The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 20 *rencana jahat



Ruangan menteri Feng


"Pangeran, saya mendapat kabar bahwa jendral wang sudah menemukan saksi mata sepuluh tahun yang lalu".


"Bukankah aku sudah pernah mengatakannya kepadamu untuk mencari orang itu dan menghabisinya!". Ucap Xing Sheng.


"Lalu apa yang harus saya lakukan pangeran, jika dibiarkan maka kita semua akan hancur". Sambung menteri Feng.


"Ini semua karena kalian orang-orang bodoh yang tidak bisa mengendalikan bawahan dengan benar, Apakah yang ada dipikiran kalian hanyalah jabatan dan kekayaan?". Ucap Xing Sheng dengan ekspresi kesal sambil melihat ke arah menteri feng.


"Pangeran, saat itu saya juga tidak tahu kalau bawahan saya membuat bukti catatan itu. Jika tidak, saya tidak akan merencanakan semuanya sepuluh tahun yang lalu dan terjadi masalah seperti sekarang". Sambungan mentri feng dengan menjelaskan tentang kesalahan yang dibuat nya.


"kau harus bisa menyelesaikan masalahmu sendiri". ucap Liu Xing Sheng dengan ekspresi datar.


"pangeran jangan lupa, jika nama mendiang kakek mu yang merupakan ayah permaisuri ada di daftar bukti itu". sambung menteri Feng dengan tatapan sinis.


"menteri feng, apa kau sedang berusaha untuk mengancam ku?". tanya Wang Chunying dengan mengeluarkan aura yang dingin dan tatapan tajam.


"hamba tidak berani yang mulia pangeran".


"baiklah aku akan mengatakan solusinya kepada mu. aku dengar tahun ini ayahanda akan mengadakan perlombaan memanah untuk para kesatria sebelum acara perburuan diadakan, saat itulah kau harus bergerak". Ucap Xing Sheng mengatakan rencana yang terlintas di pikirannya.


"Maksud pangeran?" Tanya perdana menteri feng


"menteri Feng kenapa kau lamban sekali, kau tahu jika Wang Chunying ada di pihak kakak ku. jadi kau harus menggunakan putra mahkota untuk mengalihkan perhatian Wang Chunying di perlombaan memanah".


"Maksud pangeran saya harus mencelakai putra mahkota?"


"Apakah aku mengatakan hal itu?!". Tanya Xing Sheng menunjukkan ekspresi kesal


"Tidak pangeran".


"Kau hanya perlu meleset kan panah mu ke arah putra mahkota untuk mengalihkan perhatian Wang Chunying dan saat waktunya tiba suruh orang mu untuk mencari orang itu di kediaman wang Chunying".


"tapi pangeran bukankah kediaman jendral Wang di jaga ketat oleh banyak pengawal". sambung menteri Feng.


"itu tidak akan terjadi jika dia terlalu fokus pada masalah putra mahkota. dia akan melonggarkan penjagaan kediamannya karena dia dan pengawal nya harus melindungi putra mahkota saat hari perburuan".


"Baik pangeran, saya mengerti ".


Terlihat istri perdana menteri feng yang berjalan menuju suatu kamar dengan pelayan yang membawa beberapa menu makan pagi.


"Nak, ibu membawa makanan untuk mu". Ucap nyonya Feng kepada seseorang yang ada di dalam kamar


"Apa maksudmu Lihatlah kau sudah kehilangan berat badan mu, sudah beberapa hari ini kau tidak makan dengan teratur, nak Ibu tidak ingin melihat mu seperti ini". Nyonya feng sambil menghampiri putra nya yang duduk di tempat tidur lalu menggenggam tangan nya.


Feng Chang yang dihampiri ibunya itu berdiam diri tidak mengatakan satu katapun dan ibunya berusaha untuk menghibur nya.


"Ibu tahu apa yang membuat mu menjadi seperti ini. dengarkan ibu kau harus memperjuangkan kebahagiaan mu dan pikirkanlah kehidupan mu".


"Jika aku memikirkan tentang diriku, lalu bagaimana dengan ibu? Apakah aku harus berdiam diri saja melihat mu menderita karena ayah?". Tanya Feng Chang


"Dari pada perlakuan ayahmu kepadaku, melihatmu menjadi seperti ini lebih membuatku tersiksa". Jawab ibunya dengan ekspresi wajah yang sedih.


"jika saja ibu tidak menikah dengannya, ibu pasti tidak akan menderita sampai sekarang". ucap Feng Chang memasang ekspresi sedih.


"kau jangan bicara seperti itu, jika aku tidak menikah dengan ayahmu, maka kau tidak akan pernah ada. putraku kau adalah kebahagiaan ku jika kau mengatakan hal itu lagi ibumu ini akan merasa sedih".


"Ibu maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat mu bersedih".


"Nak, ibu hanya ingin kau memperjuangkan cintamu kepada putri Zhi yang". Ucap ibunya.


"Aku tidak bisa ibu, apa kau tidak ingat saat aku masih kecil yang mulia kaisar mengundang ku ke istana untuk menjadi teman putri dan pangeran. tapi apa yang ayah katakan?"


"Ibu mengingat nya, ayahmu menyuruh mu untuk mendekati putri Xiu ying dan berteman dengan nya". Sambung ibunya


"Tapi saat itu aku tidak menuruti perkataannya, aku malah mendekati putri Zhi yang karena dialah orang yang pertama kali aku temui di istana". Ucap Feng Chang menceritakan masa kecilnya jika orang yang pertama kali dia temui di istana adalah Zhi yang yang saat itu masih kecil, dia melihat Zhi yang sedang menangis sendirian lalu menghampiri nya dan menghiburnya.


"Saat itu dia terlihat begitu cantik dan imut serta putri yang begitu polos yang belum mengetahui apapun tentang dunia". Sambung feng Chang sambil tersenyum mengingat kenangan masa kecil


Feng Chang bercerita saat ayahnya mengetahui dia lebih dekat dengan Zhi yang lalu memarahi nya dan melampiaskan amarahnya kepada ibunya, Feng Chang yang saat itu masih berumur sepuluh tahun melihat ayahnya menyiksa ibunya sendiri dan karena hal itu dia mulai menjauhi Zhi yang.


"Saat itu kau memang tidak bisa mendekati putri Zhi yang, tapi sekarang kau sudah dewasa dan bisa mengambil keputusan sendiri".


"lalu bagaimana dengan ayah?". tanya Feng Chang.


"kau tidak perlu memikirkan nya, aku yang akan menangani ayahmu". Jawa sang ibu


"Ibu, tapi semuanya sudah terlambat sekarang, aku juga sudah bertunangan dengan Xiu ying". Ucap Feng Chang dengan rasa penyesalan


"Kau masih ada kesempatan, bukankah yang mulia kaisar akan memenuhi satu permintaan untuk orang yang memenangkan perburuan. Jadi kau harus mengikutinya lalu memenangkan dan buat permintaan, kau tenang saja yang mulia tidak akan menolak mu". ucap ibunya.


"Ibu benar, aku harus mengikuti perburuan dan memenangkan nya lalu meminta kaisar untuk membatalkan pertunangannya". Ucap Feng Chang dengan penuh percaya diri.


Setelah mereka menyelesaikan percakapannya, nyonya feng menyuruh Feng Chang untuk memakan makanannya.