The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 23 *belajar memanah



Kediaman putra mahkota


Dengan memasang ekspresi wajah yang senang Zhi yang tidak sabar ingin segera mempelajari cara memanah, dia pun mempercepat langkahnya ke ruang belajar putra mahkota untuk bertemu kakak nya itu. setelah sampai di depan pintu Zhi yang melihat putra mahkota dengan pria yang ditemui nya setiap saat.


"Kakak". Panggil Zhi yang dengan ekspresi senyuman manis


"Meimei kau sudah datang". Ucap Liu Yaoshan yang sedang duduk di meja yang di penuhi banyak berkas.


Terlihat Wang Chunying yang sedang duduk di depan Zhi yang yang sedang berdiri di antara empat tempat duduk yaitu di kanan kirinya, lebih tepatnya Zhi yang berdiri di tengah menghadap ke depan Liu Yaoshan dan Wang Chunying yang sedang duduk di sebelah kanannya.


"Kakak kau bilang aku akan belajar memanah hari ini". Ucap Zhi yang dengan wajah yang berekspektasi.


"Ya, aku langsung memberitahukan mu semalam karena kau terlihat begitu semangat, jadi aku mengundang gurunya hari ini". Ucap Liu Yaoshan kepada adiknya dengan wajah tersenyum.


"Tapi kak, dimana gurunya?". Tanya Zhi yang sambil melihat ruangan kesegala arah.


"Dia ada disini". Jawab Liu Yaoshan.


"Kakak, maksudmu dia...?!"Tanya Zhi yang langsung melihat ke arah Wang Chunying yang sedang meminum secangkir teh.


"Yaa, mulai hari ini jenderal Wang yang akan mengajarimu memanah, dialah guru yang terbaik untukmu". Jawab Liu Yaoshan penuh semangat karena adiknya yang ingin belajar memanah.


"Seharusnya aku sudah menduganya dari awal". Batin Zhi yang sambil melihat kearah Wang Chunying dan tersenyum ke pada nya


Lalu Wang Chunying menaruh cangkir yang ada di tangan nya ke meja di sampingnya dan berdiri. "Kalau begitu putra mahkota, saya akan mengajak putri ke tempat berlatih". Ucap Wang Chunying memberi hormat nya kepada putra mahkota yang ada didepannya lalu segera berbalik dan berjalan.


"Putri cepat lah, kita tidak boleh membuang waktu". Ucap Wang Chunying sambil berjalan keluar.


"Ada apa? Cepat lah". Ucap Liu Yaoshan kepada Zhi yang yang masih mengarah ke hadapan nya.


"Ahh iya, kalau begitu Zhi yang pergi dulu". Balas Zhi yang tersenyum kepada kakaknya.


Di Lapangan, tempat para prajurit latihan.


Zhi yang dan Wang Chunying yang sudah sampai segera menuju ke tempat latihan nya.


"Woah.. lihatlah tempatnya sangat lebar". Ucap Zhi yang kagum melihat sekeliling lapang yang sudah dipenuhi papan sasaran yang berderet.


Melihat reaksi wajah dan apa yang diucapkan Zhi yang, Wang Chunying terlihat bingung karena Zhi yang bereaksi berlebihan.


"Putri sebaiknya kita mulai". Ucap Wang Chunying, lalu mereka menghadap ke arah papan sasaran.


"Luo Ying ambilkan busur". Suruh Wang Chunying.


"Baik, tuan".


Luo ying segera mengambilkan busur dan memberikannya kepada Wang Chunying.


"Ambillah". Ucap Wang Chunying memberikan busurnya kepada Zhi yang, lalu Zhi yang mengambilnya dengan satu tangan.


"Kenapa busurnya berat". Batin Zhi yang


Zhi yang pun langsung mengambil panah yang dipegang oleh Ming Huo, dia menghadap lurus ke depan lalu mengangkat kedua lengannya yang memegang busur dan panah.


"Putri!". Panggil Wang Chunying tiba-tiba.


"Yaa?".


"Kau salah, caramu berdiri dan mengangkat busur salah, seharusnya tidak seperti itu". Ucap Wang Chunying tegas mengajari Zhi yang.


Luo ying dan luo Ming yang ada di belakang mereka merasa jika tuanya itu terlalu tegas mengajar seorang wanita. "Sepertinya tuan tidak bisa membedakan antara laki-laki dan perempuan yang di ajarin nya, dia selalu saja bersikap seperti itu". Ucap luo ying


"Kau benar kakak, tuan memang seperti itu jika menyangkut hal yang seperti ini. Kau ingat, dulu aku bahkan dihukum jika melakukan kesalahan saat berlatih". Sambung luo ming.


Zhi yang yang mendengar nya merasa agak takut dan seketika bersikap serius untuk belajar memanah, agar tidak dihukum oleh Wang Chunying.


"Lihatlah, ikuti posisiku seperti ini". Ucap Wang Chunying mengajari cara posisi berdiri yang benar.


"Seperti ini?". Tanya Zhi yang


Melihat Zhi yang yang selalu salah memegang busur, membuat Wang Chunying tidak bisa menahan kesabaran untuk murid baru nya itu. Lalu akhirnya dia mencoba membantunya dari belakang yang akhirnya membuat wajahnya dan Zhi yang berdekatan.


Melihat hal itu, kedua pengawal nya membicarakan nya dengan berbisik satu sama lain. "Luo ming, aku menarik kata-kata ku tadi, lihatlah". Ucap luo ying.


"sepertinya tuan sudah pilih kasih, dulu tuan tidak pernah mengajariku seperti itu". Sambung luo ming.


"Kau ini benar-benar lamban, kenapa kau tidak mengerti maksud ku, sudahlah". Ucap luo ying merasa kesal karena tidak mengerti maksud perkataannya. Yang ada dipikiran luo ying tuannya itu sudah menyukai putri Zhi yang karena dia sudah melihat semua sikap tuannya terhadap Zhi yang.


"Ini terlalu dekat". Batin Zhi yang sambil melihat Wang Chunying yang sedang mengajarinya.


"Pegang busurnya dengan benar, angkat busurnya, tarik setengah, fokuslah dan lepaskan". Ucap Wang Chunying perlahan mengajari Zhi yang dengan tangan kiri yang memegang tangan Zhi yang di busurnya, dan tangan kanan memegang bawah lengan Zhi yang.


Setelah melepas panahnya, mereka semua terkejut karena panah yang ditembakkan Zhi yang tepat sasaran dan Zhi yang yang melihatnya merasa senang.


"Wah..tepat sasaran, sepertinya aku memang ahli dalam hal ini". Ucap Zhi yang percaya diri dengan ekspresi tersenyum lebar.


"Kau jangan senang dulu, sekarang putri cobalah membidik nya sendiri". Sambung Wang Chunying dengan wajah tanpa ekspresi.


"Ada apa dengan nya, gak bisa apa lihat orang seneng dikit, Humphh....". Gumam Zhi yang memasang ekspresi agak kesal.


"Ya, baiklah aku akan coba sendiri!". Ucap Zhi yang dengan menekankan kata (sendiri) sambil melihat Wang Chunying.


"Lagi!"


"Coba lagi"


"Putri kau harus menarik nya dengan benar".


"Ingat apa yang aku ajari tadi".


"Lagi".


Setelah mencobanya sendiri ternyata Zhi yang tidak bisa melakukannya dengan benar serta tidak tepat sasaran dan samasekali tidak mengenai papannya, lalu Wang Chunying menyuruhnya mencobanya berkali-kali sampai tengah hari.


"Aku lapar, kapan semua ini akan berakhir". Batin Zhi yang merasa kesal.


Wang Chunying yang melihat ekspresi Zhi yang mengerti apa yang harus dilakukan nya.


" Baiklah, sebaiknya kita mengakhiri latihan hari ini dua hari lagi aku akan kembali. karena kita masih memiliki banyak waktu". Ucap Wang Chunying.


"Terimakasih kasih guru atas bimbingannya, Kalau begitu aku pergi". Ucap Zhi yang dengan nada mengejek karena kesal, lalu dia dan pengawal nya segara jalan menuju kediaman nya.


Wang Chunying yang melihat sikap Zhi tadi merasa bingung."tuan sepertinya kau terlalu berlebihan dengan putri, bagaimana jika putri tidak menyukaimu karena hari ini". Ucap luo ming


"Aku rasa itu tidaklah berlebihan, jika dia belum bisa apakah aku harus menghentikannya dengan cepat? Aku tidak akan bersikap longgar hanya karena dia seorang putri. dia harus mengerti jika ingin mempelajari sesuatu harus terus berusaha dan tidak mengeluh".


Mendengar tuannya berkata seperti itu membuat luo ying tidak bisa berkata-kata.


" Kau memang benar tuan". Ucap Luo Ming tidak mengerti apa-apa


"Kau... sudahlah". Sambung luo ying melihat ke arah adik kembarnya dengan ekspresi tidak percaya jika dia memiliki adik yang bodoh dan tidak tahu apapun.


setelah itu Wang Chunying dan kedua pengawal nya segera pergi dari istana menuju kediaman nya.