belum sempat Betle menyelesaikan ucapannya , sebuah belati meluncur ke semak - semak dengan kecepatan kilat.


Teo menyibak tanaman perdu tampa menemukan siapapun yang ia incar, lewat instingnya.


" Apa ada sesuatu Teo? " tanya Betle penasaran.


" Eh... Tunggu aku dong " teriak Betle yang di tinggal sendiri.


Teo hanya memutar bola matanya malas, ia tidak meladeni teriakkan Betle.


Aku dengan secepat kilat menghindar dengan bertelepotasi ke balik pohon rindang itu sebelum belati itu melukaiku.


" Menarik, kau harus di pihakku " gumam ku dengan senyum misteriusnya.


Aku kembali ke kamar setelah ke jadian itu, ia sedang tidak ingin mempunyai masalah, ia ingin tenang dan bebas sampai umurnya 10 tahun tampa harus ada musuh ataupun apapun, ia ingin menikmati hidupnya , walau itu hanya bertahan sementara saja.


Aku membersihkan pakaianku yang kusut dan juga ada daun - daun yang menempel di pakaianku lalu membaringkan diri di tempat tidur. Setelah itu aku pergi ke alam mimpi.


Pagi pun tiba, mentari belum menampakan sinarnya , tapi seorang gadis kecil menghunuskan pedangnya memamerkan kilatnya dengan tarian yang tajam, walaupun itu hanya sebuah tarian ataupun pemanasan pagi, tapi tetap saja setiap gerakan yang di lakukan sangat tajam dan juga berbahaya, jika ia berada dalam peperangan mungkin setiap gerakan akan melukai setiap lawan tampa ampun.


" Hah.. "


Aku mengelap keringatnya mengunakan sapu tangannya , setelah itu menyimpan kembali pedangnya di ruang jiwanya, ia sengaja hanya melakukan gerakan tarian pedang, ia tidak ingin melukai tubuh ini, karena masih sangat kecil dan sangat berbahaya jika di lakukan.


Aku kembali ke kamarnya mungkin meraka akan shock karena nonanya tidak ada di kamar, walaupun masih pagi tapi ini hari ia akan memeriksa sihir apa yang di punya.