
Seorang kakek tua datang kearahku dari dalam desa yang hancur itu , dengan seyum yang di paksakan.
" Selamat datang di kota kami nona pengembara, pekenalkan nama saya Gonian Guora si kepala desa, senang bertemu dengan anda nona " ucap Gonian dengan membukuk hormat.
Ia memaksakan dirinya untuk menyambutku walaupun dirinya sudah sangat susah untuk berjalan, lihatlah dia menggunakan tongkat, apa lagi dia sedang menunduk padaku, sudah di pastikan punggungnya sakit.
" Terimakasih telah menyambutku, kakek , tapi tidak perlu seperti itu" ucapku dengan sopan.
" Sudah kewajibanku untuk menyambut tamu yang datang ke kotaku Nona " ucap Gonian dengan seyumnya.
Aku hanya mengaguk saja, setelah mendengar perkataannya, toh... Apa peduliku.
" Bisakah saya mengetahui nama nona pengembara !" tanya Gonian dengan sopan.
" Namaku Kaira mutika " jawab jean yang memalsukan indetitasnya.
" Baiklah nona Kaira saya akan mengajak nona berkeliling dan maaf jika desa ini sangat berantakan "
Aku bisa memakluminya, meraka pasti tidak punya cukup uang untuk memperbaiki desa ini, jika adapun meraka pasti lebih memilih untuk membeli makanan, karena desa ini, setiap malam akan di serang oleh makhluk itu dan juga para bedit, pasti akan sia - sia saja.
Aku menganguk lalu berkeliling desa ini, bisa ku lihat desa ini sangatlah hancur tidak ada satupun rumah yang utuh bahkan hewan ternak di sini tidak ada, para penduduk desa ini hanya berdiam diri, dengan memengangi perut meraka, bahkan ada yang menunggu ajalnya menjemput.
Aku sangat kasihan sama penduduk desa ini, aku akan membantu meraka dengan membangun rumah meraka lagi dan juga memberikan makanan pada meraka. Semua orang yang singgah kesini pasti meraka akan membantu penduduk desa ini, lihat aja meraka yang sudah mirip seperti mayat hidup, tidak ada orang yang tidak kasihan melihat hal ini.
Air mata keluar dari matanya itu membasahi pipinya. Lalu ia bersudut di hadapanku .
" Terimakasih banyak, aku akan melakukan apapun sebagai balasan kebaikan nona Kaira " ucap Gonian sambil menangis dalam posisi bersujut.
" Aku tidak suka orang yang merendahkan dirinya " ucap Jean dengan dingin, ia benar - benar benci dengan orang - orang yang merendahkan harga dirinya, hanya untuk hal - hal kecil, di dunianya dulu banyak orang yang seperti itu, meraka mendapatkan uang yang tidak seberapa namun meraka bersujud dan berterimakasih dengan air mata, orang di depannya sangatlah mirip. Ia benar - benar benci orang yang seperti itu, sedangkan meraka lupa bersujud dengan tuhan yang telah menciptakan meraka dan juga telah memberikan meraka rezeki.
" Ma-afkan sa-ya no-na " ucap Gonian dengan tubuh begetar. Lalu Gonian kembali berdiri masih dengan tubuh bergetarnya karena takut.
" Lain kali jangan kau lakukan itu lagi, kau hanya bersujud pada tuhanmu " ucap Jean dengan datar, menatap Gonian dengan wajah tidak suka.
" Baik " ucap Gonian dengan menundukkan wajahnya.
" Semua penduduk desa harap berkumpul " ucapku dengan mikrofon yang ku ambil dari ruang jiwa.
Semua penduduk desa berkumpul, dan aku berada di tengah - tengah meraka.
Banyak bisikan dari penduduk desa tentang siapa aku, dari mana aku dan lain - lainnya, aku tidak memedulikannya.
" Baik , perkenalkan nama saya Kaira, saya penggembara di sini, saya berniat membantu kalian dalam membangun desa ini kembali, jadi saya harap kalian bisa bekerja sama. Ohnya tentang hewan dan para bedit yang menyerang kalian tiap malam saya akan melenyapkannya malam ini jadi tenang saja, ini ada sedikit makanan yang ku bawa, ku harap ini cukup untuk kalian " ucapku dengan tegas menatap para penduduk desa yang terlihat gembira dan terlihat cahanya kehidupan di mata meraka.
Lalu aku mengeluarkan jajan dan beberapa makanan yang ku simpan dalam ruang jiwa, ku berikan semua pada meraka.