The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 14



Dua hari kemudian pagi hari di depan kolam teratai, terlihat Zhi yang yang sedang duduk santai sambil memakan kue yang disiapkan oleh pelayan lainnya.


"Akhirnya aku tidak perlu mengkhawatirkan nyawaku lagi, karena aku sudah mempunyai pengawal untuk melindungi ku haha..... sekarang yang sedang aku pikirkan adalah apakah aku bisa kembali ke dunia modern".


"ha....Pagi hari yang sangat indah, tapi jika aku di dunia modern aku pasti sedang sibuk untuk bekerja ditambah lagi harus bertemu dengan mereka. dua orang yang sudah mengkhianati ku". Ucap Zhi yang menikmati kehidupannya yang santai sambil memakan kudapan yang ada di depannya.


"Ngomong-ngomong dimana Li mei, kenapa dari tadi dia belum terlihat"


Zhi yang merasa ada yang tidak beres dengan Li mei, karena tidak biasanya Li mei belum datang di pagi hari. kemudian dia menghampiri luo Ming yang ada di depan pintu kamarnya.


"Ming Huo, Apa kau sudah melihat Li mei". Tanya Zhi yang


"Saya belum melihatnya putri".


"Pergi kemana dia, awas saja jika dia bermalas-malasan". Ucap Zhi yang sambil ngedumel.


Kilas balik satu jam sebelumnya.


Terlihat dua orang pelayan yang sedang membawa makanan ringan ke istana putri.


"Hei..kau kemarilah". Panggil pelayan xiu ying kepada dua orang pelayan dari kejauhan.


"Ada apa kau memanggilku?". Tanya Li mei dengan ekspresi wajah tidak suka.


"Yang mulia putri kedua memanggil mu untuk melakukan sesuatu". Suruh pelayan xiu ying.


"Memangnya dimana pelayan lainnya". Ucap salah satu pelayan Zhi yang, yang bersama Li mei.


"sepertinya lebih baik aku ikuti saja dia, dari pada membuat masalah untuk putri". Batin Li mei


"tidak masalah, Kau antarkan saja dulu kue ini untuk putri". Ucap Li Mei kepada pelayan yang bersama nya.


"Baiklah, cepat lah kembali jika tidak putri akan mencari mu". Setelah pelayan itu meninggalkan Li mei di depan kediaman xiu ying, dia segera memberikan kue yang dia bawa ke Zhi yang.


Kemudian Li mei berjalan mengikuti pelayan xiu ying menuju salah satu ruangan yang ada di kediaman xiu ying.


"Aku akan membalaskan perbuatan putri Zhi yang karena dia sudah membuat putri kedua bertengkar dengan tuan muda Feng Chang". Batin pelayan xiu ying dengan senyuman menyeringai.


"Putri..". Panggil meiyin


"Bukankah aku menyuruh mu membawa pelayan, dimana mereka?". Tanya xiu ying.


"Putri, semua pelayan istana sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Jadi, aku membawa pelayan putri Zhi yang". Jawab meiyin berbohong kepada xiu ying.


"Kau pindahkan barang ini ke kamar ku, hati-hati membawa nya karena itu barang pemberian kakak feng". Suruh xiu ying kepada Li mei


"Baik, putri". Ucap Li mei.


Li mei yang tidak bisa menolak xiu ying karena status nya, lalu dia mengikuti perkataan Xiu ying dengan memindahkan sebuah kotak yang berisi dua gelang giok ke kamar Xiu ying, setelah Li mei berjalan sampai pintu keluar tiba-tiba seorang pelayan sengaja menyenggolnya dari belakang sehingga barang yang dia bawa terjatuh.


"Putri...ini...saya tidak sengaja menjatuhkannya". Ucap Li Mei dengan ekspresi wajah yang takut karena menjatuhkan barang Xiu ying.


Istana kediaman zhi yang.


Zhi yang yang tidak melihat Li mei di manapun bertanya-tanya tentang pelayannya itu dan dia melihat pelayan yang tadi mengantarkan kue menghampirinya.


"Putri saya minta maaf, tadi saya lupa memberi tahukannya kepada Putri kalau Li mei pergi ke kediaman Putri kedua". Ucap pelayan tersebut.


"Tidak masalah, Lain kali jika terjadi sesuatu langsung beritahukan kepadaku". Balas Zhi yang.


"Baik putri".


"Sepertinya ada yang tidak beres". Batin Zhi yang


"Ming huo ikut bersama ku, kau tunggulah disini". Ucap Zhi yang menyuruh pelayan nya menunggu di kediamannya.


Lalu mereka berdua segera pergi ke kediaman xiu ying, setelah mereka berdua memasuki nya, langkah Zhi yang terhenti melihat sesuatu yang tidak seharusnya dan dia segera menghampiri xiu ying yang berada disana.


"Berhenti!! Apa yang kalian lakukan?". Dengan nada yang tinggi Zhi yang terlihat sangat marah dengan apa yang dilihatnya.


Zhi yang yang melihat Li mei yang sedang dipukul bagian kakinya dengan tongkat oleh meiyin, langsung menghentikannya dengan mengambil tongkat dari tangan meiyin dan melemparnya.


"Kenapa kalian memukuli Li mei seperti itu, memang nya siapa kalian berani nya berbuat seperti itu kepada orang ku!". Ucap Zhi yang dengan nada yang tegas dan tatapan sinis.


Li Mei yang sedang tengkurap di bangku panjang dengan kaki yang sudah memerah dan berdarah terkejut melihat Zhi yang datang, dia merasa bersalah karena membuat masalah untuk putri yang dilayaninya itu.


"Putri......". Lirih Li mei yang kesakitan karena luka nya.


Zhi yang yang melihat hal itu langsung membantu Li mei untuk berdiri.


"Putri... kenapa kau datang kemari?". Tanya Li mei


"Itu karena kau menghilang, aku pikir pelayan ku yang setia bermalas-malasan, ternyata malah berpaling dariku". Jawab Zhi yang dengan nada yang mengolok-olok Li mei, dia merasa sedih melihat keadaan Li mei yang ada didepannya


"Putri..aku tidak akan berbuat seperti itu" Ucap Li mei


"Ming huo, bawa Li mei ke kamar ku". Suruh Zhi yang kepada pengawal nya.


"Baik putri!"


lalu ming huo segera membawa Li mei dan memapahnya keluar dari kediaman xiu ying. ming huo yang melihat Li mei tidak bisa berjalan karena luka nya itu lalu menggendong nya dengan kedua tangannya.


"Lihatlah bukankah aku bernasib buruk, aku sudah menyusahkan putri dan membuat nya khawatir, untung saja aku tidak bersama kakak ku jika tidak aku akan menyusahkan nya juga". Ucap Li mei dengan ekspresi wajah yang sedih


"Kau jangan berkata seperti itu, tidak ada seorang kakak yang merasa jika adiknya adalah beban baginya". Sambung Ming Huo dengan senyuman lebar, dia merasa sedih melihat keadaan Li mei.