
Hari ini adalah hari ulang tahunku, sekarang aku sedang berada di meja rias, aku sudah bangun subuh hari, di sini tidak ada jam, tapi yang pasti aku sudah bangun bahkan sinar matahari belum menampakkan sinarnya sedikitpun.
Siapa lagi kalau bukan Naya yang membangunkan ku, yang di sambut keributan - keributan kecil di sela itu, namun tidak ada membuat hubungan antara kita runtuh, karena aku yang mengalah.
" Putri anda sangat cantik " puji Naya dengan mata berbinar.
Aku melihat pantulan ku di dalam cermin, yah... Memang cantik sih... Namun kecantikan ini membuatku sangatlah lelah, aku lebih menyukai yang asli dari pada ini.
Aku memakai gaun kuning berenda putih dan juga tidak terlalu banyak motif namun terlihat elegan, yah... Ini merupakan pilihanku sendiri, agar aku tidak terlalu berat menampung beban dari gaun ini dan juga agar aku tidak kesulitan untuk bergerak.
Aku tidak ingin mengulang waktu dimana aku pergi ke akademik, itu sangatlah menyakitkan sekaligus benar - benar merepotkan, gimana... Tidak gaun yang ku kenakan sangatlah berat sekaligus tebal, jadi aku tidak.. Menginginkan mengenakannya lagi.. Di sanalah aku berdebat dengan Naya, namun akhirnya aku yang mengalah.
" Baiklah putri mari kita menemui yang mulia kaisar " ajak Naya dengan antusias.
Seringkali aku berpikir, ini Naya atau aku yang menanti semua hal ini. Aku bisa melihat dari wajahnya, yang begitu gembira dan juga sangat antusias. Sepertinya dia yang lebih antusias dari pada diriku.
" Crek "
Sampailah kami di ruang tamu yang terlihat kaisar dengan para pangeran yang sudah menungguku, meraka menggunakan setelan yang sama yang bewarna kuning sama sepertiku namun motif berbeda, yah... Di antara lima gaunku semuanya bewarna kuning, namun motifnya berbeda - beda. Jika motif yang di kenakan kaisar dan para pangeran, itu juga ada di gaunku, namun itu gaun yang sangat - sangatku hindari. Jadi aku hanya memilih gaun sederhana ini yang sekarang ku kenakan, tapi masih terlihat mewah sih.
Aku memegang gaunnya disisi kanan dan kiri , Sembari melebarkan gaunnya dengan membukuk elegan "selamat pagi Ayah dan kakak " ucapku setelah itu aku kembali ke posisi awal. Aku meniru salam penghormatan ala - ala kerajaan.
Alex tersenyum tipis , tapi dia berusaha menyembunyikan senyumnya itu dengan mengalihkan penglihatannya.
" Wah.... Adikku sangat cantik " puji Viko dengan senyum lebarnya. Dengan mata bebinar - binar saat melihat ke arah Jean.
' Jangan puji aku, aku malahan iri pada kalian yang tidak perlu repot dalam berpakaian, dulu di duniaku aku bahkan belum pernah sekalipun memakai namanya gaun, aku hanya berpakaian seperti laki - laki, karena itu sangatlah mudah dan nyaman di bandingan gaun.
" Kau pasti akan menjadi pusat perhatian " ujar Dika padaku.
Aku hanya menghela nafas panjang, akan perilaku dan perkataan Dika yang dari awal sangatlah konyol, aku hanya bisa diam saja berharap perilakunya akan berubah, Pusat perhatian katanya, emang aku akan jadi pusat perhatian kan aku yang ulang tahun, jadi gimanapun aku tetap akan menjadi pusat perhatian.
" Baiklah mari kita pergi ke aula utama " pinta kaisar dengan datar.
" Baik " ucap kami serentak.
Namun kaisar mendekat kearah ku, aku masih bingung kenapa kaisar berjalan ke arahku bukannya jalan ke aula utama di belakangnya.
" Hep... "
Betapa kagetnya aku, teryata kaisar menggendongku, namun dengan cepat aku merubah ekspresi wajahku, menjadi tenang kembali.
Kamipun berjalan menuju aula yang berjalan paling depan adalah kaisar dan aku yang berada di gendongannya dan kakak - kakakku di kiri kananku.