The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
chap 4



"katakan padaku, bagaimana hubungan antara Zhi yang dan kakaknya".


Tanpa sadar Zhi yang mengatakan yang tidak seharusnya dia katakan.


"Maksud putri?".


Tanya li mei memasang ekspresi yang bingung karena pertanyaan Zhi yang.


"Maksudku hubungan ku dan kakak ku, karena aku tidak mengingat nya, kau bilang aku adalah seorang putri yang tidak berperilaku baik. tapi kenapa putra mahkota terlihat menyayangi ku?".


"Semenjak meninggal nya ratu pertama, putri hanya mengandalkan putra mahkota sebagai sandaran. Kakak putri yang saat itu masih berstatus pangeran secara tiba-tiba diangkat menjadi putra mahkota oleh kaisar, sejak saat itu putra mahkota tidak bisa menghabiskan waktu luang nya bersama putri. jadi Putri merasa jika putra mahkota tidak menyayangimu lagi". Penjelasan Li mei


"Lalu berapa anak yang dimiliki kaisar saat ini?". Tanya Zhi yang kepada li mei.


"Sepertinya putri sudah melupakan banyak hal. aku sangat sedih melihat putri menjadi seperti ini". Batin li mei sampai membuat nya melamun.


"Ada apa? cepat jelaskan semuanya, aku ingin mengetahuinya".


"Yang mulia kaisar memiliki tiga orang pangeran dan dua orang putri. Yang pertama adalah putra mahkota yaitu anak dari ratu pertama termasuk putri, lalu permaisuri memiliki dua orang putra yaitu pangeran kedua Liu xing sheng dan pangeran Liu changhai yang berbeda tiga tahun lebih muda dari putri ".


"Lalu bagaimana dengan saudara perempuan ku. Apakah dia juga anak permaisuri?". Tanya Zhi yang mengenai saudara perempuannya Hien xiu ying.


" Tuan putri xiu ying empat bulan lebih muda dari putri, dia putri dari seorang selir kecil yang sudah meninggal, lalu putri xiu ying diangkat dan dirawat oleh permaisuri seperti anaknya sendiri".


"Jadi dia hanya anak seorang selir kecil, bagaimana bisa kaisar menjodohkannya dengan laki-laki yang disukai oleh putri nya dari seorang ratu pertama". Ucap Zhi yang dengan wajah tak acuhnya.


"Putri, anda jangan berbicara seperti itu, bagaimana jika ada yang mendengarnya".


Li mei terkejut karena mendengar perkataan Zhi yang lalu dia segera menutup pintu kamar Zhi yang karena takut jika seseorang akan mendengar nya.


"Bukankah aku seorang putri, kau tidak perlu takut seperti itu".


keesokan harinya Zhi yang memutuskan untuk berjalan mengelilingi istana sekaligus menemui sang kaisar, Zhi yang berjalan menuju ke arah istana timur tempat kediaman kaisar.


"Plaakkkkk......."


"Beraninya kau pelayan rendahan mengotori gaun putri"


seketika langkah Zhi yang dan para pelayannya terhenti karena melihat suatu pertengkaran dari kejauhan. Lalu mereka menghampirinya.


"Apa!! Bukankah itu Xin xin". Batin Zhi yang yang melihat wajah Xiu ying mirip dengan sahabat nya. Zhi Yang perlahan mendekati xiu ying, semua orang tertuju melihat kearahnya karena terkejut dengan penampilan Zhi Yang yang terlihat berbeda.


"Bangunlah, ada apa ini!"


"Pu-putri". Ucap seorang pelayan yang terbata-bata.


Zhi Yang berusaha membantu pelayan itu berdiri, semua pelayan mata nya melebar dan melihat satu sama lain karena melihat putri yang mereka kenal tidak akan melakukan hal seperti itu.


"Kenapa kau menampar nya?". Tanya Zhi yang kepada mei yin.


"Pelayanan rendahan ini sudah mengotori gaun tuan putri kedua, jadi saya menampar nya karena dia pantas mendapatkan nya putri". Jawab mei yin


"Apa hak mu sebagai pelayan yang menghukum pelayan lainnya". Ucap Zhi yang dengan nada yang tegas.


"jiejie, ini semua salahku karena tidak bisa mendidik pelayan ku sendiri, aku akan memberi hukuman kepada nya nanti". xiu ying menyela dan berusaha membela pelayan nya.


"Sepertinya meimei tidak bisa mendidik pelan sendiri. dia akan menyadari kesalahannya jika langsung dihukum, jadi aku yang akan memberi nya hukuman atas masalah ini". Dengan tatapan yang tajam melihat ke arah pelayannya, Xiu Ying merasa aura Zhi yang berbeda tidak seperti sebelumnya dan dia juga terkejut atas sikap Zhi yang yang membela pelayan tersebut.


*Meimei : panggilan untuk adik perempuan


"Plakk......plakkk......."


Semua orang terkejut karena melihat Zhi yang menampar Mei yin


"Kau pergilah, pelayan putri xiu ying yang akan membereskannya. Li mei ayo kita jalan ayahanda sudah menungguku".


Zhi Yang menyuruh pelayan yang ditolongnya untuk pergi, lalu segera pergi dari tempat itu meninggalkan xiu ying.


"Kau baik-baik saja?". tanya xiu ying.


"Saya baik-baik saja putri. tapi kenapa putri membiarkan wanita seperti itu mempermalukan mu" ucap mei yin dengan berani membicarakan seorang putri.


"diam lah bagaimana jika ada yang mendengarnya. kau tidak boleh membicarakan seorang putri seperti itu, harusnya kau instrospeksi diri untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama".


"Baiklah putri". ucap meiyin


"Bagaimana bisa putri memiliki hati yang selembut ini". batin meiyin pelayan xiu ying.