The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 27



Lalu Ming Huo mencuri makanan yang dari seorang pedagang di pinggir jalan, saat mencurinya nya dia ketahuan dan dikejar oleh pedagang tersebut, di jalan secara tidak sengaja dia menabrak seorang bangsawan yang semena-mena, dia yang waktu itu nasibnya tidak beruntung akhirnya ditangkap dan dijadikan budak oleh bangsawan tersebut.


Saat dibawa dan dimasukkan ke dalam kereta bangsawan itu. Ming Huo merasa sedih memikirkan adiknya yang menunggu nya, dia pun memikirkan cara untuk kabur. dia teringat saat itu ia selalu membawa pisau kecil yang diberikan ayahnya sebagai hadiah ulangtahun nya.


Dia pun menyerang bangsawan tersebut dengan pisau, lalu segera kabur dari dalam kereta dan berlari sangat jauh sampai tak terjangkau oleh mereka, saat dia sudah berlari sangat jauh, tubuhnya merasa sudah tidak bisa bertahan, matanya berkunang-kunang dan dia langsung pingsan karena dia juga belum makan apapun sejak kabur bersama adiknya itu.


"setelah itu seseorang menolongku dan merawat ku sampai aku bisa hidup mandiri seperti ini". sambung Ming Huo menceritakan masa lalunya itu.


"kak, untung saja tidak terjadi sesuatu kepadamu, jika tidak aku tidak akan memiliki siapapun lagi di dunia ini". sambung Li mei dengan wajah sedihnya.


"kau tidak perlu takut lagi, sekarang aku akan selalu bersamamu". ucap Ming Huo dengan senyuman lebar.


"Eung...... sekarang aku tidak takut apapun, karena kakak akan selalu bersama ku dan aku juga tidak akan memberitahukan hal ini kepada putri". ucap Li mei dengan senyuman lebar.


sore hari, istana kediaman putra mahkota.


terlihat Liu Yaoshan yang sedang duduk di taman kediamannya sambil membaca buku yang dipegangnya. terdengar seorang wanita yang memanggil namanya dari kejauhan, dia pun menoleh ke arah wanita tersebut


"kakak......!"


"Meimei, bukankah aku sudah bilang jangan seperti itu, bagaimana jika kau terjatuh lagi!".


ucap Liu Yaoshan merasa khawatir melihat Zhi yang berlari ke arahnya.


"Yaa, baiklah". balas Zhi yang yang tersenyum, lalu duduk di samping Kakak nya itu.


"kakak, ngomong-ngomong kau tidak pernah membicarakan tentang kakak ipar kepadaku". ucap Zhi yang tiba-tiba membicarakan tentang putri mahkota.


"untuk apa aku membicarakan tentang nya kepada mu, itu tidak penting". balas Liu Yaoshan sambil melanjutkan membaca buku yang dia pegang tadi.


Zhi yang, yang melihat kakaknya mengabaikan nya itu langsung mengambil buku yang dipegang kakak nya itu.


"memei, kau....."


"kakak, kau harus mendengarkan aku, kenapa kau selalu sibuk dengan urusan negara. bukankah ayah masih ada untuk hal seperti itu". ucap Zhi yang dengan wajah cemberut.


"baiklah aku akan mendengarkan mu, jadi apa yang ingin adikku ini katakan". sambung Liu Yaoshan dengan wajah tersenyum.


"aku ingin bertanya, apakah kakak tidak menyukai jiejie Han Yue?". tanya Zhi yang.


"apa meimei sudah bertemu dengannya? Apakah dia membicarakan yang aneh-aneh dengan mu?". tanya Liu Yaoshan balik


"dia tidak membicara apapun, tadi aku bertemu dengannya di toko pakaian". jawab Zhi yang.


"syukurlah, sebaiknya kau jangan bergaul dengannya". ucap Liu Yaoshan menghasut adiknya perempuannya.


"loh kenapa? bukankah dia wanita yang baik, keren, selain itu dia juga tidak kalah cantik dengan ku". ucap Zhi yang berusaha memuji Han Yue.


"dia tidak seperti wanita pada umumnya. aku tidak ingin kau terpengaruh olehnya".


"maksud Kakak?". Tanya zhi yang


"dia wanita yang sangat kasar dan selalu bergaul dengan banyak pria".


"tapi Ka, bukankah itu hal yang wajar karena memang lingkungan jiejie seperti itu. dikelilingi oleh banyak pria, apalagi yang aku dengar dia juga tidak memiliki seorang ibu sama seperti kita".


mendengar adiknya berkata seperti itu, seketika Liu Yaoshan terdiam dan merasa jika yang dikatakan Zhi yang itu benar, bahwa putri mahkota bersikap seperti itu karena tidak ada sosok ibu yang mengajari nya untuk berperilaku selayaknya seorang wanita.


"lihatlah, kau sendiri sudah mengakui bahwa dia akan menjadi istrimu". ucap Zhi yang menggoda kakaknya dengan ekspresi senyum lebar.


"memei kau.......". ucap Liu Yaoshan terhenti


"baiklah ka, aku harus pergi, aku ingin melihat pakaian baruku". sela Zhi yang mengabaikan Kakak nya dan langsung pergi.


"huhh.....anak itu". ucap Liu Yaoshan menghela nafasnya karena melihat tingkah adik yang disayanginya itu.


malam hari di kediaman Wang Chunying


Wang Chunying yang sedang duduk di kamar memegang secarik surat dari bawahannya dan membacanya.


tiba-tiba seorang pria misterius dengan menutupi wajahnya memasuki kamar Wang Chunying.


swishh ...........


syut,syut.........


pria misterius tersebut mengayun kan pedang nya kearah Wang Chunying, lalu Wang Chunying berhasil menghindari nya dan segera mengambil pedangnya yang ada di atas mejanya.


swishh........


zrak............


zrak............


Slash.........


Wang Chunying pun meladeninya dengan pedangnya sampai pria misterius itu melukai lengan atas Wang Chunying, tetapi akhirnya Wang Chunying berhasil menahan pria misterius itu dengan membuat nya berlutut sambil memegang kedua tangannya.


"sepertinya atasan mu itu sangat berani, sampai ingin membunuh ku di kediaman ku sendiri". tanya Wang Chunying kepada pria itu dengan aura dinging


"heh...itu karena kau pantas untuk mati". jawab pria misterius itu dengan angkuhnya


"sayangnya, bukan aku yang akan mati hari ini". ucap Wang Chunying membiasakannya kepada pria misterius tersebut, dia pun mengambil pedangnya dan menebas leher pria yang ada didepannya.


para pengawal nya pun segera masuk ke kamar Wang Chunying karena mendengar keributan dari dalam kamarnya.


"bawa mayat ini keluar". suruh Wang Chunying dengan tatapan mata yang mengerikan.


"baik tuan!" ucap pengawal kediamannya.


"tuan saya akan memanggil tabib untuk anda". ucap salah satu pengawal nya yang melihat darah mengalir dari lengan atas Wang Chunying sebelah kanan.


"itu tidak perlu, aku bisa mengobatinya sendiri". balas Wang Chunying kepada sang pengawal


para pengawalnya pun pergi membawa pria misterius tadi yang sudah dibunuh oleh Wang Chunying dan membereskan kekacauan yang ada di dalam kamar Wang Chunying.


lingkungan istana kekaisaran.


Zhi yang keluar dari kediaman nya untuk mencari udara segar setelah makan malam dan berkeliling istana, dari kejauhan dia melihat sebuah kediaman istana yang megah, akan tetapi kediaman itu pintunya terkunci dan dijaga oleh para pengawal di depan pintu kediaman, langkahnya pun terhenti di depan kediaman tersebut.


"ada apa ini, kenapa saat aku melihat bangunan ini rasanya begitu akrab dan merasa jika aku harus masuk kedalam". batin zhi yang melihat kediaman tersebut dibalik pintu yang terkunci.


"Li mei, kediaman siapa ini dan kenapa pintunya dikunci". Tanya Zhi yang kepada Li mei penasaran.