The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
chap 1 *Awal mula



"putri anda sudah berada di kamar selama tiga hari, yang mulia sangat khawatir kepada anda apakah kali ini putri tidak ingin keluar juga".


Seorang pelayan wanita yang sedang membawa makanan berbicara dengan seseorang dibalik pintu kamar.


"Katakan saja kepada ayahanda jika aku masih belum sehat, aku akan menemuinya saat sudah membaik. tinggalkan saja makanan itu didepan pintu".


Jawab seorang wanita muda yang ada di dalam kamar tidak lain adalah seorang putri. lalu dia segera mengambil makanan nya setelah pelayanannya itu pergi dan segera menutup rapat pintu kamarnya.


"Sepertinya putri masih sedih karena tuan muda feng, sepertinya aku harus memberitahukan hal ini kepada putra mahkota". Batin seorang pelayan muda yang mengkhawatirkan Putri yang dilayaninya.


"Kenapa mereka selalu membawa makanan yang berlebihan, bukankah yang makan hanya satu orang. Aku sudah berada di tubuh ini sejak tiga hari yang lalu, aku harus memikirkan apa yang akan aku lakukan selanjutnya di tempat ini".


Sambil memakan makanannya dia berpikir bagaimana bisa dia melintasi waktu ke zaman kerajaan yang sudah musnah, dan apa yang harus dilakukannya di tempat itu.


Kilas balik tiga hari yang lalu


"Nona yihua semuanya sudah siap dan supir sudah menunggu dibawah".


Seorang wanita muda yang sedang berbicara dengan atasannya sembari membawa barang bawaan nona nya.


"Bagaimana penampilan ku, apakah sudah terlihat cantik?"


Tanya yihua kepada asistennya, dengan raut wajah yang terlihat senang dan tidak sabar ingin menemui kekasihnya.


"nona benar-benar terlihat sangat cantik, pak Li sudah menunggu nona di depan".


jawab asistennya sambil mengacungkan kedua jempol nya.


"Aku akan mengemudi sendiri, jadi kau tunggu saja di rumah".


Yihua menyuruh sopirnya untuk tidak mengantarnya karena menurutnya lebih cepat jika mengemudi sendiri, dia pun segera jalan menuju ke rumah kekasihnya untuk memberi kejutan ulang tahun dan membawa hadiah.


Rumah kekasihnya


"Bibi apakah Jingmu sudah kembali?".


yihua dengan ekspresi yang senang bertanya kepada seorang pelayan wanita paruh baya.


"Nona!. tuan muda dia...."


Dengan raut wajah yang terlihat bingung sambil menjawab pertanyaan Yihua, bibi menoleh ke arah kamar Jingmu.


Dengan melihat reaksi bibi, yihua langsung tahu sepertinya sedang terjadi sesuatu kepada kekasihnya, yihua pun segera ke kamar Jingmu, diikuti oleh bibi dibelakangnya.


"Apa ini!!"


Saat membuka pintu kamar Jingmu, yihua sangat terkejut apa yang sudah dilihatnya. dia melihat pakaian wanita yang berserakan dilantai, Lalu yihua melihat Jingmu tidur bersama seorang wanita di tempat tidurnya.


Jingmu yang merasa terkejut karena kedatangan yihua lalu dia segera menghampiri yihua.


"Apa yang kau lakukan!?"


Dengan nada yang agak tegas Yihua bertanya kepada kekasihnya itu, yihua merasa sangat kecewa dengan apa yang dilihatnya itu sambil menunjukkan ekspresi yang sangat marah dan juga sedih, yihua berusaha menahan air matanya karena sejak kecil dia selalu menunjukkan bahwa dia adalah wanita yang kuat dan tidak mudah rapuh.


"I-ini... tidak seperti apa yang kamu lihat, aku akan menjelaskan semuanya".


Dengan kata-kata yang sedikit terbata sembari tangannya meraih pundak yihua. Jingmu berusaha menyangkal perbuatannya.


"Lepaskan .....!!".


Yihua menghempaskan lengan Jingmu dengan ekspresi yang begitu marah. terlihat seorang wanita yang bangun dari tempat tidur lalu dia berjalan menghampiri mereka berdua dan ternyata saat Yihua menoleh kearah wanita itu, Yihua sangat terkejut karena wanita yang tidur bersama kekasihnya itu adalah sahabatnya sendiri.


"Sudahlah, sebaiknya kau tidak perlu menjelaskannya bukankah yihua sudah melihatnya sendiri. selama ini kita menjalani hubungan secara diam-diam sekarang aku tidak ingin melakukannya lagi, aku ingin kau memutuskan hubungan dengan yihua dan menikahi ku".


Saut sahabat nya yang tiba-tiba menyela pembicaraan diantara mereka berdua sambil melingkarkan tangannya di lengan Jingmu, dengan memasang ekspresi tidak tahu malu. temanya itu merasa tidak bersalah atas perbuatannya.


"Apa kau bilang....?, Jadi selama ini kalian bermain di belakangku. Xin xin bukankah selama ini aku memperlakukanmu dengan baik?, Aku sudah menganggap mu seperti saudara ku sendiri, tapi apa yang kau lakukan sebagai balasan nya?!"


"Seharusnya kau merasa beruntung karena Jingmu mau bersama dengan mu, jika saja dia tidak dipaksa bertunangan dengan mu, maka aku yang sekarang ada disampingnya bukan kau". Ucap Xin xin


"Plakkkkk......"


Yihua yang merasa sangat kecewa dengan perkataan sahabatnya itu, lalu dia menampar pipi sahabatnya karena kemarahannya sudah melampaui batas dan dia melempar hadiah yang ada di tangannya kepada Jingmu, Dia pun segera pergi dari rumah Jingmu.


"yihua!". panggil Jingmu sambil melepaskan tangan Xin xin yang melingkar di lengannya


"Nona.........".


Ucap bibi dengan nada yang khawatir.


yihua segera pergi dengan air mata yang sudah berkaca-kaca.