The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 4 (10)



Lalu Aku melihat rekaman berikutnya.


'Teryata penjahat hebat sudah terkurung di balik jeruji, aku ketinggalan tontonan menarik, aku akan membuat penjahat itu berada di pihakku' seringai kecil terbesit di wajah cantik Jean, setelah melihat rekaman yang ia pasang di pertemuan para pejabat, ia secara diam - diam memasang pengintai di setiap sudut ruangan.


" Malam ini aku akan pergi menemui penjahat itu, setelah itu baru aku akan bertemu Joane bersama keluargaku " gumam ku dengan seyum kecil.


Bulan bundar mengatung tinggi di atas langit , dengan angin yang memabukkan, menusuk kulit secara perlahan, pelan tapi pasti menusuk masuk ke dalam.


Suasana yang hampir memadat pun pecah. Dalam heningan koridor, suara langkah kaki mulai mengema, namun langkah kaki itu sangatlah teratur tidak cepat ataupun lambat.


Di koridor yang panjang dan sempit, membentang hingga ujung terlalu jauh untuk di lihat , bau tanah bercampur darah yang menyatu menjadi satu membuat keunikan sendiri. Terlihatlah lampu minyak di pasang di setiap koridor. Nyala lilin yang berkelap kelip seolah pupil bintang di malam hari.


Tidak ada suara yang bisa di dengar kecuali langkah kaki yang mengema di setiap ruangan dan juga gema jam air untuk menandakan jam.


Telihatlah banyak jeruji besi yang berisi banyak manusia yang sudah dalam keadaan mengganaskan, tampa suara hanya kekosongan yang terlihat di mata meraka, melihat Jean yang berjalan dengan teratur tampa ada rasa takut di wajahnya, hanya wajah datar yang di tunjukan.


Langkahnya berhenti tempat di jeruji kecil dengan sihir penekan di setiap sudut, itu akan membuat orang yang merasakan sihir itu tubuhnya akan lemah seiring waktu.


" Rehan Kastian " panggil Jean dengan datar, menatap remaja itu yang tersentak kaget, saat namanya di panggil, remaja itu menyapu setiap sudut ruangan dan berhenti tepat di depan Jean, menatap Jean dengan dingin, hampir seperti ular berbisa yang menunggu kesempatan menyerang, Yang di temani mata merah yang mendukungnya.


" Siapa kau gadis kecil! " tanya Rehan dengan dingin, menatap Jean penuh pemusuhan. Ia mengambil dua langlah kedepan yang membuat belenggu di kedua tangan dan kakinya bergemerincing dengan nada lonceng yang tidak mengenakan.


" Jean Kirana Karin, putri dari kaisar Alex yang telah mengurungmu di sini" jawab ku dengan santai, tampa ada rasa takut dalam katanya, Rehan menatap permusuhan pada Jean karena dia adalah anak dari lelaki sialan itu yang mengurungnya tampa bukti yang jelas.


" Aku mau mengajak kerja sama denganmu, setelah itu aku akan mengeluarkanmu dari sel penjara ini, sebelum kau di eksekusi besok, anggaplah aku malaikat pelindungmu" ucap ku menatap Rehan dengan tenang dengan seyum kecil terbesit di wajahnya.


' Anak kecil ini, bukan anak biasa. Di umurnya yang sepertinya baru 5 atau 6 tahunan ini sudah bisa menatap dengan tatapan seperti itu dan cara bicara seperti orang dewasa, bahkan orang bisa tertipu dengannya, jika saja tidak terlihat bentuk tubuhnya, aku harus berhati - hati ' batin Rehan berkata dengan kecurigaan yang terlihat jelas di matanya.


" Tenang saja , aku akan menjamin hidupmu aman tampa jadi buronan, bagaimana! " tanya ku melangkahkan kakinya kedepan hingga tinggal satu meter dengan sel, lalu mengeluarkan kunci dari ruang jiwanya, memutar kunci itu seolah hanyalah mainan bayi.


" Baiklah, apa yang harus ku lakukan!" tanya Rehan tampa pikir panjang, ia tidak mau mati sia - sia.


" Sekarang belum ada, tapi kau hanya perlu berada di pihakku, suatu hari nanti aku panggil kamu, kamu harus datang, mengerti " ucap ku dengan tenang, lalu menarok lentera yang berada di tangannya di bawah tanah, membuka kunci sel penjara.