
"aku sudah memperingatkan mu, untuk tidak melibatkan wanita itu dalam urusan kita berdua!". Ucap Wang chunying kepada ming huo yang ada di sebelahnya.
"Aku hanya ingin melakukan yang seharusnya aku lakukan". Balas ming huo
"aku sudah pernah mengatakannya aku yang akan mengurusnya, sepertinya aku memang tidak bisa mencegah mu. Kalau begitu maka sebaiknya jangan berbuat macam-macam terhadapnya". Dengan nada yang tegas sambil melihat ke arah depan.
"Kau tenang saja, Aku tidak akan melakukan hal itu". Ucap Ming huo
Setelah Wang Chunying menyelesaikan percakapannya dengan ming huo dia segera pergi dari istana menuju ke kediamannya yang diberikan oleh kaisar atas jasanya sebagai jenderal.
Kediaman wang Chunying
Terlihat pengawal kedua Wang Chunying yang bernama Luo ming menghampiri nya sebelum masuk ke kediaman.
*Luo ying (Kakak) dan luo ming (adik) saudara kembar
"Tuan...."
"Ada apa?". Tanya Wang Chunying.
"Ada kepala keluarga wang dan nyonya yang sedang menunggumu didalam tuan". Jawab Lou ming
Setelah mendengar hal itu Wang Chunying langsung masuk ke kediamannya dengan memasang ekspresi datar dan aura yang dingin.
"Keponakan, kau sudah datang". Paman nya yang melihat Wang Chunying segera menghampirinya dan ingin memeluk nya.
Wang Chunying yang melihat hal itu hanya berdiam diri saja dengan wajah datar nya seperti tidak ingin memeluk Pamannya itu, lalu pamannya pun tidak jadi memeluknya saat tangan nya sudah melebar ingin memeluk."Ada urusan apa Paman datang ke kediaman ku saat aku tidak ada disini?". Tanya Wang chunying.
"Apa yang kau katakan aku ini adalah pamanmu, tentu saja karena aku merindukanmu, itu sebabnya datang kesini bersama bibimu. Sudah sebulan kau di ibukota tapi belum menemui kami samasekali". Jawab Paman nya itu
"Aku pikir paman tidak menganggap ku sebagai keponakan lagi, karena kau sudah membuang ku ke perbatasan saat aku masih kecil yang saat itu tidak tahu apa-apa". Ucap wang Chunying dengan tatapan sinis
"Kau dendam kepada pamanmu sendiri? saat itu aku pikir dengan mengirim mu ke kediaman wang yang ada di perbatasan kau tidak akan merasa bersedih lagi atas kematian ayahmu". Jawab pamannya dengan ekspresi wajah yang berpura-pura menghawatirkan nya.
"Sudahlah, nak aku membawakan makanan kesukaan mu. bukankah dulu kau suka makanan buatan ku sampai memanggil ku ibu Karena ingin dibuatkan setiap hari". Sela bibinya sambil memegang tangan Wang Chunying dan menyuruhnya untuk duduk.
"Chunying berterima kasih karena bibi masih mengingat hal itu, tapi sekarang aku tidak menyukainya lagi".
"Ahh... baiklah itu tidak masalah, aku dengar yang mulia kaisar memberi mu kenaikan pangkat dan memberikan kediaman yang besar ini untuk mu sebagai jasamu selama ini". Ucap sang bibi sambil tersenyum.
"semua ini berkat kerja keras ku dan juga jika bukan karena paman yang mengirim ku kesana aku tidak akan menjadi orang yang berguna seperti sekarang ini". Ucap Wang Chunying Sambil melihat kearah pamannya itu, lalu pamannya mengalihkan pandangannya.
"nak, bukankah kau sudah memasuki usia untuk menikah, apa kau ingat sepupu jauh mu Bai lin yang dulu sering datang ke kediaman kita untuk bermain dengan mu saat masih kecil. Ayah nya sekarang adalah pejabat negara Kebetulan dia juga menyukaimu, Bagaimana jiia aku mengirim lamaran mu untuk nya".
Tanpa ada rasa tidak tahu malu, bibinya mengatakan itu untuk mendapat keuntungan dari kedua keluarga karena dia ingin menikahi keponakannya Bai lin kepada wang Chunying.
"Bibi kau bukanlah ibuku dan aku juga tidak pernah menganggap mu seperti itu, jadi kau tidak berhak memutuskan siapa yang akan aku nikahi". Ucap Wang Chunying dengan ekspresi datar.
Mendengar perkataan Wang Chunying pamannya merasa marah dan langsung berdiri. "Wang Chunying!! Apa yang kau katakan, kau sudah bersikap tidak sopan kepada bibimu".
"Suamiku sudah lah, mungkin dia tidak menganggap kita sebagai keluarga nya lagi". Ucap bibinya sambil memasang ekspresi pura-pura sedih sambil memegang tangan suaminya itu.
"Paman pintunya ada didepan, aku tidak akan mengantar mu karena ada urusan penting yang harus aku lakukan". Ucap Wang Chunying
"Luo ming! antarkan pamanku sampai ke kediaman Wang".
"Baik tuan, mari tuan kepala Wang". Ucap luo ming
"Itu tidak perlu, aku bisa sendiri". Ucap paman nya yang langsung pergi dengan keadaan yang sedang marah.
"Tuan maafkan aku karena tidak bisa mencegah mereka untuk masuk". Ucap luo ming pengawal kedua wang Chunying.
Wang Chunying yang tau bagaimana tempramen paman nya Itu, tidak mempermasalahkan kejadian itu kepada pengawal nya. mengingat sesuatu harus dilakukan nya Wang Chunying tiba-tiba membuka pintu rahasia dibalik dinding yang ada di ruang tamunya, dengan memutar salah satu pajangan yang ada di atas meja.
Di ikuti dengan kedua pengawal nya, mereka segera masuk ke dalam ruangan rahasia yang sudah dibuat setelah kaisar memberikan kediaman itu kepada Wang Chunying
Istana barat kediaman putri Liu Zhi yang
"Jiejie! Apakah kau baik-baik saja?".
"Kenapa mereka berdua datang kesini". Batin Zhi yang, melihat xiu ying dan feng chang yang tiba-tiba memasuki kediamannya.
"Aku baik-baik saja, tapi kenapa kau datang kesini bersama dia?". Tanya Zhi yang yang dimaksud adalah Feng Chang.
"Kami mengkhawatirkan mu, jadi sengaja datang kesini untuk melihat keadaan mu". sela Feng Chang yang menjawabnya.
"biasanya dia akan langsung menghampiri ku saat melihat ku dari kejauhan, bahkan saat dia sedang sakit sekalipun. dia terlihat berbeda sejak hari pertunangan ku dan xiu ying". Batin feng Chang.
"Seperti yang kalian lihat sekarang aku baik-baik saja, hanya saja pergelangan kakiku menjadi memar gara-gara kejadian tadi". Ucap Zhi yang sengaja membesarkan masalah.
"Tapi bagaimana bisa kau terjatuh seperti itu?". tanya Feng Chang.
"Karena dia, memei...dia mendorong ku saat aku ingin membantunya bangun". ucap Zhi yang.
Sambil menunjuk ke arah xiu ying, Zhi yang sengaja memprovokasi mereka berdua, karena dia masih merasa dendam atas pengkhianatan mantan kekasihnya dan sahabat nya di dunia modern. jadi melampiaskan nya kepada orang yang mirip dengan mereka berdua.
"Jiejie apa yang kau katakan, aku tidak melakukan itu, Kaka feng jangan percaya kepadanya, dia memfitnah ku kau tahu kan bagaimana sifatnya dulu". Ucap xiu ying dengan berpura-pura sedih dan memprovokasi balik.
"Itu ada benarnya, untuk apa xiu ying melakukan itu kepadamu". Sambung feng Chang merasa tidak yakin dengan tuduhan Zhi yang karena mengingat sikap putri Zhi yang, yang dulu selalu berbuat onar.
"dia itu memang bodoh atau gampang dibohongi, membuat ku kesal saja". Batin Zhi yang
"Bukankah kau sudah melihatnya sendiri, tangannya berusaha untuk mendorong ku. jika kau tidak percaya kepada ku untuk apa kau datang kesini? bukankah selama ini kau tidak pernah perduli kepada ku ". Ucap Zhi yang berbohong dan dia tau dari Li mei jika Feng Chang selalu mengabaikan putri Zhi yang.
"aku....Kau benar, Xiu ying apa kau berusaha untuk mencelakai Zhi yang?". tanya Feng Chang
"Kakak feng, aku tidak melakukan itu"
"Kau.....". Ucap Feng Chang yang terhenti karena zhi yang
"Berhenti! kalau kalian ingin bertengkar sebaiknya pergi dari sini, jika tidak semua orang akan berpikir aku berusaha untuk merusak hubungan pertunangan saudara ku sendiri".
Zhi yang, yang tidak ingin melihat mereka lagi, akhirnya menyuruh mereka keluar kediaman dengan cara mendorong punggung mereka berdua agar keluar dari kediamannya.