
"siapa kalian!??". Tanya Li mei kepada sekelompok berbaju hitam.
"Tenanglah". ucap Zhi yang berusaha untuk tidak panik.
"sepertinya pemilik tubuh ini sudah menyinggung banyak orang, dugaan ku sepertinya benar kalau Zhi yang mati karena dibunuh". batin Zhi yang, yang terlintas di pikiran nya.
"siapa kalian?, apakah aku sudah menyingung seseorang yang kalian layani". tanya Zhi yang
"kau tidak perlu tahu!!". Ucap salah satu dari mereka.
"mundur lah aku akan menangani mereka". ucap pria misterius tadi yang berada di belakang mereka.
"hati-hati". Ucap Zhi yang.
"Swishh........zrak..........".
"bruk ..........."
"dia terlihat memiliki ilmu bela diri yang tinggi, sepertinya baru kali ini aku melihat langsung orang yang bertarung menggunakan pedang. biasanya aku hanya menonton nya di drama bersama asisten ku di rumah". gumam Zhi yang
"sebaiknya kalian pergi dari sini, jika masih menyayangi nyawa kalian".
setelah menyerang sekelompok berbaju hitam, tanpa diketahui Zhi yang pria misterius itu memberikan kode kepada mereka lalu secara tiba-tiba mereka segera pergi dari restoran.
"kau baik-baik saja". tanya pria itu kepada Zhi yang
"aku baik-baik saja". Jawab Zhi yang.
"jadi kau benar-benar pengawal pelindung".
Ucap Li mei setelah melihat semua kejadian.
"kau sudah melihatnya sendiri. jadi, nona apakah kau berniat untuk memperkerjakan ku?". tanya pria itu.
"baiklah aku akan memperkejakan mu".
"nona apakah kau yakin, aku masih belum percaya kepada pria ini". Ucap Li mei dengan keras.
"Li mei percayalah padaku, aku adalah seorang putri jadi dia tidak akan berniat jahat kepadaku".
"siapa namamu?". Tanya Zhi yang kepada pria itu.
"Nama ku Li.....Ming Huo, panggil aku Ming Huo".
"baiklah sekarang kau ikut dengan ku ke istana". Ajak Zhi yang
lalu mereka bertiga keluar dari restoran, melihat kedua pengawal istana tidak membawa hadiah, Li mei bertanya kepada mereka. "dimana hadiah yang aku suruh kalian beli?".
"kami tidak membelinya". ucap salah satu pengawal istana
"lalu untuk apa kalian membawa uang jika tidak membeli apapun, apakah kalian meremehkan putri". Li mei dengan nada yang sedikit kesal melihat kearah kedua pengawal
"sudahlah, tidak masalah lagipula aku tidak berniat untuk membeli hadiah". ucap Zhi yang.
"Ayo kita kembali ke istana". Zhi Yang segera masuk ke dalam kereta bersama li mei, saat pria yang dia bawa ingin menaiki kereta pengawal istana menghalangi nya untuk masuk.
"Putri kita tidak boleh membawa orang asing masuk ke dalam istana". Dengan nada yang tegas pengawal istana tampak tidak menghargai Zhi yang.
Mendengar hal itu Zhi yang merasa kesal dan tidak suka dengan perlakuan pengawal istana terhadapnya. "Beraninya kau!!, Aku adalah seorang putri kau tidak berhak melarang ku melakukan apapun dan mulai sekarang dia adalah orang ku siapapun tidak boleh menyentuh orang ku".
"Ada apa ini". Tanya Wang Chunying yang datang dari kejauhan melihat keributan.
"Wang Chunying!". Zhi yang terkejut karena kedatangan Wang Chunying secara tiba-tiba.
"Aku sudah melihat semuanya. Apakah kalian sedang menggali kuburan kalian sendiri?, apa yang kalian lakukan kepada seorang putri"
Ucap Wang Chunying dengan tatapan yang tajam dan mengeluarkan aura membunuh melihat kearah pengawal istana, Zhi yang merasa bingung karena tiba-tiba wang Chunying melakukan hal itu untuknya.
"Kalian pergilah, aku yang akan mengawal Putri sampai ke istana".
"Baik tuan". Ucap kedua pengawal
"Aneh kenapa mereka langsung takut saat mendengar perkataannya". Batin Zhi yang
"Saya akan mengantar putri sampai ke istana, orang mu sebaiknya dia naik kuda saja, tidak pantas jika seorang pria berada di dalam kereta wanita yang belum menikah".
Ucap wang Chunying sambil melihat dengan tatapan yang tajam dan wajah yang datar kearah pria yang dibawa Zhi yang.
"Aku bisa ke istana sendiri, kau tidak perlu mengantar ku"
"Ini juga bagian dari tugas ku untuk melindungi anggota kerajaan jadi aku akan melakukannya".
Zhi yang hanya bisa pasrah menuruti perkataan Wang chunying, lalu mereka segara menuju ke istana, diperjalanan diam-diam Zhi yang membuka jendela dan mendongakkan kepalanya untuk melihat wang Chunying yang menaiki kuda.
"Jika seperti ini dia terlihat sangat tampan, sayang sekali dia menunjukkan wajah datarnya itu seperti ingin memakan seseorang". Batin Zhi yang
"huh....Sayang sekali". Ucap Zhi sambil menggelengkan kepalanya dan tanpa sadar wang chunying melihat kearahnya karena mendengar suaranya, Wajahnya langsung memerah karena malu, lalu Zhi yang langsung menutup jendela kereta nya.
"Astaga apa yang aku lakukan".gumam Zhi yang, yang terdengar oleh li mei.
"Ada apa putri, kenapa wajahmu memerah seperti itu?". Tanya li mei
"Ya!! tidak ada apa-apa, aku hanya merasa panas di dalam kereta". Ucap Zhi yang sambil mengipas wajahnya menggunakan tangannya.
Di depan gerbang masuk istana
" Terimakasih sudah mengantarku".
Zhi Yang sambil tersenyum kepada Wang Chunying.
"Itu tidak masalah". Ucap wang Chunying lalu segera pergi dari istana.
"Sepertinya aku lupa mengatakan sesuatu, terimakasih sudah menolong ku dari penjahat tadi". ucap Zhi yang kepada pengawal barunya Ming Huo
"Apakah kau sungguh ingin memperkerjakan orang, seharusnya kau berterima kasih saat tadi aku menolong mu, lihatlah pakaian ku jadi robek karena terkena senjata mereka". Ucap Ming huo
"Ya baiklah aku minta maaf".
"Putri untuk apa anda minta maaf kepada orang yang lebih rendah dari anda". Li mei yang merasa kesal karena perkataan ming huo
"Kau ini banyak bicara, ayo kita masuk jika tidak semua orang akan mencari ku".
Mereka bertiga segera masuk ke dalam istana untuk menghadiri jamuan pertunangan putri xiu ying dan feng chang.
"Ini kediaman ku, kau akan tunggu disini".
Ucap Zhi yang
"Bukankah aku pengawalmu, kenapa aku tidak ikut bersama mu?". Tanya ming huo.
"Itu karena disana banyak orang, jadi aku tidak ingin menjadi pusat perhatian karena membawa seorang pria yang tidak dikenal ke perjamuan". Jawab Zhi yang
"Sebelum itu aku harus mencari sesuatu untuk hadiah, jika tidak mereka akan mengejekku ". Zhi yang langsung masuk ke kamarnya dan mencari barang yang bisa dijadikan hadiah pertunangan.
"Ohh ini saja, aku harus memperbaiki citra ku dan membuat semua orang kagum kepada ku". Ucap Zhi yang dengan senyuman kecil di wajahnya
"Untung saja saat sekolah menengah aku belajar memainkan musik ini dengan guru yayasan, sepertinya ini sudah waktunya aku memperlihatkan keahlian ku". batin Zhi yang dengan ekspresi senyuman yang lebar, dia berpikir ada manfaatnya jika dia belajar memainkan musik yang dia pengang.
Saat sekolah menengah untuk menghabiskan waktu luangnya dia pergi ke yayasan anak yang di kelola keluarganya dan melakukan kegiatan yang menurutnya bermanfaat.
"putri apa kau bisa memainkan alat musik ini". tanya li mei yang merasa bingung.
"tentu saja aku bisa". Jawa Zhi yang dengan percaya diri, lalu mereka segera pergi menuju aula perjamuan yang telah disiapkan.