
Zhi yang melihat kearah sebrang yang terdapat penjual permen Tanghulu, mereka berdua melihat anak kecil yang sedang merajuk sambil memegang permen Tanghulu yang masih utuh dan anak kecil itu tiba-tiba membuang permennya di tengah jalan.
"nak kau tidak boleh membuang makanan seperti itu, jika tidak ibu tidak akan membelikan nya lagi". Ucap sang ibu anak kecil itu.
"Ibu, aku minta maaf". Balas sang anak kecil
memasang ekspresi bersalah.
"aku pikir anak kecil di zaman ini lebih baik, ternyata semua anak kecil sama saja mau di zaman modern ataupun zaman kuno". Gumam Zhi yang.
"Sayang sekali permennya". Ucap Zhi yang sambil melihat ke arah permen Tanghulu yang dibuang.
"Kau ingin permen itu?" Tanya Wang Chunying
yang dia pikir Zhi yang ingin memakan Tanghulu
"Tuan muda berhenti!!". Suara pria dari kejauhan yang sedang mengejar.
"Katakan padanya aku tidak mau kembali sekarang!! aku masih ingin bersenang-senang!!".
"Aku......". Ucap Zhi yang terhenti karena melihat seorang remaja laki-laki berlari ke arahnya dan Wang Chunying yang melihatnya segera menarik tangan Zhi yang kearahnya agar tidak tertabrak remaja itu.
Remaja itu terus berlari sampai tidak sadar jika ada permen tanghulu didepannya.
"Bruk..........".
Remaja itu terjatuh dalam keadaan tengkurap karena terpeleset permen tanghulu tadi.
"Hahaha.......ibu lihatlah dia terjatuh karena permen ku". Ejek anak kecil yang masih di tempat itu
"Huss diam lah, ayo kita pulang kau ini, aku harus memberikan pelajaran kepada mu". Ucap sang ibu lalu mereka segera pergi.
Zhi yang yang melihat remaja itu terjatuh di depannya langsung membantunya untuk berdiri.
"Kau baik-baik saja?". Tanya Zhi yang
"Aku baik-baik saja, terima kasih". Ucap remaja itu sambil membersihkan pakaiannya dari kotoran tanpa melihat orang yang menolongnya.
"Astaga hidung mu mengeluarkan darah, kau punya sapu tangan?". Tanya Zhi yang melihat kearah Wang Chunying dan dia memberikannya.
Zhi yang langsung memberikan sapu tangan itu kepada remaja tersebut, saat remaja itu ingin mengambil sapu tangannya dan melihat wajah Zhi yang tiba-tiba remaja itu menghempaskan tangan Zhi yang.
"kau tidak perlu berpura-pura perduli seperti ini!". Ucap remaja tersebut dengan ekspresi dingin langsung pergi dari hadapan Zhi yang.
"Nona terima kasih sudah membantunya, aku minta maaf atas perlakuan tuan muda saya. Kalau begitu saya permisi". Ucap pengawal remaja itu yang tidak tahu jika wanita yang didepannya adalah seorang putri.
"Ada apa dengan nya?, seharusnya aku tidak menolong nya tadi". Ucap Zhi yang, yang kesal karena perlakuan remaja tadi.
"Tapi kau sudah menolong nya putri". sambung Wang Chunying dengan ekspresi datarnya.
"kau......". Ucap Zhi yang yang terhenti sambil melihat ke arah Wang Chunying.
"Lupakan saja anak itu, bukankah kau lapar? jadi ikutlah denganku". Ajak Wang Chunying
Kembali ke restoran ujung jalan tadi
Terlihat seorang pelayan restoran yang menghampiri meja Wang Chunying dan Zhi yang sambil membawa banyak menu makan yang telah dipesan oleh Wang Chunying.
"Makanlah, semua ini milikmu". Suruh Wang Chunying
"Kau tidak makan?"
"Kalau dia tidak ikut makan, lalu untuk apa memesan makanan sebanyak ini". Batin Zhi yang
"Makanan ini terlalu banyak untukku, kalian berdua kemari lah". suruh Zhi yang kepada kedua pengawal Wang Chunying yang duduk di meja sebelah mereka, Wang Chunying yang melihat nya dibuat bingung oleh tingkah Zhi yang.
"Kami berdua?". Ucap keduanya menatap satu sama lain
"Ada apa putri?". Tanya luo ying
"Duduklah makan bersama ku, aku tidak ingin memakan makanan ini sendiri, makanan ini terlalu banyak untuk ku". Jawab Zhi yang sambil melihat ke arah Wang Chunying.
"Duduklah". Ucap Wang Chunying.
Lalu mereka memakan makanan nya bersama kecuali Wang Chunying, setelah mereka menyelesaikan makanan yang disajikan di meja, mereka segera pergi dari restoran.
"Sepertinya putri tidak bisa kembali ke istana sekarang, karena gerbangnya sudah ditutup".
"Lalu aku harus bagaimana?". Tanya Zhi yang.
"Luo Ming suruh kusir bawa keretanya kesini lalu kalian berdua pulang saja, aku akan kembali besok".
"Baik tuan". Ucap mereka berdua
Setelah kereta kudanya datang mereka berdua segera masuk ke kereta dan duduk bersebelahan, karena hanya ada satu tempat duduk yang mengarah ke depan terpaksa Zhi yang duduk di sebelah Wang Chunying.
"kenapa dia tidak bicara dan hanya diam saja, sepertinya di zaman ini harus perempuan yang memulai percakapan ". batin Zhi yang
"apakah aku harus mengajak nya berbicara? tapi aku tidak tahu harus membicarakan apa". batin Wang Chunying
Di tengah perjalanan mereka hanya berdiam diri tanpa mengatakan satu katapun dengan suasana yang canggung, sampai keretanya berjarak agak jauh di depan gerbang masuk istana.
"Apakah kita akan menunggu disini sampai pagi?". Tanya Zhi yang.
"Tentu saja karena kita tidak bisa masuk sekarang. Jadi, kau tidur saja dulu aku akan membangunkan mu saat matahari sudah muncul". Jawab Wang Chunying
"Situasi macam apa ini, aku tidak pernah membayangkan nya samasekali Kalau aku harus bermalam dengannya di dalam kereta kuda". Batin Zhi yang sambil melihat ke arah Wang Chunying.
"emm... baiklah aku akan tidur duluan".
"Hoam.......".
Zhi yang, yang merasa mengantuk langsung tidur dengan posisi kepala ke arah samping kereta dan Wang Chunying yang ada disebelahnya tidak tidur sama sekali sampai Zhi yang tertidur lelap. Secara tiba-tiba Wang Chunying perlahan menyenderkan kepala Zhi yang ke pundaknya.
Wang Chunying yang samasekali tidak tidur dan terjaga semalaman menyadari jika matahari sudah terbit, lalu dia membuka jendela kereta untuk memastikan nya.
"Apakah aku harus membangunkannya".
Batin wang Chunying sambil melihat ke samping wajah Zhi yang, yang masih ada di pundaknya.
"Tuan matahari sudah terbit". Ucap sang kusir
Wang Chunying yang menyadari Zhi yang terbangun karena suara kusir tadi, Wang Chunying tersentak melihat ke arah depan setelah sebelumnya memperhatikan wajah Zhi yang.
"Sudah pagi? I-ini.... sepertinya aku tidur terlalu nyenyak sampai menyender ke pundakmu". Ucap Zhi yang terkejut melihat dirinya tertidur di pundak wang Chunying.
"Apakah pundak mu merasa pegal?". Tanya Zhi yang sambil ingin menyentuh pundak wang Chunying.
"Tidak! sebaiknya kita segera masuk ke istana". Ucap Wang Chunying yang langsung menghindar dan langsung keluar dari kereta.
"apakah aku sudah berlebihan?". gumam Zhi yang bingung melihat tingkah Wang Chunying.