The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 1 (5)



' Tunggu, kenapa celanaku terasa basahnya ?' tanya batin ku dengan rasa takut - takut.


' Apa bayi ini ngompol ! ' tanya batin ku lagi yang masih tidak percaya.


" Krekk " bunyi suara pintu terbuka.


" Asataga naga " teriak ku karena kaget, saat mendengar suara itu, jantungku hampir copot jika, diriku tidak kuat, kalau tadi aku termenung mungkin bisa aja kaget setengah mati, apa lagi ini bayi, nggak tau lah gimana jadinya.


" Tuan putri, kau sudah bangun, jangan menangisnya " ucap salah satu pelayan yang menghampiri Jean lalu mengusap lembut kepala Jean.


' Rasanya hangat ' batin ku lagi, dengan menikmati kehangatan yang berasal dari tangan wanita di depannya ini.


Aku melihat wanita itu yang terseyum padanya, terlihat jelas dari seyumnya itu yang mengandung ke tulusan, kalau di dunianya dulu seyum kanya gini udah langka, meraka semua pada seyum palsu dan memakai banyak topeng wajah, yang membuatku jijik aja melihat wajah meraka, banyak orang yang menghormatiku tapi itu semua untuk ke untungan pribadi meraka, agar meraka dapat mengambil hatiku, cih... Mengigat aja sudah membuatku jijik ' aku menampilkan wajah jijik di dalam epresinya, yang membuat wanita muda itu salah paham apa maksudnya.


" Ada apa denganmu tuan putri, apa ada ke adaan yang nggak enak di tubuh tuan putri! "tanya wanita itu dengan memeriksa seluruh bagian ku dan tangannya berhenti di celanaku yang basah, aku sangat malu saat wanita di depannya mengetahui jika ia ngompol.


" Oo, jangan kwatirnya tuan putri, nanti saya nganti celana tuan putri , sekalian memandikan tuan putri " ucap wanita itu pada ku dengan seyumnya.


' Ajir... jangan seyum gitu deh, aku lagi malu nih, malah di ejek, walaupun niatmu nggak mau mengejek aku, tapi dari seyummu itu kau seperti mengejek tau. ' batin Jean dengan emosi yang hanya bisa ia keluarkan dalam hati, ia tidak bisa secara terang - terangan, bukan marah yang keluar tapi tangisan bayi yang keluar, itukan tambah jatuhin harga dirinya sebagai wanuta jenius.


" Baik " jawab Naya, yang terseyum pada pelayan itu yang telah menyiapkan air untuk jean mandi, setelah itu pelayan itu pergi dari sana.


" Barak... " suara bantingan pintu.


Aku sedikit terkejut saat mendengar suara bantingan pintu itu, untung ia tidak lagi hilang fokos, yah... Namanya bayi, suara sekecipun pasti akan mengangetkannya, kalau tidak ada dirinya dalam tubuh ini, udah di pastikan bayi ini nagis.


" Oh, putri apa anda terkejut! "tanya Naya khawatir, saat melihat sekilas wajah terkejud Jean.


Naya mengangkat tubuh Jean dan menaruhnya dalam pelukannya, menenangkan Jean. Aku hanya menerimanya toh...kini ia menjadi bayi yang tidak bisa melakukan apapun sendiri.


" Ohnya putri, anda pasti belum mengetahui nama anda, nama anda bagus loh putri, yang mulia kaisar yang memberikannya nama anda, dan juga permaisuri, jarang loh kedua pihak memberikan nama, putri beruntung " ucap Naya, yang lagi memuji Jean.


' Aku udah tau nama ku, sebelum kalian memberikan nama pada ku pun akau udah tau, bahkan apa yang akan terjadi kedepan ' balas ku di dalam hati.


" Nama anda Jeana Kirana Karin " ucap Naya dengan seyum lebarnya saat menyebutkan nama jean.


' Uh....gara - gara kau yang mengucapkannya ,namaku menjadi lebih indah ' balas ku dalam hati, dengan memberikan jempol pada Naya.