The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 3 (7)



Aku pun masuk ke dalam toko buku itu saat ku membuka pintu.. Betapa kagetnya aku saat tahu,  ini bukanlah toko buku melainkan Casino.


Viko juga sama dengan ku,  ia juga terkejut dengan hal itu,  semua orang yang ada di Casino menatap kami dengan tajam.


Tapi setelah itu aku tersenyum kecil ,  dulu aku adalah orang yang paling hebat dalam permainan ini, jadi ia ingin mencoba permainan Casino ini di dunia ini.


" Kak aku mau main " pintaku dengan mata berbinar, agar Viko menyetujuinya.


Viko yang tidak tahan dengan ekspresi wajahku dengan berat hati menyetujuinya.


" Permainan apa yang ingin kau mainkan ! " tanya Viko.


Jean berpura - pura berpikir, namun dalam hatinya sudah tahu permainan apa yang ingin ia mainkan, ia tidak ingin ada kecurigaan antara ia dan dia. Aku menunjuk kearah meja bundar itu dengan ekspresi polos.


" Yakin " tanya Viko lagi.


" Iya " ucapku dengan antusias.


" Ini bukanlah permainan "


Jean tidak membalas , tapi dalam hatinya mengangguk setuju akan perkataan Viko, Memang benar aku menganggap Casino ini hanyalah sebuah permainan.


" Para pemain silahkan duduk di kursi utama " ucap pembawa acara itu untuk membuka permainan , nama pembawa acara itu adalah Arci.


Yang bisa ku lihat, terdapat lima orang pemain yang sudah menduduki tempat, aku pun ikut duduk di kursi yang berada di sebelah ku.


Salah satu pemain bertanya pada Viko " Tuan berbaju merah, apa anda tidak salah, ini bukan untuk anak kecil, lebih baik tuan membawa anak kecil itu pulang "


" Apa maksudmu " Viko membalas dengan nada tidak suka dan juga ekspresi dinginnya.


" Em... Itu maksud saya kursi yang di duduki anak kecil itu, itu kursi untuk para pemain , lebih baik cari kursi lain untuk anak kecil itu, dan juga tidak baik loh membawa anak kecil kesini "


Viko melirik ke arah Jean. Yang terlihat Jean mengabaikan ejekan dari meraka.


" Adik saya yang akan bermain " ucap Viko dengan aura membunuh dengan menatap ke para pemain lainnya yang terlihat di wajah meraka, meraka ketakutan saat merasakan aura yang di keluarkan Viko.


Pembawa acara itu tersentak, dan kemudian, lanjut berkata " mari kita mulai permainannya " ucap Arci yang mulai bermain.


Arci memutar roulette, ia memutar bola berbentuk kelereng , berlawanan arah dengan lingkaran angka. Semua orang terlihat fokus dengan bola itu dan dalam pikiran meraka, menerka - nerka dimana bola itu akan berhenti.


" Siapkan taruhan " ucap Arci sebelum bola itu berhenti.


Para pemain meletakkan taruhan meraka dan memasang taruhan meraka. Sedangkan aku meletakkan 2 chipnya tepat di tengah - tengah yang berada pada nomor 15, hanya di situ tempat ku pasang taruhan sedangkan pemain lain meletakkan di berbagai tempat, aku sama sekali tidak peduli.


Tak Tak


Akhirnya Bola berhenti tepat di angka 16.


" Tebakanku salah "


" Aku tidak menyangka tebakanku benar " ucap pemain itu dengan bangga.


" Adik kamu kalah " bisik Viko tepat di telingaku.


" Aku hanya asal "


" Hm... Baiklah... Kau masih kecil.. Wajar tidak tahu. " ujar Viko, lalu menganggukkan kepala dan mengelus punggung Jean sebagai tanda semangat .


" Ronde kedua " ucap Arci, setelah memberikan chip kepada si pemenang.


Arci kembali memutar bola itu, terlihatlah ekspresi tenggang para pemain.


" Pasang taruhan "


Para pemain kembali memasang taruhan meraka di berbagai tempat, lalu Jean memasangkan setengah dari chipnya tepat berada satu tempat.


" Dek... Lebih baik kamu juga meletakkan chips mu di lain tempat juga " saran Viko, menatapku dengan khawatir.


" Tidak " ucapku, seperti anak kecil, sehingga tidak memasang kecurigaan.


Tak... Tak...


"Nomor 20"


" Gadis kecil itu menang "


Viko menatapku dengan tidak percaya begitu pula dengan para pemain lainnya.


RONDE berikutnya Jean tetap menaruh chipnya di satu tempat dan di situ pula dia terus memenangkannya.


Hingga akhirnya ia bosan karena tidak ada tantangan sedikitpun.


" Kak, aku mau pulang " pintaku pada Viko dengan memelas, dengan alibi kata Kak.


Viko yang mendengar kata Kak dari Jean membuatnya sangat bahagia.


Lalu tersenyum manis pada jean.


Tampa banyak bicara Viko membawaku keluar dari Casino setelah menukarkan chip itu dengan uang, uang yang di dapat juga sangat banyak dan di luar nalar, teryata ada orang yang hanya sekali bermain Casino telah mendapatkan uang sebanyak ini, ini juga bisa membeli satu mension besar. Itu sangat diluar nalar, namun itu terjadi...


" Adik kau sangat hebat, bagaimana kau bisa melakukannya! " tanya Viko penasaran.


" Aku meletakkannya dengan asal, itu permainan yang sangat membosankan " ujar ku, yang sangatlah bosan berada di sana berjam - jam.