
Saat pintu aula di buka semua pandang mata, menatap kami, terutama aku, namun karena aku sudah terbiasa dengan pandangan - pandangan seperti itu membuatku tidak lagi risih saat melihatnya.
Aku juga ikut menatap datar para tamu itu, sama seperti yang di lakukan ayahku dan kakak - kakakku.
Kaisar menundukkan aku di kursi tepat di sebelahnya. Aku juga bisa melihat para tamu dari sini, bahkan sampai ujung sana. Jadi tidak akan ada yang lepas semua orang dari padang mata kaisar, jika ia benar - benar melihatnya.
Acara sudah berlangsung satu jam, namun tidak ada yang ku lakukan selain duduk di kursi ini, itu benar - benar membosankan, lebih baik acara ulang tahunku di ranyain bersama para pelayan lagi, seperti yang ku lakukan dulu - dulu, itu sangat mengasikkan, dan ini apaaan, ini acara ulang tahun bukan acara bisnis ataupun menebar - nebar kecantikan dan kekayaan.
" Hah... "
Lihatlah orang yang berada di sampingku, siapa lagi kalau bukan kaisar yang merupakan ayahku ini, aku sangat takjub dengannya yang bisa diam berjam - jam tampa terlihat kebosanan di matanya, sedangkan kakak - kakakku, meraka sedang berbincang - bincang dengan temannya.
Hanya akulah yang benar - benar menderita di sini aku hanya duduk diam di sini, dan juga makan - makanan yang sudah di sajikan di depanku ini, apa sampai acara selesai aku hanya akan terus makan , sampai perutku membesar karena tidak bisa menampungnya lagi.
Sedangkan hadiah - hadiah yang di berikan tamu, di terima oleh para pelayan, seharusnya meraka memberikan padaku bukan para pelayan, sungguh ini sangatlah membosankan, ingin sekali aku menghilang dan lari dari acara ini. Namun sepertinya hanyalah khayalan saja, bagaimana aku bisa kabur dari sini, dengan keberadaan kaisar di sampingku.
Belum sempat melangkah satu langkah pasti sudah di tanyakan, mau kemana!, itulah yang akan di katakan.
"Hah"
" Apa aku akan terus duduk di sini sampai acara selesai! " tanyaku pada kaisar tampa menjawab pertanyaan kaisar, aku masih menatap, para tamu di depan.
" Yah... Jika kau ingin " jawab kaisar santai.
Oh ayolah itu sangat konyol, aku bukanlah pajangan di sini yang hanya melihat para tamu, seperti acara nikahan aja, si pemeran utama duduk dan para tamu makan, atau sekadar saling sapa - menyapa. Itu sangatlah mirip, ini acara ulang tahun, tolong bedakan.
" Apa kau bosan! " tanya Alex pada Jean yang melihat ekspresi Jean yang terlihatlah di matanya kebosanan dan ke kejenuhan.
" Yah aku bosan, siapa juga yang nggak bosan ketika seorang itu hanya duduk bak patung lalu melihat orang lain yang bergerak bebas " jawabku dengan kesal, menatap kaisar yang juga menatapku dengan datar.
" Kau bisa berbincang dengan yang lain, kau saja yang dari tadi duduk disini " ujar kaisar dengan ejekannya.
Ingin sekali ku pukul muka kaisar ini, dia benar - benar sangat menyebalkan. Aku tidak tahu tentang acara ulang tahun ini, belum pernah aku mengadakan acara seperti ini di dunia ku, Bahkan di dunia ini juga, ini baru pertama kali bagiku.
Aku melangkahkan kakiku menjauh dari kaisar yang sangat menyebalkan, tampa memberi penghormatan pada kaisar berengsek itu. Lalu pergi menuju kediamannya, ia sudah tidak lagi ingin melihat acara seperti ini. Lebih baik tidur.