
Dimalam hari, kediaman Wang Chunying
Wang Chunying yang sampai dikediamannya segera memasuki salah satu ruangannya yang dijaga ketat oleh pengawal nya .
Terlihat seorang pria yang beberapa hari lalu dia tangkap dengan keadaan duduk yang terikat di kedua lengan dan kakinya.
"Bagaimana, apakah dia belum mengatakan apapun sampai sekarang?". Tanya Wang Chunying kepada pengawal kediamannya yang berjaga.
"Dia belum mengatakan apapun tuan". Jawab penjaga nya kediamannya.
Wang Chunying yang mendengar hal itu langsung mengambil alat penyiksa yang ada di depan tawanan nya, yaitu sebuah besi yang berada di tempat yang dipenuhi arang yang dibakar serta sangat panas.
Wang Chunying pun berusaha mengarahkan besi panas tersebut kearah kaki bagian atas tawanan nya. "cepat katakan apa yang terjadi sepuluh tahun yang lalu dan siapa yang menyuruhmu melakukan hal itu! Sebelum aku membuat tubuh mu dipenuhi dengan luka". Ucap Wang Chunying memasang wajah datar dengan aura dingin.
"Heh...aku tidak akan pernah mengatakannya". Sambung tawanan nya dengan senyuman menyeringai.
"Kau pikir tanpa kau mengatakannya aku tidak akan pernah tahu?". Ucap Wang Chunying dengan tatapan sinis.
Setelah mengatakan hal itu dan menaruh besi panas yang dia pegang, Wang Chunying segera keluar dari ruangan tersebut yang diikuti pengawal kediamannya."Kau tidak perlu menyiksanya lagi dan jangan sampai dia mati kelaparan, aku masih membutuhkannya".
"Baik tuan". Sambung pengawal kediaman.
"Tuan jika kita tidak menyiksa nya, bagaimana bisa dia akan mengatakan apa yang kita suruh". Tanya luo ying.
"Kita akan segara mengetahuinya, Kalian cari tahu tentang asal usul dan keluarga orang itu". Suruh Wang Chunying kepada luo ying.
"Baik tuan". Ucap kedua pengawal nya lalu segera keluar dari kediaman.
Kedua pengawal Wang Chunying segera pergi di malam hari itu juga dengan menaiki kuda.
"Apakah tuan akan menggunakan keluarga nya, agar orang itu menceritakan semuanya?". Tanya luo ming.
"Tidak, tuan tidak akan melakukan hal itu sebaiknya kita ikuti saja perkataannya dulu". Sambung luo ying lalu mereka segera pergi dan melajukan kudanya.
Istana putri kediaman Zhi yang.
"Ahhh......tangan ku". Ucap Zhi yang mengeluh karena tangan nya yang pegal-pegal akibat belajar memanah.
Terlihat seorang pelayan wanita yang menghampiri Zhi yang yang sedang duduk di kamar nya."putri....!".
"Li mei". Ucap Zhi yang melihat kearah suara yang memanggilnya.
"Putri kau baik-baik saja? aku dengar dari Ming Huo, putri belajar memanah sampai setengah hari".
Li mei menghampiri Zhi yang dengan wajah khawatir nya karena yang dia tau selama ini putri yang dilayaninya tidak ahli dalam mempelajari ilmu beladiri ataupun belajar menggunakan senjata.
"Kenapa kau kesini?". Tanya Zhi yang
"Apa maksud putri, tentu saja saya kesini untuk memeriksa keadaan putri". Jawab Li mei
"Bagaimana keadaan kakimu?". Tanya Zhi yang sambil melihat kearah kaki Li mei
"Putri tenang saja, saya baik-baik saja sekarang malah sebaliknya lihatlah keadaan putri, apakah ini sakit?". Jawab Li mei tidak ingin Zhi yang mengkhawatirkannya dengan berbohong jika lukanya belum sembuh dan Li mei memegang lengan Zhi yang.
"Eung....tangan ku sangat pegal karena tadi, ini semua gara-gara Wang Chunying! selain orang yang aneh ternyata dia juga orang yang sangat menyebalkan, lihatlah dia membuatku berkali-kali memanah sampai tangan ku seperti ini". Ucap Zhi yang dengan ekspresi sedikit kesal dan merasa jika Wang Chunying memperlakukannya dengan buruk.
"putri, saya pikir yang dilakukan jendral wang itu tidak salah". Sambung Li mei sambil memijat lengan Zhi yang.
"Kenapa kau membela nya? Apa sekarang kau ingin membuat nya menjadi tuanmu juga?".
"Putri saya tidak bermaksud seperti itu, bukankah Putri ingin belajar memanah karena ingin menguasai cara memanah. Lalu putra mahkota tidak mungkin membuat jendral Wang menjadi gurumu tanpa alasan, itu berarti Jendral Wang adalah guru yang terbaik dan mampu dalam hal itu". Kata Li mei menjelaskan dan memberi pengertian kepada Zhi yang.
"Yang kau katakan itu ada benarnya, tapi tetap saja dia sudah membuat ku seperti ini dan aku akan meminta kakak untuk mengganti gurunya". Ucap Zhi yang tak acuh.
"Putri anda tidak boleh berbuat hal seperti itu. aku ingat saat masih kecil putri juga ingin belajar memanah, tapi karena putri tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan senjata, akhirnya itu membuat Putri menjadi sakit berhari-hari dan akhirnya yang mulia kaisar menghentikan nya".
"Jadi Putri, sekarang saya ingin bertanya. putri ingin belajar memanah untuk mengikuti acara perburuan atau hanya sekedar untuk bersenang-senang?". Tanya Li mei kepada putri yang ada di depannya.
"Tentu saja untuk berburu". Jawab Zhi yang memalingkan wajahnya dari Li mei
"Kalau begitu putri harus belajar sungguh-sungguh dan mengikuti ajaran jendral wang, jika putri ingin belajar sesuatu untuk hal yang bermanfaat maka Putri pasti bisa melakukannya".
"Yaa... baiklah".
Dua hari kemudian di pagi hari.
Terlihat Zhi yang dan pengawal nya Ming Huo yang sudah sampai di tempat untuk berlatih memanah. "Dimana dia, kenapa belum sampai juga?
"Putri, jendral sudah datang". Ucap Ming Huo yang melihat Wang Chunying menghampiri mereka berdua.
"Putri, maaf saya sudah membuat mu menunggu". Ucap Wang Chunying yang baru saja tiba.
"Tidak masalah, tapi jendral wang bukankah waktu itu kau sendiri yang bilang kita tidak boleh membuang waktu"
"Tadi saya ada urusan penting jadi.....". Ucap Wang Chunying terhenti karena Zhi yang.
"Baiklah, kita mulai saja latihannya".
Lalu mereka segera berlatih. Zhi yang terlihat sungguh-sungguh belajar memanah, kali ini tak sampai setengah hari akhir nya Zhi yang sudah bisa menguasai cara memanah dan itu membuat Wang Chunying senang.
"akhirnya aku bisa melakukannya dengan benar". ucap Zhi yang dengan senyuman lebar diwajahnya.
"Putri, anda memang sangat hebat". puji Ming Huo kepada putri yang ada didepannya.
"kau bisa saja, tenang saja nanti aku naikkan gajimu". ucap Zhi yang dengan ekspresi senang
melihat percakapan Zhi yang dan Ming Huo, wajah Wang Chunying menunjukkan jika dia merasa cemburu melihat kedekatan mereka, lalu dia berusaha untuk memasuki percakapan diantara mereka berdua."Ekhem.... putri, ngomong-ngomong apakah kau bisa menunggangi kuda?"
"memangnya apa hubungannya menunggangi kuda dengan memanah?". tanya Zhi yang penasaran.
"tentu saja ada, memangnya putri ingin berjalan kaki saat berburu, bukankah itu sangat melelahkan? apalagi putri tidak terbiasa dengan hal itu". jawab Wang Chunying.
"kalau begitu, aku bisa belajar menunggangi kuda dengannya, iyakan Ming Huo?". sambung Zhi yang melihat kearah Ming Huo dengan tatapan tidak biasa agar Ming Huo mengiyakannya.
Mendengar hal itu Wang Chunying langsung menatap Ming Huo dengan tatapan sinis, Ming Huo yang tidak ingin terlibat diantara mereka berdua langsung berkata "tidak putri! saya tidak bisa mengajarkan putri berkuda, karena saya juga jarang menaiki kuda jadi....."
"kalau begitu, sudah diputuskan! aku yang akan mengajari putri berkuda". sambung Wang Chunying.
"Ming Huo!" gumam Zhi yang melihat kearah Ming Huo karena dia tahu jika Ming Huo sengaja mengatakan tidak, lalu dia terpaksa mengikuti Wang Chunying untuk mengajarinya berkuda.
mereka berdua pun segera ke tengah lapangan untuk menaiki kuda, Wang Chunying yang merasa jika Zhi yang tidak bisa menaiki kuda nya, langsung membantu nya dengan kedua tangannya yang ada di pinggang Zhi yang dan mengangkatnya.
Zhi yang yang melihat perlakuan Wang Chunying membuatnya tidak bisa berkata-kata dan Wang Chunying juga memasukan kakinya ke pijakan yang ada di tubuh kuda.
"kenapa perasaanku jadi aneh begini". batin Zhi yang sambil melihat ke arah Wang Chunying yang membantu nya.
lalu Wang Chunying juga menaiki kudanya yang ada di samping Zhi yang untuk mengawasinya.
"hei...kuda yang manis jangan biarin aku jatuh, tenang saja aku akan memberikanmu rumput berkualitas tinggi". ucap Zhi yang sambil mengelus bagian punggung kuda.
Melihat tingkah Zhi yang tanpa sadar membuat Wang Chunying tersenyum kecil, dan Tiba-tiba Zhi yang menjalankan kudanya dengan langsung menarik tali pengendali dan kudanya berlari melaju dengan kecepatan tinggi.
~
*Hello 👋 para readers......
thank you yang udah tertarik untuk membaca karya pertama ku ini and maklum kalau ada kata-kata yang kurang bagus atau salah karena diriku masih pemula 🥺, mohon untuk kritikan dan saran nya agar author semangat untuk melanjutkan ceritanya.
and jangan lupa like, vote, and follow ðŸ¤