The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 4 (2)



Aku juga telah membuka semua hadiah yang di berikan ayah, kakak - kakakku dan juga para tamu,  sebagian hadiah tidak terlalu ku sukai namun,  aku tetap menerimanya walaupun hanya sekedar perhiasan ataupun mainan,  sedangkan ayahku memberikanku kantung jiwa,  aku sangat berterimakasih padanya, itu yang ku butuhkan sekarang dari pada yang lain.


Aku duduk termenung, memikirkan , bagaimana caranya keluar dari istana ini, untuk melakukan misi ku, aku sangatlah bosan hanya berdiam diri di kamar dan melakukan hal seperti itu terus.


Akhirnya setelah beberapa menit aku mendapatkan ide untuk aku bisa berpetualangan sambil menyelesaikan misi, sebelum hari aku akan bertemu dengan tokoh utama yang bernama Joane.


" Robot " yah robot adalah ide yang terbaik saat ini, aku juga hanya pergi dua hari, tidak lebih tidak kurang.


Aku mengeluarkan robot dari ruang jiwa, dan menyetel segala suatu yang biasa ku lakukan setelah itu dengan teleportasi aku pergi dari istana ini.


Saat ini aku berada di hutan, aku belum masuk kedalam aku baru berdiri di depan hutan ini, aku dengan cepat menganti bajuku , dengan peralatan tajam dan berbahaya di sekitar pinggangku, karena hutan ini sangatlah berbahaya, apa lagi di dunia ini ada monster dan hewan - hewan di luar logika, beda halnya dengan hutan di kehidupanku dulu yang tidak terlalu berbahaya, namun masih di anggap berbahaya bagi orang - orang baru, bukan orang seperti ku yang sudah sering tinggal di hutan hanya untuk mendapatkan ketenangan tampa ada orang - orang yang menggagunya setiap hari.


Tampa pikir panjang aku masuk kedalam hutan, tepatnya aku berteleportasi tepat di pertengahan hutan, tujuanku untuk bertemu dengan ketua dari sekte yang berlambang X, aku ingin bekerja sama dengan meraka, meraka adalah orang-orang hebat di masa yang akan datang, sekaligus kehancuran sekte meraka karena si tokoh utama, aku sangat kesal saat mengingat, karakter tokoh utama yang bersikap polos dan baik, namun di hatinya sangatlah busuk.


" Goar... " ( bunyi auman harimau)


Hutan tetaplah hutan, dimana merupakan tempat tinggal para hewan, yang pastinya di setiap sisi pasti akan menemukan keberadaan meraka.


Aku dengan sigap, mengeluarkan pistol ku yang sudah ku perbaiki sehingga tidak mengeluarkan bunyi saat sedang menembak.


Aku menembaknya tepat di jantungnya , setelah itu aku menuju target berikutnya, tampa memedulikan Harimau itu sudah mati atau belum.


Aku melihat ke sisi kananku, terlihatlah Monster yang sangat aneh dengan wajah berbentuk babi dan tubuh kuda... Itu...hewan itu apa pakai penyuntikan gennya.!..


Monster itu menyerang ku dengan menendang pohon yang membuatnya terlempar ke arahku, dengan sigap aku menghindar dari serangannya.


Aku melihat monster itu sepertinya tidak memiliki sihir...itu akan mempermudah ku untuk menyerangnya dan menghabisinya.


Aku menyerang monster itu dengan karambit dengan sihir bayangan, aku memutari monster itu yang membuatnya pusing, itulah peluang ku, saat monster itu sedang hilang fokus dengan cepat aku menembas monster itu secara horizontal yang membuatku lebih mudah mengoyak isi perut monster itu, aku sangat penasaran dengan organ monster ini, dan juga monster lainnya, aku adalah orang yang selalu ingin tahu, segala sesuatu yang ingin ku ketahui, aku langsung menyelidikinya walaupun itu diluar nalar dan juga dapat menghilangkan nyawa.


Dulu bahkan aku pernah ke luar angkasa hanya ingin melihat secara langsung bagaimana dan seindah apa luar angkasa itu. Yah... Aku orangnya memang seperti itu... namun segala sesuatu pasti ada batasnya.... Aku masih tetap dalam batasann ku.