The Mistress

The Mistress
Episode 40



Rea sama sekali tidak menyangka sebelumnya, perdamaian yang Adam berikan rupanya hanyalah kepalsuan semata. Adam ternyata hanya ingin menjebaknya dengan membuat dirinya lengah dan kehilangan kewaspadaan.


Pria itu seperti serigala berbulu domba. Perlahan-lahan memikat dan menerkamnya tanpa ampun.


Kini, citra Rea yang dikenal sebagai gadis polos yang tidak pernah berhubungan dengan yang namanya laki-laki, telah rusak karena ulah Adam sendiri.


Rea mendapat gunjingan-gunjingan dari orang-orang di seluruh penjuru San Fransisco. Bagi mereka, Rea hanyalah gadis liar yang bersembunyi di balik wajah polosnya.


Dari berbagai cemoohan itu, muncul rumor-rumor yang mengatakan bahwa Rea sebenarnya juga mengincar harta kekayaan keluarga Ainsley.


Selama satu harian ini, Rea mengurung diri di dalam kamar. Gadis itu tidak bergairah melakukan aktivitas yang sangat disukainya setiap hari.


"Rea... kau sudah melewatkan sarapan dan makan siangmu. Jangan sampai kau sakit sayang." Patricia yang selalu ada di samping Rea mengusap keningnya.


Tidak ada jawaban dari Rea, gadis itu hanya diam mematung. Hal itu membuat Patricia semakin sedih.


"Kenapa Adam melakukan itu Mom?" untuk yang pertama kalinya Rea bicara.


Patricia memperhatikan manik Rea yang penuh nelangsa dengan tatapan kosong.


"Maafkan Mommy Rea. Atas nama Adam, tolong maafkan Mommy. Mommy juga tidak tahu kenapa Adam seperti ini." ucap Patricia sungguh-sungguh.


Rea menggeleng, "Mommy tidak salah, jangan minta maaf."


Air mata gadis itu sudah kering karena menangis terlalu lama.


"Rea merasa, inilah yang harus Rea bayar atas kebaikan Mommy dan Daddy." ucap gadis itu.


"Kau tenang saja, rumor itu akan menghilang secepat mungkin. Kau tahu kan Daddy-mu punya kekuasaan di kota ini." Patricia menenangkan.


Rea masih dengan ekspresi yang sama, sama sekali tidak peduli akan reputasinya yang telah hancur. Yang gadis itu sayangkan adalah betapa teganya Adam menipunya.


Padahal Rea sudah sangat dan menyayangi Adam. Hubungan mereka sudah begitu baik, namun Adam malah menghancurkannya.


***


Ketika malam tiba, Rea keluar dari kamarnya. Gadis itu kehausan, jadi ia pergi ke dapur untuk mengambil sesuatu yang bisa diminum.


Setelah selesai, gadis itu hendak masuk ke dalam kamarnya. Namun kedatangan seseorang membuatnya terhenti.


Adam ada di sana, berdiri tepat di hadapannya dengan tatapan angkuh nan dingin. Rea menatap pria itu, kekecewaan meliputi dirinya.


Rea ingin mengatakan sesuatu, namun lidahnya kelu dan sulit untuk bicara sepatah kata pun. Dan Adam pun sama, entah karena enggan atau apa, pria itu sama sekali tidak bersuara.


Adam tidak sudi berlama-lama melihat gadis itu, ia segera menyingkir dan masuk ke dalam dapur. Pria itu dengan santai mengambil minuman dari lemari pendingin, seolah mengabaikan kehadiran Rea di sana.


Rea menggigit bibirnya, sikap Adam berubah kembali seperti pertama kali mereka bertemu. Pria itu begitu manipulatif hingga membuatnya mudah terkecoh.


"Kenapa Kakak melakukan ini semua?" bibir Rea akhirnya bicara. Namun Adam abai, pria itu melangkah meninggalkan dapur.


"Kak Adam..." dengan lancang Rea memegang tangan Adam. Adam berhenti, melihat Rea dengan pandangan menggelap.


"Enyahlah. Kau sudah merusak citra keluarga ini dengan kelakuanmu yang busuk itu!"