
Istana timur, ruang baca kaisar
"hamba menghadap kaisar"
"Yaoshan menghadap ayahanda"
"aku sudah mendengar tentang kejadian hari ini, bagaimana bisa seorang penyusup memasuki istana yang jaga sangat ketat" ucap sang kaisar kepada dua pemuda yang ada dihadapannya.
Liu Yaoshan dan Wang Chunying mendatangi sang kaisar untuk memberikan penjelasan atas kejadian yang terjadi saat perlombaan memanah berlangsung.
"yang mulia tenang saja, hamba sudah menangkap pelaku yang menyerang putra mahkota".
"kemampuan mu tidak perlu diragukan lagi jenderal Wang, yang aku bicarakan adalah pengawal istana yang kurang kompeten"
kaisar yang merasa jika pengawal istana yang berjaga sudah melalaikan tugasnya, dan kaisar merasa marah sehingga ingin menghentikan acara perburuan demi keamanan putra sulungnya.
"ayahanda itu tidak perlu dilakukan"
"apa maksudmu, kau tahu jika nyawamu itu sedang terancam"
"aku mengerti atas kekhwatiran ayahanda terhadap ku, tapi aku tidak ingin ayanda menghentikan acara perburuan nya hanya demi diriku"
Liu Yaoshan memberitahu kepada kaisar jika Zhi yang bersemangat ingin mengikuti acara perburuan, dan dia tidak ingin jika adik perempuan nya itu merasa sedih karena mengkhawatirkan nya.
"ayahanda tidak perlu mengkhawatirkan ku, karena aku bisa melindungi diri ku sendiri".
"yang mulia, yang dikatakan putra mahkota itu benar lagipula saya juga akan berada di samping putra mahkota, jika perlu saya akan menyuruh pengawal kediaman saya untuk melindungi putra mahkota". ucap Wang Chunying untuk meyakinkan kaisar agar tidak membatalkan acara perburuannya.
"baiklah, jika itu kemauan mu. aku akan menyuruh Kasim Yao untuk mempersiapkan semuanya"
"ayahanda, terimakasih karena sudah memenuhi permintaan ku". ucap Liu Yaoshan kepada Ayahnya sang kaisar, lalu kaisar membalasnya dengan senyuman.
Lalu Liu Yaoshan dan Wang Chunying segera pergi dari hadapan sang kaisar, mereka berjalan bersama menyusuri lingkungan istana sambil berbincang.
"bagaimana dengan orang itu, kau sudah menyelidikinya?". tanya Liu Yaoshan kepada Wang Chunying.
"dia belum mengatakan apapun putra mahkota, tapi kita akan segera mengetahuinya". Jawab Wang Chunying dengan ekspresi wajah yang serius.
"baiklah, aku serahkan semuanya kepada
mu". sambung putra mahkota, lalu pergi terlebih dahulu menuju ke kediaman nya.
kediaman Zhi yang
terlihat Zhi yang yang sedang duduk di salah satu ruangan di kediamannya. didepan mejanya terdapat beberapa makanan ringan yang sudah disiapkan pelayan nya.
"kau ini terlalu berlebihan, kau tenang saja aku tidak akan jatuh sakit hanya karena belum makan. aku sedang memikirkan kejadian tadi"
Zhi yang merasa tidak ada yang beres atas kejadian yang dialami putra mahkota, dia berpikir bagaimana bisa ada orang yang begitu berani menyerang putra mahkota di dalam istana seorang diri.
"maksud putri orang yang menyerang putra mahkota"
"yaa kau benar. Ming Huo bagaimana menurut mu, orang yang menyerang kakak tadi?". tanya Zhi yang meminta pendapat dari Ming Huo.
"putri, saya rasa orang itu tidak berniat untuk menyerang putra mahkota, akan tetapi dia hanya mengatakan panahnya ke arah putra mahkota. jika dia berniat untuk menyerang maka dia akan mengarahkan panahnya tepat kearah jantung putera mahkota". Jawab Ming Huo dengan pengamat nya atas kejadian yang dia lihat.
"yang dia katakan ada benarnya". Batin Zhi yang
di tengah percakapan mereka, tiba-tiba seorang pelayan wanita menghampiri Zhi yang dan berkata jika ada seseorang yang ingin bertemu dengannya.
"Wang Chunying!". gumam Zhi yang melihat orang yang ingin bertemu dengannya adalah Wang Chunying dan bersama pengawal kediamannya yang membawa sebuah kotak yang besar.
"jenderal Wang ada urusan apa kau ingin menemui ku?". tanya Zhi yang kepada Wang Chunying yang datang secara tiba-tiba.
"Putri, kau baik-baik saja sekarang?". tanya balik Wang Chunying memasang ekspresi wajah yang khawatir karena melihat keadaan Zhi yang di acara perlombaan.
"terimakasih karena kau sudah mengkhawatirkan ku, sekarang aku baik-baik saja, tadi aku hanya terkejut melihat kakakku diserang". jawab zhi yang dengan senyum tipis di wajahnya.
melihat perlakuan Wang Chunying selama ini terhadapnya dan selalu mengkhawatirkan nya Zhi yang merasa aneh karena dia pikir jika Wang Chunying dengan nya tidak begitu akrab sehingga tidak memungkinkan jika Wang Chunying menyukainya.
"sepertinya aku terlalu berpikir berlebihan tentang nya". batin Zhi yang
"ngomong-ngomong ada urusan apa sehingga membuat jenderal Wang datang ke kediaman ku?". tanya Zhi yang mengulangi pertanyaannya.
"aku ingin memberikan benda ini sebagai hadiah dariku karena kau sudah berhasil menyelesaikan pelatihan dariku". Jawab Wang Chunying sambil menunjukkan busur yang di pegang bawahannya, lalu dia memberikan nya kepada Zhi yang.
Zhi yang pun membuka kotak besar yang diberikan Wang Chunying, Zhi yang merasa kagum dengan apa yang dilihatnya itu, yaitu sebuah busur dengan disain yang sangat indah serta terdapat namanya yang terukir di busur tersebut.
"wah...ini sangat indah, apakah busur ini sungguh untukku?". tanya Zhi yang sambil memegangi busurnya itu.
"tentu saja ini untuk mu, jika tidak untuk apa aku menambahkan namamu di busur itu". Jawa Wang Chunying dengan ekspresi wajah yang bahagia melihat Zhi yang senang atas hadiah pemberian nya.
"tapi aku tidak menyiapkan hadiah apapun untuk mu, bagaimana kalau setelan acara perburuan". ucap Zhi yang tiba-tiba melihat kearah Wang Chunying
"putri tidak perlu merasa sungkan, kalau begitu aku tidak akan berlama-lama berada di sini karena masih banyak urusan yang harus diselesaikan". sambung Wang Chunying dengan senyuman samar diwajahnya melihat kearah Zhi yang.
Zhi yang pun hanya bisa melihat Wang Chunying pergi membelakanginya tanpa berkata apapun.