
Kediaman Zhi yang
"Bagaimana, Apakah tabib nya sudah datang? Kenapa luka nya belum diobati?bagaimana keadaan mu?apakah itu sakit?" Ucap Zhi yang mengkhawatirkan keadaan Li mei.
"Putri kau sudah bicara begitu banyak, lihatlah aku baik-baik saja bukan". Sambung Li mei dengan keadaan yang duduk di tempat tidur Zhi yang, Li mei berusaha untuk tidak membuat Zhi yang khawatir dengan menyembunyikan luka nya.
"Tadi aku lihat kaki mu sudah berdarah, kau tidak perlu menyembunyikan nya dariku, sekarang berbaring lah aku ingin melihat luka di kakimu".
"Tapi putri aku...". Li mei yang perkataan nya terhenti karena Zhi yang langsung membuat nya berbaring.
"Diam lah! Aku akan mengobati mu, aku sudah tahu pasti tabib tidak ingin datang. Ming huo ambil kan aku baskom dan isi dengan air". Suruh Zhi yang kepada Ming Huo yang ada dibelakangnya.
"Baik putri".
"Kau ambilkan obat yang diberikan wang Chunying yang di meja riasku". Suruh Zhi yang kepada satu pelayan wanita yang ada di ruangannya.
"Baik putri".
Segera setelah membaringkan Li mei, Zhi yang membuka setengah celana Li mei untuk melihat lukanya dan Zhi yang terkejut setelah melihat luka yang dialami Li mei.
"Astaga! sudah berapa kali mereka memukulmu, kenapa kakimu sampai berdarah seperti ini". Ucap Zhi yang terkejut.
"Putri bagiku ini bukanlah apa-apa, aku sudah terbiasa mendapatkan luka seperti ini".
Karena tidak ingin membuat Zhi yang khawatir, Li mei tidak menjawab sudah berapa kali dia dipukul. Tapi dengan mengatakan hal itu justru membuat Zhi yang tahu jika Li mei sering mengalami hal yang buruk.
"Apa maksudmu dengan kata terbiasa?. Tanya Zhi yang.
"Ya ampun sepertinya aku salah bicara". Batin Li mei
"Putri maksudku... aku sering terluka karena jatuh!". Ucap Li mei tersentak.
"Sepertinya dia berbohong, jangan-jangan Zhi yang juga melakukan hal yang sama kepada nya saat marah". Batin Zhi yang
"berikan obat nya padaku". Ucap Zhi yang kepada sang pelayan yang mengambil obat tadi.
"Dimana Ming huo, kenapa dia lama sekali, Kau cepat pergi cari Ming huo dan bawa air nya kesini". Suruh Zhi yang.
"Baik putri"
Setelah beberapa saat kemudian, pelayan tadi kembali ke kamar Zhi yang sambil membawakan air dan kain untuk membersihkan luka Li mei dan Zhi yang mengoleskan obatnya ke kaki Li mei yang terluka.
"Ngomong-ngomong dimana Ming Huo, kenapa kau kembali sendirian?"tanya Zhi yang kepada pelayanannya.
"Tadi saya bertemu dengannya di jalan putri, setelah dia memberikan airnya kepada saya, dia langsung pergi dengan terburu-buru". Jawa pelayan Zhi yang
"Kenapa dia terus saja menghilang, liat aja nanti Kalau dia datang, akan aku potong setengah upahnya". Ucap Zhi yang ngedumel.
Kediaman wang Chunying.
seorang pengawal yang melihat merpati terbang menghampirinya, terdapat sepucuk surat kecil yang terikat di kaki merpati itu dan pengawal tersebut segera mengambilnya. lalu dia segera masuk ke ruangan Wang Chunying yang dipenuhi oleh banyak buku dan berkas-berkas penting. Terlihat Wang Chunying yang sedang membaca berkas di depan mejanya.
"Luo ming!". Luo Ming yang mengerti maksud tuannya segera mengambil surat tersebut dan memberikan nya ke wang Chunying.
Wang Chunying segera membuka surat nya dan ekspresinya langsung berubah menjadi serius saat melihat surat yang dipegangnya, surat itu berisikan tentang seseorang yang dia cari akan muncul di pasar saat malam hari.
"Luo ying! Luo Ming! Bersiap lah kita akan bergerak malam ini".
"Baik tuan". Jawab kedua pengawal nya.
sore hari di kediaman Zhi yang
"Putri bangun lah sekarang saatnya untuk makan malam". Ucap pelayan yang membangunkan Zhi yang.
Zhi yang tertidur dalam keadaan duduk di samping tempat tidur sebelah Li mei, lalu dibangunkan oleh pelayan karena sudah waktunya untuk makan malam setelah bangun dia langsung memeriksa keadaan Li mei.
"Hoam.....aku ketiduran".
"Astaga kenapa tubuhnya panas, sepertinya dia demam. Apa yang harus aku lakukan". Ucap Zhi yang khawatir melihat keadaan Li mei.
"Apakah kediaman kita tidak ada obat sama sekali?". Tanya Zhi yang kepada pelayannya.
"Tidak ada putri, biasanya tabib yang akan datang membawa obat jika ada keluarga kekaisaran yang sakit". Jawab pelayannya.
"Bagaimana ini, aku tidak bisa meminta bantuan kepada kakak dan aku juga tidak ingin menyusahkan nya". Batin Zhi yang
"Kau, pinjamkan bajumu untuk ku dan bawa kesini". Suruh Zhi yang
"Baik, putri". Pelayan yang terlihat kebingungan karena permintaan Zhi yang hanya bisa menuruti nya.
Berapa saat kemudian pelayan datang membawa pakaian dan Zhi yang berganti menggunakan pakaian pelayan.
"Putri, kenapa anda menggunakan pakaian pelayan?". Tanya sang pelayan.
"Aku harus keluar istana untuk membeli obat karena aku tidak bisa keluar dengan penampilan sebagai putri".
"Kau tunggulah disini jaga Li mei".
"Baik putri"
karena peraturan yang tidak memperbolehkan seorang putri keluar saat matahari terbenam Zhi yang terpaksa menyamar sebagai pelayan untuk mengelabui pengawal.
Gerbang pintu keluar istana
"Heii.. kau mau kemana malam-malam begini keluar istana?" Tanya salah satu pengawal yang berjaga.
"Putra mahkota menyuruh ku keluar untuk membeli suatu dan ini sangat mendesak".
Ucap Zhi yang sambil memperlihatkan plat putra mahkota, yang masih ada di tangan nya beberapa hari yang lalu saat mencari pengawal.
Zhi yang pun dibiarkan keluar istana lalu dia segera pergi dari istana untuk mencari obat.