
"Meimei baik-baik saja, kau harus berhati-hati".
Xiu Ying berpikir jika Zhi yang tidak akan membantu nya karena sifat arogan nya yang selama ini Zhi yang tunjukkan, dia terkejut karena Zhi yang membantu nya untuk berdiri.
Zhi yang yang melihat feng Chang mendekat, berpura-pura membantu xiu ying berdiri dan menarik tubuh xiu ying kearahnya dengan memegang tangannya sehingga xiu ying berpikir Zhi yang ingin berbuat jahat kepadanya, lalu dia menghempas kan tangan Zhi yang. melihat kesempatan itu Zhi yang sengaja menjatuhkan diri.
"Aiyoo.....kakiku, meimei apa yang kau lakukan? Aku berusaha membantu mu bangun". Ucap Zhi yang dengan wajah berpura-pura kesakitan.
"Ini......" Ucap xiu ying dengan mata terbelalak.
"Kaka feng!". panggil xiu ying
"Xiu ying apa yang kau lakukan?". tanya Feng Chang
*karena mereka bertiga teman masa kecil. jadi Feng Chang langsung panggil nama tanpa embel-embel.
"Kayaknya kakiku jadi luka beneran". Batin Zhi yang, yang tidak tahu jika tempat dia terjatuh ada sebuah batu ukuran sedang yang mengakibatkan pergelangan kakinya terbentur.
"Kau baik-baik saja". Sambil menyodorkan tangannya untuk membantu zhi yang.
"Ya..?". Ucap zhi yang
"Loh kenapa dia membantuku, bukankah dia tidak menyukai putri Zhi yang!". Batin Zhi yang.
Dari kejauhan terlihat wang Chunying yang tersenyum tipis melihat semua kejadian yang dia lihat dan apa yang diperbuat zhi yang dari kejauhan.
"Tuan sepertinya akhir-akhir ini kita selalu ke istana". Ucap luo Ying tiba-tiba
"Bukankah kau juga tahu jika aku memiliki hal penting yang harus dibicarakan dengan putra mahkota". Ucap wang Chunying dengan ekspresi datarnya, lalu mereka menghampiri tempat kejadian yang mereka lihat.
"Itu tidak perlu, aku bisa bangun sendiri" ucap Zhi yang yang masih duduk karena jatuh.
Feng chang masih mengulurkan tangannya walaupun zhi yang sudah berkata tidak, zhi yang pun terpaksa menerima bantuannya dan saat tangannya ingin memegang feng Chang. zhi yang terkejut karena yang dipegangnya bukanlah tangan feng Chang melainkan wang Chunying yang menyingkirkan tangan feng chang
"Tuan Wang apa yang kau lakukan?". Tanya Feng chang dengan nada agak kesal.
"Tidak pantas jika seorang pria yang sudah bertunangan membantu wanita lain di depan tunangannya, jadi aku membantu putri Zhi yang agar tidak disebut sebagai perusak hubungan saudara nya sendiri". Dengan ekspresi datar sambil melihat feng Chang dengan tatapan sinis.
"Tuan wang aku berterimakasih karena kau sudah membantu ku, aku pikir kau tidak perlu mengatakannya karena bagiku itu bukanlah hal yang penting. kalau begitu aku pergi dulu karena aku tidak ingin berlama-lama disini ". Ucap zhi yang.
"Aww......."
"Putri kau baik-baik saja?, Sepertinya kaki mu terluka". Tanya Wang Chunying.
"Aku baik-baik saja". Jawab Zhi yang.
"Aku akan mengantarmu". Ucap feng chang menyela pembicaraan mereka.
"Kakak feng!". Xiu ying dengan wajah yang cemberut melihat Feng Chang melakukan itu.
Setelah itu mereka berdua segera pergi, saat sudah membalikkan badannya dari pandangan Feng Chang dan xiu ying. secara tiba-tiba wang Chunying menggendong zhi yang dengan kedua tangannya.
"Ehh....wang Chunying! Apa yang kau lakukan".Tanya Zhi yang memasang wajah terkejut.
"Bukankah putri yang meminta ku untuk mengantar mu, jadi aku yang memutuskan bagaimana cara aku mengantar mu".
Ucap wang Chunying dengan nada yang menggoda Zhi yang sambil melihat ke arah depan.
"Jendral wang tolong turunkan aku". Ucap Zhi yang, wang Chunying yang mendengarnya hanya mengabaikan perkataan zhi yang.
Saat mereka berjalan ke istana putri, Wang Chunying tidak menurunkannya samasekali. karena hal itu zhi yang merasa tidak enak lalu meminta untuk diturunkan." Jendral wang sebaiknya kau turun kan aku disini, jika tidak lenganmu itu tidak akan bisa memegang senjata lagi". Ucap Zhi yang
"Putri tenang saja, aku bukanlah orang yang selemah itu. Sepertinya kau lupa jika aku adalah orang yang sudah mengalahkan puluhan ribu tentara musuh di medan perang". Sambung wang Chunying dengan wajah tanpa ekspresi membanggakan dirinya sendiri.
"Yaa! Kau benar sepertinya aku memang lupa". Ucap Zhi yang dengan setengah senyum .
setelah beberapa saat akhirnya mereka sampai di istana putri, lalu mereka masuk ke kediaman. Ming huo yang dari tadi menghilang sudah berada di depan pintu kamar putri yang di layani nya dan menghampiri zhi yang yang sedang digendong wang Chunying, lalu wang chunying segera menurunkannya.
"Ming huo dari mana saja kau?". Tanya zhi yang.
"Tadi saya melakukan panggilan alam putri". Jawab Ming huo yang berbohong.
"Istana sangat besar, seharusnya kau bertanya kepada ku". Ucap zhi yang.
"Tadi saya terburu-buru putri, jadi saya langsung pergi dan bertanya kepada pelayan istana". Sambung ming huo.
Setelah menyelesaikan percakapannya, Zhi yang masuk ke kamar nya yang dipapah oleh wang Chunying, setelah dia duduk di bangku yang ada di kamarnya. Wang Chunying langsung membuka sepatu dan kaus kaki zhi yang.
"Tuan Wang apa yang kau lakukan?". Tanya zhi yang
"Cepat ambilkan air dan kain".
"Baik tuan" ucap li mei
Lalu Wang Chunying mengelap kaki Zhi yang dan mengeluarkan obat dari dalam bajunya untuk di oleskan ke pergelangan kaki zhi yang.
"Apa yang kau lakukan, aku bisa mengoleskan nya sendiri". Ucap zhi yang terkejut karena perilaku baik wang Chunying kepadanya.
wang Chunying mengabaikan perkataan zhi yang dan melanjutkan mengoleskan obat nya.
"dia selalu saja membuatku terkejut atas perlakuannya itu". batin Zhi yang
"Oleskan obat ini kepadanya setiap hari". Wang Chunying memberikan obatnya kepada Li mei.
"Terima kasih....". Ucap Zhi yang sambil menatap wang Chunying.
Setelah selesai mengobatinya wang Chunying segera pergi dari kamar nya dan langkah nya terhenti di depan pintu kamar, lalu berdiri di sebelah ming huo yang ada di depan pintu.