The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 2 (6)



Sesuai dengan isi buku, sebentar lagi Naya akan bertemu kekasihnya di sini dan aku akan menjadi nyamuk antara mereka berdua.


Dalam hitungan ke 3


2


1


" Sayang kau di sini "


Naya menoleh ke arah suara itu dan betapa bahagianya ia saat tahu jika Diko yang memanggilnya dengan senyum lebarnya, dengan sebuket bunga di tangannya.


" Sayang " panggil Naya dengan senyum manisnya.


' Di mulai, aku akan menjadi nyamuk kecil di sini, kali ini aku akan mengikuti alur cerita. '


" Wah... Siapa gadis cantik di depanmu itu ? " tanya Diko dengan wajah memuja.


Naya melototi Diko lalu berkata "Kamu berani!. Huh! Anda mengatakan bahwa anda akan hanya melirik saya dan memuji saya seumur hidup anda. Apakah anda tidak lagi menyukai saya sekarang , karena saya sudah tua , sehingga anda melupakan kata - kata manis yang sering anda katakan dulu. Huh! " Naya melototi Diko dan berkata dengan marah.


" Sayang , perasaan saya dengan anda seperti bunga yang ku pegang ini, orang akan langsung jatuh cinta jika melihat bunga ini, begitu juga aku dan kamu, kamu selalu ada di hatiku, tidak akan pernah bisa keluar dari hatiku " Diko berkata dengan memegang tangan Naya dengan mata penuh cinta.


" hahahahhahahahha "


Tawa ku pecah, yang sadari tadi menonton drama cinta yang sangat konyol, tepat berada di depannya.


Naya dan Diko melototi ku dengan tajam, seolah mengatakan kau mengganggu.


" Hey... Kau jika ingin menggombal, jangan gitu kali, masa Naya di samain dengan bunga, bunga cepat layu dan orang yang melihatnya walaupun jatuh cinta pada pandangan pertama, tetap saja, ada waktunya bosan, hahahaha, itu sangat lucu HAHAHAHA " ujar ku dengan tawanya, dan gelengan kepala.


" Kau... teryata kau bosan sama aku. Huh!, SEBAL " ucap Naya dengan marah, lalu mengebungkan pipinya dengan tangan terlipat di dada.


Diko melototi Jean dengan tajam, sedangkan orang yang di pelototi hanya acuh saja, lalu Diko memegang lengan Naya membujuknya agar bisa di maafkan.


Sedangkan aku, dengan perlahan mundur ke belakang, berusaha menjauh dari sepasang kekasih ini, ia tidak ingin membuat hubungan antara mereka menjadi kacau, walaupun lucu sih saat melihat hal itu, bisa - bisa ia tertawa lagi, saat melihat interaksi antar mereka.


Tapi jujur jiwa jomblonya meronta - ronta saat melihat sepasang kekasih itu, di kehidupan pertamanya ia bahkan belum memiliki kekasih hingga ajalnya menjemputnya, mungkin ia terlalu sibuk dengan bisnisnya sehingga lupa dengan tujuan yang setiap orang inginkan, apa lagi kalau bukan menikah.


" Hah "


" Akhirnya aku pergi dari sana, teryata nggak enaknya kalau jadi nyamuk, makanya banyak orang yang ngeluh saat meraka jadi nyamuk" ujar Jean, saat mengenang masa lalunya, seringkali teman - temannya mengeluh saat meraka jadi nyamuk, namun Jean bodo amat, mungkin ini karmanya juga, tapi.... tidak juga, aku bisa melihat komedi secara live.


Aku masuk ke dalam kereta, menunggu Naya tiba, sebenarnya ia malas menunggu, namun Naya orang yang telah merawatnya, mana mungkin ia tinggalkan.


Aku sedang duduk di atas kereta, sambil duduk termenung, tangan kiri ku menyangga pipi dan tangan kananku memainkan bola kecil berwarna merah.


Yang ku rasakan sekarang adalah BOSAN.


Aku tidak menyangka teryata menunggu itu sangat membosankan, jika aku lihat - lihat teman - temanku di duniaku tidak masalah bahkan senang saat menunggu, teryata meraka menyembunyikan kebenarannya dengan topeng senyumnya.


" Huh "


" Putri maaf membuat putri menunggu " ujar Naya, dari luar tirai kereta kuda, dengan wajah penuh rasa bersalah.


Suara yang di tunggu - tunggu Jean akhirnya datang. Membuatnya sedikit senang karena tidak lagi mengganggu.


" Hm "


Naya masuk dalam kereta kuda dan duduk tepat berada di depan Jean.


" Jalan "


" Putri anda marahnya! " tanya Naya dengan wajah bersalahnya.


" Tidak, kita mampir ke kota " ucap ku dengan datar.