
Beberapa hari kemudian. Sambil menyilangkan tangan nya, Zhi yang berjalan bolak-balik didalam kamar memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa kembali ke masa depan dan dia juga tidak tahu bagaimana keadaan dirinya yang ada di masa depan.
"Aku harus memikirkan bagaimana caranya agar bisa kembali, aku tidak ingin berdiam diri disini sampai menunggu ajal ku". Li mei yang melihat keadaan Zhi Yang dari kejauhan segera menghampirinya.
"Sepertinya putri merasa bosan, sejak kejadian hari itu putri selalu di dalam kamarnya. Aku harus mengajaknya untuk berjalan-jalan". Batin Li mei
"Putri apa yang sedang anda lakukan?, bagaimana jika kita berjalan-jalan mengelilingi istana". Ajak li mei
"Li mei aku membutuhkan uang, apakah kita memiliki uang?". Tanya Zhi yang
"Uang bulan ini sudah habis putri".jawab li mei
"Apa! bagaimana bisa kita sama sekali tidak memiliki uang!!".
"Itu... karena Putri selalu membeli banyak perhiasan dan pakaian jadi semua uangnya habis, yang mulia juga sudah mengurangi anggaran istana ini sebagai hukuman untuk putri karena selalu hamburkan uang".
Ucap li mei dengan nada yang agak cemas takut Zhi yang marah karena tidak memberitahunya.
"Patas saja saat terbangun aku melihat tubuh ku dipenuhi dengan perhiasan". Ucap Zhi yang.
"Tapi untuk apa putri membutuhkan uang, apakah putri ingin membeli sesuatu?".
Tanya li mei dengan rasa penasaran.
"Aku ingin menyewa pengawal". Jawab zhi yang
sambil menggeledah setiap lemari, untuk mencari sisa uang yang ada.
"Tapi untuk apa putri menyewa pengawal". tanya Li mei
"Untuk membunuh orang. tentu saja untuk melindungi ku, jadi aku membutuhkan banyak uang". Dengan wajah yang serius Zhi yang berusaha menggoda li mei.
"Putri bukankah di istana memiliki banyak pengawal".
"Mereka semua tidak bisa dipercaya, kau ini kenapa banyak sekali bertanya. aku punya ide". setelah terlintas sesuatu dipikirannya, Zhi yang langsung pergi berjalan menuju suatu tempat.
"Kita akan pergi kemana putri".
Ucap li mei sambil mengejar langkah Zhi yang.
Saat sudah keluar dari pintu kediamannya langkah Zhi yang terhenti karena melihat para pelayan mondar mandir ke kediaman Hien xiu ying yang tepat di depan kediamannya.
mereka berada di istana barat tempat kediaman para pangeran dan putri.
"Kalian tahu aku dengar kediaman feng membawa banyak hadiah untuk putri". Ucap pelayan istana.
"putri sangat beruntung bisa bertunangan dengan kediaman feng". Ucap pelayan istana lainnya.
"Hei apa yang kalian lakukan cepat lah bekerja, jangan bermalas-malasan".
Ucap kepala pelayan lalu memberi hormat kepada Zhi yang yang berada di depan pintu.
"Ada apa ini?, kenapa banyak pelayan ke tempat xiu ying". tanya Zhi yang kepada kepala pelayan.
"Putri, yang mulia kaisar memerintahkan membawa semua hadiah pemberian keluarga Feng ke istana putri xiu ying".jawab kepala pelayan.
"Ternyata walaupun sudah tidak mengingat apapun, kebiasaannya putri masih tetap sama, cara berjalannya yang seperti itu jika sedang terburu-buru dan tidak memikirkan reputasinya". Batin li mei yang mengikuti Zhi yang dibelakangnya.
Zhi Yang melihat liu yaoshan dari kejauhan yang berada di jembatan kecil penghubung istana, terlihat seorang pria yang memakai pakaian berwarna hitam yang sedang mengobrol dengan Liu yaoshan .
"putri, jangan berlari seperti itu". Ucap Li mei
"Kakak"
"Tidak, jangan sekarang" batin zhi yang
"meimei!!"
Zhi Yang hampir terjatuh karena tersandung akibat berjalan dengan cepat, lalu pria yang sedang mengobrol dengan kakak nya tepat berada di depannya dan menangkap Zhi yang sehingga dia tidak terjatuh.
"Kau tidak apa-apa". Tanya seorang pria yang menolongnya.
"ya! aku baik-baik saja, terimakasih sudah menolong ku". Jawab Zhi yang sambil tersenyum kecil dan mengucapkan terimakasih kepada pria yang ada di depannya.
"meimei berhati-hatilah, kenapa kau berjalan seperti itu".
"aku hanya senang melihat Kakak dari kejauhan jadi aku berlari kesini". ucap Zhi yang yang merasa malu karena tingkahnya.
"Dia wang chunying, putra mendiang jendral Wang dan sekarang dia mengganti kan ayah nya menjadi jendral yang hebat di usianya yang masih muda". Ucap yaoshan yang memperkenalkan pria yang ada di depannya.
"putra mahkota terlalu memuji". sambung Wang Chunying.
"itu memang sangat hebat. Aku Liu Zhi yang". Ucap Zhi yang memperkenalkan namanya sambil mengangkat tangannya untuk bersalaman.
"Aku sampai lupa karena terbiasa memperkenalkan diri seperti itu".
Batin Zhi yang yang sadar melakukan kesalahan.
"ohh..ya! tangan ku gatal". ucap Zhi yang yang mengalihkannya dengan menggaruk tangannya.
"putra mahkota, kalau begitu saya pamit pergi". Ucap wang Chunying segera pergi sambil menatap zhi yang.
"Aneh, kenapa dia melihat ku seperti itu". batin Zhi yang.
"Kakak bolehkah aku meminta sesuatu darimu".
Pinta Zhi yang kepada kakaknya.
"Tentu saja, aku akan memberikan semua yang adikku inginkan". Ucap liu yaoshan.
"Aku ingin meminta uang untuk membeli hadiah pertunangan meimei, uang ku sudah habis jadi.....". Jawab Zhi yang membohongi liu Yaoshan dengan wajah memelas.
"ikutlah denganku aku akan memberikan nya".
Ucap liu yaoshan dengan senyuman yang dipenuhi kasih sayang.
"Sungguh!?, Terimakasih kak". Segera mereka berjalan menuju istana putra mahkota untuk mengambil uang.