The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 3 (5)



Setelah sarapan aku kembali ke istanaku yang terletak di bagian barat.


Aku melihat sekelilingku yang terlihatlah hilir mudik para pelayan yang tergesa - gasa dengan suara bising saling memanggil,  ataupun hanya sekedar memerintah.


Yah... Mereka sedang mempersiapkan pesta ulang tahunku yang akan di adakan dua hari lagi.


Di dunia ini hanya ada lima hari dalam satu minggu, tiga minggu dalam satu bulan ,  dan enam bulan dalam satu tahun,  meraka menggunakan elemental untuk mengetahui hari dan menggunakan Goddess untuk bulan.


Tentu saja di sini juga masih ada musim tertentu , contohnya musim panas yang di namakan Pass. Ulang tahunku juga pada musim Pass ini.


Ini juga puncak musim panas,  yang sebentar lagi akan memasuki musim dingin yang di sebut Lux.


Sepertinya hari ulang tahunku,  di pertengahan musim panas dan dingin sama seperti hatiku ini... Yang hangat dan dingin....


Oh... Aku baru ingat.... Harta karun selanjutnya akan di dapatkan di rumah lelang, tepatnya hari ini...


Aku harus mendapatkan harta karun selanjutnya untuk aku bisa menggenggam dunia ini, baiklah mari kita pergi ke rumah lelang...


Belum sempat ku melangkahkan kakiku ke luar istana, tiba - tiba saja ada yang memanggilku dari arah belakang, aku menoleh ke belakang dan terlihatlah Viko, memanggilku dengan senyum manisnya.


" Adik " panggil Viko dengan senyum manisnya


" Apa " ucapku dengan suara kesal.


" Kau mau kemana? " tanya Viko dengan menaikkan satu alisnya.


" Apa urusanmu! " tanyaku balik.


Aku tersenyum kecil, dengan rencana di otakku, aku akan memanfaatkan uang orang yang ada di depanku sehingga aku tidak perlu mengeluarkan uang.


" Aku mau pergi ke rumah lelang " jawab Jean, menatap Viko dengan tatapan mengisyaratkan jangan ganggu.


" Baiklah, tapi aku harus ikut " pinta Viko dengan serius.


' Masuk jebakan '


" Baiklah ayo kita pergi " ajak ku, setelah itu aku pergi dengan Viko menuju rumah lelang.


Kamipun memasuki rumah lelang yang sudah sangat ramai, mungkin karena barang yang di lelang kali ini sangat istimewa, namun baginya barang yang di anggap meraka istimewa lebih istimewa barang yang ingin dia beli atau bisa di sebut juga barang yang di incarnya.


Setelah banyaknya barang yang di lelang. Akhirnya barang yang ku inginkan tiba, aku mengangkat piring mawar setalah itu aku meneriaki harga barangnya.


" 100 koin mas "


Namun tidak seperti dugaan ku barang yang ku inginkan berjalan dengan lancar tampa ada perselisihan.


Itu juga bukan harga yang di tawarkan tinggi , tapi item ini tidak terlalu penting dan berguna bagi meraka, namun bagiku itu sangatlah berguna dan merupakan harta karun yang sangatlah berharga. Selain itu tidak ada yang ingin menyinggung keluarga kerajaan , meraka tidak akan membuat masalah dengan hal semacam ini, namun jika meraka tahu tentang barang itu, mungkin meraka mau menyinggung keluarga kerajaan.


Barang yang ku dapatkan adalah sebuah batu permata indah dengan dekoratif yang unik di satu sisi berbentuk elang yang terletak di tengah - tengah batu itu. Bagi orang lain mungkin ini tidak berguna karana meraka menganggap batu ini hanya batu untuk hiasan namun bagi orang yang hebat mungkin orang itu tahu apa makna batu ini, tapi untungnya tidak ada orang yang tahu makna dari batu ini.


Aku terus menonton acara lelang ini, dan tibalah waktunya untuk mendapatkan barang istimewa yang meraka tunggu - tunggu aku hanya melihatnya saja dengan diam, ia juga ingin melihat betapa hebatnya barang itu. Jika ia tertarik mungkin ia akan memberinya juga.