
"ini... benar-benar sangat indah". Ucap Zhi yang
"bahkan kunang-kunang pun tau jika aku sedang bersedih, sepertinya mereka datang untuk menghibur ku". melihat kunang-kunang yang menerangi nya, dengan mata yang berbinar Zhi Yang mengangkat tangan kanannya dan perlahan kakinya melangkah maju untuk meraih kunang-kunang yang dia lihat .
saat dia berusaha meraih kunang-kunang yang ada di depannya tanpa sadar kakinya sudah di ujung danau, lalu dia terpeleset. tiba-tiba seorang pria menarik tangannya dan membuat Zhi yang melihat kearah belakang, lalu mata mereka saling bertemu.
"kau.......". Ucap Zhi yang
"Apa yang kau lakukan?, itu sangat berbahaya. hanya karena seorang pria kau.......".
Dengan suara agak keras serta tatapan yang menunjukkan kekecewaan dengan apa yang dia lihat, Wang Chunying memasang ekspresi yang khawatir lalu perkataan nya terhenti karena Zhi yang tiba-tiba menutup mulutnya.
"Aku sedang melihat kunang-kunang lalu aku terpleset saat ingin meraihnya, jangan bilang kau berpikir aku ingin melakukan percobaan bunuh diri?".Tanya Zhi yang dengan tangan yang masih berada di wajah Chunying.
"putri.... tangan mu". Ucap Wang Chunying sambil melihat ke arah tangan zhi yang.
"Memangnya apa hak mu berpikir seperti itu tentang ku". Zhi yang menurunkan tangannya setelah tersadar dan memutar kedua bola matanya karena kesal.
"Jadi kau tidak berniat untuk bunuh diri, Aku.... minta maaf karena sudah berani berprasangka buruk terhadap mu. kau memang benar aku tidak memiliki hak untuk memikirkan tentang dirimu". Ucap Wang Chunying dengan rasa penyesalan di wajahnya karena sudah berprasangka buruk.
"Dasar pria aneh". Gumam Zhi yang.
"Putri, tapi apa yang kamu lakukan berada disini sendirian?". Tanya wang Chunying.
"Bukankah barusan aku sudah mengatakannya dan kau... Apa yang kau lakukan disini?". Tanya balik Zhi yang.
"Aku hanya sedang mencari udara segar". Jawab Wang Chunying tidak yakin.
Setelah mereka berbincang, Wang Chunying menawarkan dirinya untuk mengantarkan Zhi yang ke istana nya. Mereka berjalan bersama menyusuri jalan istana yang panjang.
"sekali lagi aku minta maaf karena sudah berprasangka buruk terhadap mu".
"Tidak masalah, lagi pula aku juga tidak akan melukai diriku sendiri hanya karena seorang pria dan tidak akan pernah melakukannya". ucap Zhi yang sambil tersenyum tipis.
"Sepertinya rumor tentangmu sebagai Putri yang arogan itu tidak benar". Ucap Wang Chunying secara tiba-tiba.
"Kenapa kau bisa berpikir seperti itu?". Tanya zhi yang sambil melihat ke arah samping wajah Wang Chunying.
"Karena aku sudah melihatnya sendiri". Jawab Wang Chunying, dengan tatapan yang penuh makna tersembunyi ke arah zhi yang
Zhi yang, yang merasa canggung karena pria yang ada di sampingnya itu, segera mempercepat langkahnya melewati wang Chunying dan tanpa sadar Wang Chunying tersenyum tipis melihat zhi yang dari belakang.
"Sepertinya baru kali ini aku melihat tuan tersenyum seperti itu". Ucap luo ying yang selama di perjalanan berada di belakang mereka secara tiba-tiba berada di samping wang Chunying.
"Sepertinya kau salah lihat!". Wang Chunying sambil memasang wajah datarnya.
Luo ying yang melihat nya, tahu jika tuannya itu sedang berbohong
"Hei.. berapa umur mu tahun ini". Tanya ming huo kepada Li mei secara tiba-tiba.
"Kau bertanya kepada ku?". Tanya li mei sambil melihat ke sekeliling dan menunjuk dirinya.
"Memangnya siapa lagi selain kau yang ada di sini bersamaku". Jawab Ming huo.
"Tahun ini aku berumur delapan belas tahun, tapi...kenapa kau bertanya seperti itu kepadaku". Ucap li mei memasang wajah bingung nya.
"hanya penasaran saja, ternyata kau seumuran dengan adik perempuan ku. seharusnya kau bersikap sopan dan memanggil ku kakak karena aku lebih tua darimu".
Melihat Li mei yang seumuran dengan adiknya itu, Ming huo teringat akan adik perempuannya yang telah hilang saat kecil.
"Jadi hanya karena kau lebih tua dari ku, aku harus memanggil mu kakak?, dasar orang aneh, lagipula aku mempunyai seorang kakak yang lebih tampan darimu dan dia seorang kakak yang sangat baik". Ucap li mei dengan bangga membicarakan kakaknya.
"Jadi kau mengakui jika aku juga tampan".
Ucap ming huo yang membanggakan dirinya tersenyum lebar, berbanding terbalik dengan kebiasaan nya yang tidak pernah tersenyum karena pekerjaannya.
"Tidak sama sekali". Ucap li mei dengan setengah senyuman.
"Jika kakakmu adalah orang yang baik lalu kenapa dia meninggalkanmu di istana dan dimana dia sekarang. kenapa kau malah berada di sisi yang mulia putri?". Tanya Ming huo
"kau jangan berbicara seperti itu tentang kakak ku, kami terpisah saat masih kecil, kalau bukan karena nasibku yang buruk aku pasti sedang bersama nya sekarang. tapi aku yakin dia pasti akan datang untuk mencari ku". Jawab Li mei sambil tersenyum dengan ekspresi sedih.
"Ini aneh, kenapa juga aku membicarakan tentang diriku kepada orang lain". Gumam Li mei
Li mei yang melihat zhi yang dan wang Chunying dari kejauhan segera memanggilnya.
"Putri.....".
"Kenapa kalian berdua menunggu ku di depan pintu masuk?". Tanya zhi yang.
"Saya sangat mengkhawatirkan putri dan ingin menunggumu sampai kembali". Jawab li mei.
"kau tidak perlu khawatir, aku baik-baik saja". Ucap Zhi yang.
setelah berbicara dengan Li mei, Zhi yang menoleh kearah Wang Chunying."Terimakasih karena sudah menyelamatkan ku dan mengantarku sampai sini".
"putri tidak perlu berterima kasih, ini sudah menjadi tugas ku". Ucap Wang Chunying.
"aneh sekali, sejak kapan mengantar seorang wanita menjadi tugas seorang jenderal". Gumam Zhi yang
setelah mengantar zhi yang, Wang Chunying segera pergi meninggalkan istana, zhi yang dan kedua bawahannya lalu masuk kedalam kediamannya.