The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 1 (7)



" Sepertinya putri suka. tidak ada yang bisa mengalahkan ke imutan putri "


Yah.. Mungkin. Tapi jika di duniaku aku dikira sedang melakukan cosplay. Lihat saja rambutku yang bewarna hitam dan mataku bewarna biru, di tambah kecantikan surgawi ini, aku yakin saat dewasa nanti aku seperti bidadari , yah... Tapi aku suka ini Kolaborasi yang sangat sempurna.


" Baiklah putri mari kita sarapan "


Dan kami menuju ruangan sebelah untuk jean mendapatkan makanan.


Kamipun masuk ke dalam ruangan yang sudah terlihat wanita yang tidak terlalu tua duduk sambil meminum tehnya.


" Salam nona baron " sapa Naya dengan hormat.


" Hm, sekarang waktunya sarapan untuk bayi itu, bawa dia kesini!" pinta nona baron.


Naya membawa ku mendekat nona baron dan memindahkan ku dari gendongan Naya, ke gedongan nona baron.


' Eh tunggu sebentar.... Ada yang salah'


' Jan-gan bilang... Tidak!!!.... '


" Yah.. Gitu caranya, bayi manis "


Ugh, aku gagal menjadi wanita jenius....situasi ku saat ini jangan katakan lagi, aku sendang meminum asi , mental ku akan rusak jika orangku tau akan hal ini, untung aku hanya sendiri di sini.


Tapi ini benar - benar besar !! Walaupun tertutup pakaian pun masih menonjol , sekarang aku bisa melihat secara langsung gunung Everest itu!!, bahkan punyaku saja dulu tidak sebesar ini, ini benar - benar, selain cantik juga memiliki bentuk tubuh sempurna kau pasti bisa menjadi model, tanpa di minta.


Ah.. Akhirnya selesai juga sesi makan ini.


Hoam... Uh... Aku jadi ngantuk karena selesai sarapan, aku tidak tau apa yang nona Baron bicarakan dengan Naya , karena mataku sudah benar-benar berat bahkan aku tidak bisa lagi mendengar di sekitarku.


Tapi aku sangat bahagia saat aku tau jika tanda lahir ku merupakan ruang jiwa yang ku buat, dulu hanya berupa gelang sekarang menjadi tanda lahir ku, dan bahagianya lagi semua benda yang ku simpan masih utuh dan di tambah barang - barang yang berada di dunia ini, tidak tau kapan itu ada, dan siapa yang memasukkannya tapi tidak apalah, karena itu merupakan harta karun yang sangat berharga.


" Krekk" suara pintu terbuka.


" Putri anda terbangun " Naya menyaperi ranjangku, dengan senyum yang terlukis di bibirnya.


Aku hanya mengangguk dan membalas senyumnya juga.


" Apa putri lapar! "tanya Naya pada Jean.


Aku hanya menendang - nendang kaki ku, pertanda tidak setuju, aku masih tidak terima jika aku di beri asi.Hilang sudah karisma wanita jenius.


" Putri laparnya " ucap Naya, lalu menggendong dan menempatkannya pada pelukannya.


Tidak....


Aku menggelengkan kepala, pertanda aku tidak setuju.


" Baiklah putri kalau begitu, kita pergi ke taman aja " ajak Naya, lalu melangkahkan kakinya menuju taman.


Aku sangat antusias, karena ini kali pertamanya aku bisa merasakan udara luar sejak aku berada di dunia ini.


Aku menutup mataku merasakan angin sopoy menerpa wajahku dan sedikit menggelitik leherku.


" Segar... "


" Apa putri sangat menyukainya !" tanya Naya, yang melihat reaksi ku, aku menendang kakiku, lalu mengangkat tanganku ke atas, sebagai jawaban, aku tidak ingin mengeluarkan suara bayi yang hanya akan berbunyi seperti tangisan bayi, tapi di malam hari aku siring berlatih berbicara dengan memasang penyedot suara secara diam - diam di kamarku.