The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 3 (4)



Setelah pertemuan itu, aku mulai makan pagi dan malam bersama keluargaku, aku sebenarnya sangatlah malas, namun aku tidak bisa menolak jadinya hanya bisa pasrah.


Pagi cerah ini... Sangatlah cocok melihat kebun dengan pemandangan bunga yang bewarna warni.


Namun aku bukannya melihat bunga tapi aku melihat makhluk yang menyeramkan dan juga besar yang sekarang sedang menyerang ku dengan brutal .


" Barrrr "


Padahal aku hanya ingin melihat pemandangan yang sangat indah namun aku malah di pertemukan dengan hewan yang menyeramkan ini.


Itu bagiku sangatlah mudah untuk melawannya. Berkata itu sangatlah mudah sih... tapi lihatlah aku masih bertarung dengannya.


Namun pertarungan ini sangatlah membosankan , aku hanya menghindar saja dari serangan makhluk itu yang bernama kirir..


" Mari kita akhiri permainan ini, ini sungguh sangat membosankan "


" A-pa ka-u bi-lang " ucap Kirir dengan marah, wajahnya bahkan sudah memerah, karena menahan amarah.


" Aku bilang, mari kita akhiri permainan ini, ini sungguh sangat membosankan, tenang saja aku tidak akan membunuhmu, mungkin hanya melumpuhkan mu saja. "


"...... "


' Kenapa dia diam!, aku hanya mengatakan yang sebanarnya, apa aku salahnya! '


" Hahahahhahahahha, kau sangat lucu manusia, baru pertama ini aku mendengarkan lelucon selucu ini "


" Hahahhahaha "


'Ah... Dia tertawa, apa perkataanku sangat lucu baginya! , tapi aku sedang tidak melawak '


" Sudahlah mari kita akhiri permainan ini "


" Yah... Kau betul "


Dia kembali melawanku dengan brutal.


" What, kenapa kau masih menyerang!, ah... Baiklah kalau begitu, aku saja yang melumpuhkan mu " ucapku lalu merentangkan tanganku ke depan, menyerangnya dengan kekuatan yang ku satukan sehingga membuatnya menjadi listrik, aku menyerangnya setelah itu pergi dari sana, biar dia kesetrum mungkin hanya 20 menit listrik itu baru akan berhenti.


" Putri anda kemana saja! " tanya Naya ,menatapku dengan penuh kekhawatiran.


" Aku hanya menghirup udara pagi " jawabku yang tidak sepenuhnya berbohong.


" syukurlah, " Naya menghela nafas lega.


"putri anda di panggil kaisar ke ruang makan " ucap salah satu pelayan.


" Baik "


" Yasudah kalau begitu, ayo kita ke istana utama, bagaimana kali ini kita perginya mengunakan sepatu roda " saran ku pada Naya, yang di anggukan oleh Naya dengan antusias.


Kamipun pergi ke istana utama dengan sepatu roda yang teryata Naya belum terlalu bisa menggunakannya yang membuatku sedikit kewalahan, lain kali aku akan bertanya padanya dulu. Tentang kebiasaannya.


Di sepanjang perjalanan para pelayan menatapku dan Naya, tapi kami hanya bersikap biasa saja, mungkin karena sudah terbiasa dengan hal itu.


Setelah itu aku masuk kedalam pintu yang pastinya sudah di tunggu oleh ayah dan kakak - kakakku.


" Senang bertemu yang mulia kaisar, pangeran pertama dan kedua, maafkan saya karena terlambat " salam ku lalu menunduk dengan membentangkan roknya sedikit, kemudian kembali pada posisi awal.


Aku pun duduk di kursi ku dengan tenang, lalu menatap kaisar dan kakak - kakakku yang masih menatapku.


Selang beberapa waktu akhirnya kaisar mulai memakan - makanannya, setalah itu berlanjut dengan para pangeran, aku juga mulai mengambil garpu ku, lalu memakan - makanan dengan diam dan elegan.


" Hey... Berapa umurmu yang sekarang! " tanya Dika , yang berada tepat di depanku.


Aku menoleh ke arah suara, lalu menjawabnya " sekarang empat tahun " ucapku dengan acuh, aku merasa pertanyaan itu sangatlah konyol masa bertanya umur, pasti orang yang di depannya sudah tahu berapa umurnya, soalnya pas permaisuri meninggal itu hari kelahirannya.


Dika melototi ku, lalu berkata " Kecil sekali, padahal kau tuan putri"


Sekarang ingin sekali ku tertawa, namun aku masih bisa menahan tawaku, bagiku itu pertanyaan yang sangat - sangat konyol, setiap orang pasti melewati masa kecil seperti ku, orang ob - normal saja yang tidak pernah merasakan masa kecil.


Aku hanya menatap Dika dengan diam lalu kembali memakan sarapanku dengan tenang.