
Setelah mereka berdua keluar dari kereta, mereka segera memasuki gerbang istana dan wang Chunying mengantar Zhi yang ke kediamannya. Lalu mereka berjalan dengan posisi Wang Chunying didepan Zhi yang.
"Seharusnya kau tidak perlu mengantar ku". Ucap Zhi yang.
"Kau yakin tidak perlu aku antar, lihatlah ke depan". Sambung Wang Chunying menyuruhnya melihat ke arah depan.
"Siapa dia? apakah Liu changhai, tapi dia tidak terlihat seperti remaja yang berumur 15 tahun. Sepertinya dia Liu Xing Sheng". Batin Zhi yang melihat seorang pangeran menghampiri mereka berdua
"Pangeran kedua" Ucap Wang Chunying memberikan salam nya kepada pangeran yang ada didepannya.
"Wah Jendral wang kita bertemu disini. sepertinya kau memiliki hal yang penting dengan putra mahkota sampai datang ke istana sepagi ini". Ucap Liu Xing Sheng menyindirnya.
"Lihatlah tatapannya itu, kenapa aku merasakan ada sesuatu yang berbeda saat melihatnya". Batin Zhi yang membicarakan Liu Xing Sheng.
"Saya memang ingin menemui putra mahkota karena ada suatu hal yang penting. Kalau begitu, pangeran kedua saya pergi dulu". Ucap wang Chunying dengan ekspresi wajah datarnya.
lalu mereka segera berjalan, saat sudah melewatinya tiba-tiba Liu Xing Sheng menghentikan mereka berdua sambil melihat kearah wanita yang memakai pakaian pelayan istana."tunggu dulu!"
"Ada apa pangeran?". wang Chunying tersentak membalikkan badannya.
"Ini aneh, kenapa kau membawa pelayan istana dari luar". Tanya Liu Xing Sheng curiga.
"Dia...." Wang Chunying terhenti ucapannya karena suara seseorang dari kejauhan.
"Kakak kedua!!".
"Changhai, Dari mana saja kau?". Tanya Liu Xing Sheng kepada adik bungsunya Liu changhai.
Melihat pandangan Liu Xing Sheng teralihkan, Wang Chunying dan Zhi yang segera pergi. dari kejauhan Zhi yang menoleh ke arah belakang, dia terkejut melihat pangeran ketiga yang mirip dengan remaja yang tadi malam dia tolong.
"Jadi remaja itu adalah Liu changhai, kenapa dia bersikap seperti itu kepada ku semalam". gumam Zhi yang melihat ke arah Liu changhai, lalu dia segera jalan mengikuti Wang Chunying yang ada didepannya.
"Kau! Aku bertanya kepada mu, dari mana saja sudah beberapa hari ini kau tidak kelihatan?". Tanya Xing Sheng kepada adik laki-laki nya itu.
"Tentu saja bersenang-senang". Jawab Liu Changhai dengan santai
"Jagalah reputasi mu, sebaiknya kau jangan mempermalukan ibunda, kau benar-benar seperti wanita itu" ucap Liu Xing Sheng dengan tegas.
"maksud Kaka putri Zhi yang, bukankah dia juga adikmu?". ucap Liu changhai dengan setengah senyuman.
"Cepat bawa dia ke istana nya!!". Suruh Liu Xing Sheng kepada pengawal Liu Changhai.
"Baik pangeran".
Lalu Liu changhai serta pengawal nya segera ke istana pangeran dan Liu Xing Sheng berjalan menuju pintu keluar istana.
Istana putri, di depan kediaman Zhi yang.
"Terimakasih karena kau sudah mengantar ku sampai ke istana".
"Apakah barusan dia tersenyum". Ucap Zhi yang dengan ekspresi bingung dan dia segera masuk ke kediamannya.
"Ming huo, darimana saja kau?". Tanya Zhi yang kepada pengawal nya yang ada di depan pintu kamarnya.
"Putri aku....". Ucap Ming Huo terhenti karena Zhi yang.
"Semalam aku melihat mu bersama Wang Chunying di depan restoran. Apakah kau mengenal dia?". Tanya Zhi yang kembali dengan rasa curiga.
"Yaa saya mengenalnya....". Jawab ming huo terhenti lagi karena Zhi yang.
"Dimana kau mengenalnya?". Tanya Zhi yang dengan eskpresi penasaran, karena yang dia tau Ming Huo adalah pengawal bayaran sedangkan Wang Chunying adalah Jenderal jadi bagaimana bisa mereka saling kenal.
"Di depan restoran unjung jalan, hari dimana putri membawaku ke istana, itu adalah pertama kalinya aku mengenal jendral wang". Jawab ming huo dengan rasa percaya diri.
"Oohhh, kemarin kau pergi tanpa mengatakan apapun kepadaku dan semalam bagaimana bisa kau bersama dia?". Tanya Zhi yang.
"Kemarin saya keluar istana karena mendapat kabar jika ibu saya sedang sakit, itu sebabnya terburu-buru dan lupa memberitahukan hal itu kepada putri. Saat ingin pulang di perjalanan saya terpikirkan tentang Li mei jadi saya sekalian mencari obat untuknya. secara kebetulan saya bertemu dengan jendral wang lalu saya menyapanya". Jelas Ming Huo tanpa ada kesalahan atas kebohongannya.
"Ohh benarkah, syukurlah kau mendapatkan obat. Aku juga keluar istana untuk membelinya tapi saat aku sampai disana, semua tokonya sudah tutup". Ucap Zhi yang dengan ekspresi sedih karena semalam.
"Putri tenang saja Li mei suda membaik, putri masuklah kedalam dan lihat". ucap Ming Huo lalu Zhi yang segera masuk ke kamarnya untuk melihat keadaan Li mei.
Kediaman Mentri Feng.
Terlihat seorang pria paruh baya dan istrinya yang sedang menunggu seseorang di depan pintu masuk kediaman.
"Yang mulia pangeran". Ucap kedua pasangan paruh baya itu memberi hormat kepada pangeran yang ada di depan nya dengan membungkukkan setengah tubuhnya.
"Menteri Feng, kau tidak perlu terlalu formal seperti itu karena kita akan segera menjadi keluarga".
"Saya tidak berani pangeran". Balas menteri feng.
"Itu tidak masalah, tapi dimana putra mu?". Tanya Liu Xing Sheng.
"Yang mulia pangeran, putraku Feng Chang sedang tidak sehat. jadi dia berada di kamarnya sekarang untuk beristirahat". Jawab istri menteri feng.
"Apakah aku perlu membawa tabib istana kesini untuk memeriksa keadaan nya?". Tanya Liu Xing Sheng.
"Itu tidak perlu pangeran, putra ku sudah diperiksa tabib dan dia akan segera pulih". Jawab menteri feng.
"Baguslah kalau begitu, aku membawa hadiah untuk kalian ambillah". Ucap Xing Sheng sambil menyuruh pelayan membawa masuk hadiah yang dia bawa .
"Kami berterimakasih karena pangeran sudah repot-repot membawa hadiah untuk kami. istri ku bawalah hadiahnya kedalam". Ucap Mentri Feng menyuruh istrinya.
"Pangeran, silahkan masuk kedalam".
Setelah mereka menyelesaikan percakapannya, lalu menteri feng membawa Liu xing sheng masuk ke ruangan nya dan hanya mereka berdua saja yang ada di dalam ruangan itu untuk membicarakan sesuatu yang penting.