The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 2 (5)



" Sudah yang ribut keluar " ucap ketua penyihir.


Sontak semua orang kembali diam,  dan duduk di tempatnya masing - masing, saat telah di tegur oleh ketua penyihir yang bernama Ferdian, dia adalah penyihir paling kuat ke 2 setelah Kaisar.


" Baiklah sekarang waktunya putri Jean melakukan tes " ujar Ferdian  dengan tegas.


Aku sontak berdiri, lalu melangkahkan kakiku menuju ke depan aula.


" Putri letakkan kedua tangan putri ke bola tes setelah itu pejamkan mata,  bayangkan putri menyalurkan mana ke dalam ke lereng "


" Hem.. "


'Tampa di kastawin juga tahu kok,  tapi biarlah,  aku harus mempertahankan peranku menjadi anak biasa seumumnya,  tampa membuat heboh semua orang,  soalnya diriku masih lemah,  mungkin 1 tahun lagi baru ku ungkapkan kehebatanku ini. '


Lalu,  aku menutup mataku pelahan,  menekan manaku,  sehingga yang keluar hanyalah sebagian kecil dari itu.


......


...Nama : Jeana Kirana Karin...


...Kelamin : perempuan...


...Level : Rahasia...


...Umur : 4...


...Elemen : Rahasia...


...Job : Rahasia...


...Mana : Rahasia...


...Fisik : Rahasia...


...Mental : Rahasia...


...Hp : Rahasia...


...MP : Rahasia...


...ATK : rahasia...


...Rahasia...


" Huh "


Semua orang tercengang saat melihat hasil tesku,  aku melihat epresi meraka yang bercampur - campur hanya mengehela nafas kasar.


" Apa kalian masih ingin jadi patung? " tanya ku dengan dingin.


Dengan berangsur - ansur ke sadaran meraka pulih,  setelah perkataan Jean tadi.


" Ah... Itu di luar nalar... "


Ujar Ferdian dengan wajah tidak percanya.


" Apa maksudnya rahasia? " tanya pangeran ke 2 yang bernama Robert,  dengan wajah penuh tanda tanya.


" Saya tidak tahu saya belum pernah mengalami hal seperti ini " jawab Ferdian.


Niatnya biasa aja jadi kanya gini,  kenapa sih,  nih tubuh nggak bisa kerja sama.


'Hidup ku.... Oh hidupku... Sepetinya kedepanya kau tidak akan tenang ' ujar batin Jean dramatis.


" Em,  itu apa yang anda banyangkan putri ? " tanya Ferdian ragu,  menatap Jean dengan penuh tanda tanya, aku hanya menatap kesal pada bola tes itu.


" Yah... Seperti yang kau bilang " jawabku asal.


" Apa sebelum ini Putri sudah belajar sihir? " tanya Ferdian lagi.


Jean melihat mata Ferdian yang terlihat jelas memiliki banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan,  namun sebelum hal itu terjadi,  aku langsung membalikan pembicaraan, agar permasalahan ini sampai di sini saja.


" Itu urusan ku pribadi,  kalau begitu saya ingin undur diri, terimakasih telah mengundang saya kesini " Jean membukukkan badannya sedikit untuk memberikan salam hormat setelah itu berjalan ke luar ruangan,  tampa memedulikan yang lain.


Semua orang syok, apa lagi Kaisar, ia tidak menyangka anak seumur segitu sudah bisa berkata seperti orang dewasa, bukan hanya perkataan tadi, tapi juga dari saat pertengkaran dengan perdana menteri tadi, itu yang benar - benar membuatnya membulatkan matanya, ia sempat curiga apa putrinya itu masih kecil atau sudah dewasa.


" Putri tunggu " teriak Naya.


Aku menghentikan langkahnya, lalu menoleh ke belakang menatap Naya datar.


" Putri anda benar - benar hebat, tapi...apa itu nggak masalah... Kalau nanti banyak yang mengincar putri gimana! Saya nggak terima putri... putri tidak boleh sampai ada goresan di tubuh putri " celoteh Naya, tampa henti, sedangkan Jean sibuk dengan henponnya untuk memilih lagu yang bagus untuk di setel.


Naya yang melihat Jean yang sudah menyumpal telinganya dengan henset hanya mengehela napas kasar.