The Reincarnation Of A Genius Woman

The Reincarnation Of A Genius Woman
Bab 2 (2)



" Putri anda kemana saja! " tanya Naya khawatir, lalu berlari menghampiri Jean.


" Saya hanya ingin menghirup udara pagi " jawab ku bohong.


" Baiklah putri mari kita bersiap - siap. Ohnya putri juga akan mengikuti jamuan pagi bersama kaisar,  putri harus berdandan cantik agar dia tahu jika dia salah telah melantarkan putri cantik,  imut,  lucu dan jenius ku ini,  meraka juga harus tahu jika putri sangatlah hebat " ujarnya membanggakan jean,  dengan membusungkan dada.


Aku hanya memutar bola matanya malas,  lalu terbesit ide nakal utuk mengerjai Naya.


" Salam kaisar " ujarnya, dengan sedikit menunduk.


Naya yang mendengarnya langsung membeku di tempat,  ia tidak mengumpulkan keberaniannya lalu berbalik dengan mata tertutup, tidak berani menatap kaisar langsung.


" Sa-lam ka-isar,  ma-afkan sa-ya ka-isar,  saya tidak bermaksud melakukan itu,  saya salah,  hu-ku-mlah sa-ya kaisar " ujarnya dengan menunduk,  dengan kata terbata - bata.


" Hahahhahaha " tawa ku pecah.


Naya langsung membuka matanya dan menatap ke depan yang teryata tidak ada siapapun di depannya,  ia di tipu sama Jean,  ia malu dengan apa yang telah terjadi,  tapi juga marah,  tapi apalah daya,  dia hanyalah seorang pelayan di sini,  tuan putri lebih besar pangkatnya dari pada dia.


" Putri " 


" Hahaha,  kau lucu " ujar ku,  yang melihat pipi memerahnya Naya.


" Aaah.. Putri.. ih.. " Pipi Naya tambah memerah,  sudah mirip seperti kepiting rebus.


" Ya sudah ayo bersiap - siap " ajak ku pada Naya,  utuk mengalihkan pembicaraan.


" Baiklah putri,  aku akan membuat putri seperti bidadari,  tapi walaupun nggak dadan putri tetap cantik seperti bidadari.. Lalu aku ubah menjadi apanya ! menjadi malaikat ajadah " ujar bersemangat dari Naya.


Aku hanya menggelengkan kepala,  lalu berlalu pergi meninggalkan Naya yang masih asik dengan pikirannya.


" Maukan put-" ucapan Naya terputus saat melihat orang yang di ajak bicara sudah hilang dari hadapannya,  lalu ia menoleh ke samping dan teryata orangnya sudah berlalu pergi meninggalkannya.


" kamu kelamaan " ucap ku lalu memakai telepotasinya menuju kamarnya.


Tiba di kamar, Aku menidurkan dirinya sebentar, untuk mengistirahatkan kaki kecilnya ini,  yah...  Bagaimana nggak lelah umur 4 tahun udah seperti orang dewasa aja,  bagaimana mau ubah,  kalau jiwanya orang dewasa,  itu mah.. sulit untuk di rubah.. Kalau orangnya sangat anti dengan kata malas.


"Huh "


" Crekk... " ( Suara pintu terbuka ).


" Putri anda tega banget sih menelantarkan,  wanita cantik ini " teriak Naya dengan nada sedih yang di buat - buatnya.


" Kamunya aja yang lamban " jawab ku dengan acuh.


" Ah..  putri nggak seru deh.. " ujar Naya dengan cemberut,  lalu memanyunkan bibirnya kedepan.


" Kalau mau di cium sana,  sama lelaki lain,  di sini nggak bisa " ujar ku pedas dengan sedikit terukir senyum di bibirnya walaupun tidak terlihat.


" Putri tega sekali kamu dengan wanita cantik ini " ucapnya dengan raut wajah kecewa,  yang masih di buat - buat.


" Ya.. lagian tu bibir di mayung - manyungin,  kanya minta di cium aja" ucap ku dengan sedikit kekehan.


" Ah sudahlah.. Putri kenapa putri tidur lagi !, putri harus bersiap - siap,putri harus terlihat cantik bak bidadari." ujar Naya yang menghampiri ranjang Jean.


" Ya... aku mau aja... Kamunya aja yang belum siapkan apa - apa " ejek ku, melirik ke arah lemari pakaian.


" Oh iya.. " Naya menepuk jidatnya.


" Ya sudah aku mandi,  kamu siapkan aja pakaian untuk ku kenakan " pinta ku, lalu berlalu pergi meninggalkan Naya,  menuju kamar mandi.