The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 3 (2)



" Baik Putri "


Aku pun kembali ke kamarku,  lalu membersihkan badanku yang sudah sangat lengket.


" Putri " panggil Naya,  dengan senyum lebarnya,  menatapku dengan takjub.


" Apa lagi! " tanyaku dengan malas,  menatap Naya yang berlari ke arahku.


" Putri tahu,  semua orang memuji masakan putri , masakan putri luar baisa enak " ujar Naya dengan antusias lalu membayangkan kelezatannya.


" Rasa dagingnya manis dan lembut yang meleleh dalam mulut , apa lagi di tambah sesuatu yang berada di atasnya,  warnanya merah,  apa itu putri!,  Saya belum pernah melihatnya " tanya Naya dengan membayangkan makanan yang di makannya tadi.


" Itu saus " jawab ku


" Hah... Saya belum pernah mendengar nama itu putri " ujar Naya dengan ragu,  dan menyikitkan alisnya.


" Itu cabai yang di tumbuk menjadi lembut da-" belum selesai aku berbicara,  tiba - tiba saja ada yang mengetuk pintu kamarnya.


" Tok... Tok.. " ( Ketukan pintu)


Naya membuka pintu,  lalu tampaklah kasim Hu,  tepat berada di depannya.


" Salam tuan putri,  kaisar memanggil anda " ucap kasim Hu, dengan memberikan hormat pada Jean.


' Oh iya,  akukan belum memberikan jawaban pada kaisar,  tentang siapa dia,  ah... Bodo lah,  jawab aja asal ' batin ku berucap dengan menepuk jidatnya.


" Ada apa putri? " tanya Naya dengan khawatir, menatapku dengan penuh rasa kekhawatiran.


" Hm... Tidak ada. Kasim Hu, tunjukkan jalan " pinta ku,  lalu melangkahkan kakiku menuju ke diaman kaisar.


( Kediaman kaisar Alex )


" Senang bertemu dengan yang Mulia Kaisar " salam ku dengan menunduk seraya membentangkan roknya sedikit,  sesuai aturan istana,  baginya itu sangatlah lebay,  tapi apalah danya dia sekarang sedang berada di dunia yang seperti ini jadi harus mengikuti aturan dunia ini.


Setelah memberikan salam, lalu ia mengangkat kepalanya, tak sengaja tatapannya bertemu dengan tatapan dingin kaisar, bukan Jean namanya jika takut dengan tatapan itu,  ia malah menatap balik kaisar, lebih tajam dari tatapan kaisar.


" Duduk " perintah Alex dengan dingin.


Aku pun melihat kiri,  dan kananku yang tidak ada kursi ataupun sekedar bangku.


' Apa nih orang suruh aku duduk di lantai '


Kaisar yang tahu apa yang sedang di pikirkan Jean langsung angkat bicara.


" Di sana " tunjuk Alex pada kursi dan di depannya terdapat meja yang berisikan banyak makanan dan cemilan manis.


Aku pun duduk di kursi itu lalu di susul dengan kaisar yang juga duduk tepat di depanku.


" Apa kau sudah tahu siapa saya? " tanya Alex dengan dingin, menatapku dengan tajam.


" Yah... Anda ayah saya " jawab ku santai,  tampa ada rasa apapun dalam dirinya,  seolah pertanyaan yang di lontarkan kaisar hanya sebuah pertanyaan bisa,  bahkan di anggap sebuah lelucon yang dapat di lihat dari mata Jean.


" Ka-" belum sempat Alex berkata,  suara penjaga di luar telah membuatnya berhenti bicara.


" Pangeran pertama dan kedua memasuki ruangan "


Teriak penjaga  yang berada di luar rungan.


Terlihatlah sosok lelaki berwajah tampan, berkulit putih,  yang satu matanya berwarna biru yang satu lagi hitam dan rambut yang sama - sama hitam,  melambangkan keluarga ke kaisaran. Rambut hitam ini berbeda dengan rambut lainnya,  karena di rambut keluarga kerajaan memiliki keunikan di setiap rambut,  yang pastinya si pemilik rambut yang mengetahuinya dan juga keluarga kaisar,  di setiap rambut meraka ada sihir pelindung yang akan melindungi meraka dari mara bahanya yang terjadi,  jika meraka dalam ke adaan mendesak.