The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 1 (8)



" Putri sangat menyukainya teryata "


Aku melihat sekelilingku, lalu melihat istana yang ku tempati, dan betapa kagetnya aku saat tahu, jika istana ini adalah istana yang ada di duniaku dulu, itu juga berbanding dengan ke adaan istana sekarang dan dulu, aku juga merasa sedikit ada kejanggalan, karena hanya istana ini yang masih ada di duniaku, istana lainnya kemana!!, ini istana paling ujung dan juga berada di dekat hutan, sedangkan yang lain tidak, meraka juga dekat dengan rumah penduduk, aku juga kagum dengan hutan yang berada di sebelah istanaku, jika di zamanku, hutan itu sudah tidak ada dan di gantikan dengan tempat tinggal penduduk, apa istana lainnya juga sudah di jadikan rumah penduduk, sepertinya ia, soalnya istana ini di kelilingi rumah penduduk, saat aku datang ke sana, waktu itu, yang membuatku berada di sini.


" Tuan putri kita masuk laginya, angin kencang saya takut tuan putri sakit " ucap Naya dengan nada cemas yang tertera.


Aku hanya menganguk saja, ia juga cukup lelah, ia ingin tidur sekarang, mungkin karena ini bayinya atau mungkin karena aku terus begadang di malam hari, yang membuatku ngantuk di setiap matahari terbit.


" Hah.. "


" Hoamm"


" Tuan putri , waktunya tidur " Naya menidurkan ku di atas ranjang, aku hanya menerima saja lalu secara pelahan menutup mataku kembali.


* Time Skip 4 tahun kemudian *


Di dunia ini ku juga sudah mulai mengengam banyak orang, yang membuat meraka benar - benar berada di pikahku, tentunya itu secara diam - diam, agar istana utama tidak mengetahuinya, aku telah menaklukkan para pelayan yang ada di istana ini sejak umurku 1 tahun, aku sangat menyukai tinggal di sini, karena meraka yang sudah berada di pihak itu maka tetap setia pada orang itu, tidak seperti di dunianya yang hanya tipuan belaka, bahkan hanya kata - kata manis seperti gula.


Aku juga sangat bahagia saat tahu jika tubuh ini teryata harta karun yang sangat berharga karena tubuh ini memiliki semua elemen sihir, kalau dunia tahu, bisa di pastikan tuh ayah laknat, berubah baik padanya.


Dia juga sangat marah saat tahu Ayah laknat sama kakak laknat yang tidak pernah datang ke istananya, walaupun hanya sekedar berkunjung, sampai ia berumur 4 tahun, mungkin meraka lupa jika mempunyai gadis perempuan yang cantik, imut, lucu dan juga jenius, tapi tidak apalah, hal itu membuatnya tidak terganggu, ia bisa menikmati hidupnya di sini, dengan damai tampa adanya konflik karajaan yang ia terima.


Aku juga akan sedikit bersantai, ia tidak akan memberitahu ke jeniusannya sampai ia bisa menguasai semua elemenya, yang membuatnya tidak lagi butuh untuk berlatih sekedar sihir, atau menghafal mantra - mantra yang sangat lebay itu.


Mungkin itu 1 tahun lagi, agar bisa membuatnya benar - benar jenius di bidang sehir, kalau pedang sih belum, soalnya, ia hanya mengetahui ilmu pedang dari dunianya dan sedikit dari sini hanya sekedar dari buku, belum ia praktekin, mungkin saat umurnya 5 tahun, ia sedikit takut dengan tubuh ini, jika ia terlalu kelelahan melakukan semua hal sekaligus, tubuhnya masih lemah, jadi ia akan menunggu waktu yang tepat.


" Tok... Tok... Tok... "