The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 9 *teringat akan pengkhianat



Malam hari di aula perjamuan besar


setiap meja sudah di duduki para mentri dan pejabat yang diundang, semua orang sudah menghadiri perjamuan. serta keluarga kediaman Mentri feng.


"Ayahanda dimana jiejie apakah dia tidak datang?". Tanya xiu ying


*Jiejie : kakak perempuan dalam bahasa China


Putra mahkota melihat ke arah xiu ying, dia merasa jika xiu ying sengaja mengatakan itu untuk menjelekkan adik kesayangannya, melihat hal itu dia segera mengalihkan perhatian kaisar.


"Ayahanda, tadi Zhi yang mengatakan kepada ku ingin keluar istana untuk membeli hadiah pertunangan, jadi dia akan telat untuk datang kemari".ucap yaoshan


"Kenapa putra mahkota selalu memberi perhatian hanya kepada Zhi yang, aku sangat iri melihatnya. bukankah aku juga adiknya". Batin xiu ying.


"Benarkah, itu hal yang sangat bagus".


Dengan wajah yang merasa senang kaisar tersenyum mendengar nya.


Tiba-tiba panggilan suara dari Kasim menarik perhatian semua orang dan mereka yang ada di dalam ruangan menoleh kearah pintu masuk. "Tuan putri Liu zhi yang dan Jendral wang Chunying telah memasuki ruangan"


Lalu mereka berdua memasuki ruangan bersama-sama dengan dikuti bawahan mereka dibelakangnya.


"Wang Chunying memberi hormat kepada kaisar"


"Zhi Yang memberi hormat kepada ayahanda"


Mereka berdua memberi hormat kepada kaisar secara bersamaan, lalu mereka segera duduk ke tempat yang sudah disiapkan. secara kebetulan wang Chunying duduk berhadapan dengan Zhi yang, itu karena dia memiliki kedudukan yang tinggi sebagai jendral berpangkat satu. jadi kaisar memberi nya tempat paling depan.


"Jingmu!!?". Batin Zhi yang


"Li mei, siapa pria yang ada di sebelah kiri Wang Chunying?". Tanya Zhi yang terkejut melihat pria yang ada di samping Wang Chunying. dengan tatapan yang sedih, kecewa dan marah menjadi satu.


"Putri dia adalah tuan muda feng Chang tunangan putri hien xiu ying" . Jawab li mei


"Apa!! Dia adalah feng chang, kenapa wajah nya mirip dengan Jingmu, Sekarang aku benar-benar merasa jika dunia sedang mempermainkan ku. aku melihat dua orang yang sudah mengkhianati ku berada di sini" . batin Zhi yang tanpa sadar matanya mulai berkaca-kaca karena masih mengingat kejadian hari itu dan dia masih merasakan sakitnya dikhianati.


Chunying yang merasa ada yang aneh dengan ekspresi Zhi yang, tidak ingin orang lain melihatnya, sehingga dia membuat perhatian semua orang tertuju kepadanya.


"yang mulia, hamba membawa sebuah hadiah untuk putri xiu ying. ini adalah sebuah tanaman herbal berkualitas tinggi yang saya dapatkan ketika pergi berperang dan tanaman ini bisa menyembuhkan segala macam penyakit".


Wang Chunying sebenarnya tidak berniat untuk datang ke perjamuan, tapi saat mendengar Zhi yang datang ke perjamuan dia segera berangkat, jadi dia tidak sempat membeli hadiah dan membawa barang yang menurutnya tidak berharga untuk dijadikan hadiah.


"Ambillah". Ucap kaisar


Lalu pelayan xiu ying segera mengambil tanaman herbal itu.


"Xiu ying, berterima kasih karena tuan wang sudah memberikan ku hadiah berharga ini"ucap xiu ying.


Zhi Yang yang sedang melamun tersentak karena perkataan Xiu ying.


"Yaa.... tentu saja, li mei siapkan semuanya"


Li mei serta pelayan lainnya menyiapkan meja di tengah perjamuan dan membawa alat musik yang dibawa Zhi yang tadi. semua mata melihat kearah mereka.


"Aku pikir karena meimei sudah memiliki semua yang dibutuhkannya, jadi aku memberikan hadiah pertunjukan yang tidak akan dilupakan oleh meimei dan semua orang. Yaitu memainkan alat musik guzheng ini".


Semua orang terkejut dengan melihat apa yang akan dilakukan Zhi yang, Terlebih keluarganya sendiri, karena yang mereka tau zhi yang tidak pernah belajar memainkan alat musik.


*Guzheng : alat musik tradisional china


Dengan perasaan yang tidak karuan, Zhi yang memainkan alat musiknya dengan merdu tanpa adanya kesalahan dan semua orang terhipnotis mendengar suara alunan musiknya.


"Putri........". Gumam li mei yang melihat Zhi yang, dia bisa merasakan apa yang dirasakan putri yang dilayaninya itu, karena mereka tumbuh bersama.


"Kenapa aku merasakan ada kesedihan di matanya nya itu". Batin Wang chunying melihat ke arah Zhi yang


Feng chang yang melihat semua itu, merasa bingung atas perubahan Zhi yang, yang bersikap tenang tidak seperti biasanya seorang putri yang agresif dan berbuat onar. dalam hati feng Chang."Apa yang sedang dia lakukan!?".


"Kenapa ayahanda baru mengetahuinya kalau kau bisa memainkan alat musik yang begitu indah". Puji sang kaisar dan Zhi yang menanggapinya dengan senyuman.


"Ayahanda terlalu memuji, ini semua berkat mendiang ibunda yang mengajari Zhi yang saat masih kecil dan zhi yang beruntung bisa mengingat nya". Ucap Zhi yang dengan wajah yang senyum paksa.


"kau mengingatkanku dengan mendiang ratu, saat itu dia terkenal di kalangan pria ibukota karena keanggunannya yang memainkan alunan musik. tapi sekarang semua itu sudah berlalu". Ucap kaisar


"Ayahanda jika di izinkan Zhi yang ingin pergi untuk beristirahat karena merasa tidak enak badan". Pinta zhi yang


"Tidak masalah, pergilah kau harus memperhatikan kesehatan tubuh mu". Kaisar yang berpikir jika putri nya bersedih atas pertunangan itu, lalu mengizinkan Zhi yang pergi.


"Sebelum itu aku ingin mengucapkan selamat untuk Meimei dan tuan muda feng Chang atas pertunangannya". Setelah mengucapkan beberapa kata Zhi yang meninggalkan aula perjamuan dengan wajah tanpa ekspresi, lalu dia menjadi pusat perhatian semua orang saat berjalan keluar.


Setelah melihat wanita yang diperhatikan nya pergi, wang Chunying berdiri dari tempat duduknya." Yang mulia saya pamit pergi karena ada urusan mendadak yang harus saya selesaikan".


"Kau boleh pergi". Ucap sang kaisar


"Li mei kau kembalilah duluan, aku ingin berjalan-jalan sendirian". Suruh Zhi yang


"Baik putri". Ucap li mei


Lalu Zhi yang berjalan sendirian di lorong istana yang sepi, tanpa sadar matanya sudah dibanjiri air mata. sesekali tangannya sambil mengusap air mata yang mengalir di pipi lembutnya itu.


Setelah berjalan menelusuri istana langkah nya terhenti di tepi danau buatan yang berada di dalam istana, Zhi yang terpukau saat melihat danau yang dipenuhi bunga teratai dan dikelilingi sekelompok kunang-kunang, seketika kesedihannya menghilang saat melihat semua itu.