The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 1 ( 6)



" Yadah putri, sekarang putri mandi nya " ajak Naya dengan girang.


Aku hanya menganguk, ia akan menikmati hidup menjadi seorang bayi, yang semuanya di lakukan orang lain, ia hanya perlu berbaring santai, dan kerjaannya cuma makan, tidur doang.


Naya membawa jean ke kamar mandi lalu ia membuka baju Jean dengan pelahan, agar tidak merusak kulit bayi, karena kulit bayi sangat sensitif.


' Anjir... malu jir..., baru pertama kali di mandiin orang, umur 1 tahun aja dulu udah mandi sendiri, udah lama tuh... ini di otak dan pemikiran dewasa dan jiwa orang dewasa beda Sama jiwa bayi ' batin prustasi ku yang bisa telihat wajah memerah ku walaupun sekilas, ia langsung menormalkan kembali epresinya.


" Putri pasti kaget, sama air soalnya ini baru pertama kali putri mandi dalam ke adaan sadar, kemarin putri sudah tidur jadi putri nggak berasa, tapi kini putri sadar jadi tahannya " ucap Naya, yang sudah melepaskan semua pakaian yang di kenakan Jean.


' Tenang aja bro, aku nih orang dewasa nggak bakal kaget kok sama air biasa giniian, dulu aja aku pernah berada di kutub utara selama 2 hari, tahan tuh ' ucap batin ku, dengan memberikan isyarat dengan seyumnya paling manisnya pada Naya.


" Aduh...putri imut deh.. " Naya mencubit pipi jean pelan, agar tidak melukai pipi jean.


' Yai yalah semua bayi imut '


" haua" reflek aku beteriak, Karena Naya tidak memberikan aba - aba langsung aja memasuki seluruh tubuhnya dalam air, yang hanya menyisakan ke palanya doang.


" Jangan takut putri, aman kok putri" Naya menenangkan Jean yang sedikit kaget, wajar baginya jika bayi nangis jika sedang mandi, tapi ia salut sama putri yang hanya kaget doang saat masuk kedalam air, dulu ia punya adik yang ia rawat dan memandikannya, tapi adiknya itu terus menangis saat mandi, jadi itu sedikit merepotkan, tapi ia juga senang, karena kali pertamanya ia bisa memandikan adiknya sebelum ia pergi bekerja di istana ini.


Setelah 1 jam pun akhirnya selesai ritual mandinya, yang bagi jean sangat melelahkan, masa mandi lama sekali, sampai begitu lama, pakai acara beredam mawar lagi, kanya lagi melakukan ritual aja. Kalau ia tidak menagis mungkin mandinya bisa belanjut selama dua jam.


Aku melihat jari tangannya yang sudah mekar semua karena kelamaan mandi di kamar mandi, bahkan sikat gigi pun tidak ada hanya mengunakan daun apa itu, nggak taulah namanya, yang di gosokkan ke giginya.


" Akhirnya putri undah wangi deh dan cantik, lihat kaca nih,, imutkan" Naya menghadapkan Jean ke cermin yang masih dalam gendongan Naya.


Aku melihat pantulan wajahnya sendiri, aku sontak mengagumi ke imutan bayi ini, aku ingin sekali mencubitinya dan menciumnya beberapa kali , karena aku paling lemah kalau soal melihat bayi, untung dulu, aku bisa menahannya saat melihat bayi imut dan manis, bahkan aku banyak menyimpan foto bayi dalam gelari hpku. Tapi kalau bayi di depanku ini aku nggak tahan, tapi bayi itu adalah aku, mana bisa aku mencubiti dan mencium diriku sendiri, bisa - bisa di anggap gila nanti sama orang.