
"haaaaaa .......kenapa semua ini terjadi kepadaku?!!".
Dimalam hari hujan yang sangat deras yihua menyetir seorang diri tanpa sadar air mata mengalir ke pipinya Yihua merasa jika dunia tidak adil kepadanya, walaupun dia menjalani kehidupan yang sangat di inginkan semua orang yaitu seorang pewaris putri tunggal sebuah perusahaan besar yang tidak pernah kekurangan apapun. Tetapi ada yang tidak diketahui orang lain, kehidupan yang menyedihkan dialami yihua yaitu kehilangan semua orang yang dicintainya, yang dia tau hanya satu keluarga yang dimilikinya yaitu seorang pamannya yang tinggal di luar negeri Karena harus mengurus perusahaannya.
"Apa ini....!! kenapa mobilnya berhenti. Ponselku aku harus menelpon paman li".
Mobil yang dikendarai yihua tiba-tiba berhenti di tengah jalan lalu dia segera menelpon supirnya untuk menjemputnya.
"Astaga baterai ponsel ku habis, kenapa tidak ada payung juga di mobil."
Karena baterai ponselnya habis terpaksa yihua meninggalkan mobil dan barang-barang nya di dalam mobil lalu dia segera turun dari mobilnya untuk ke toko terdekat.
"Sepertinya hari ini adalah hari kesialan ku, rasanya aku ingin menangis ditengah hujan seperti difilm-film dan kenapa tokonya harus di sebrang".
Yihua melihat toko di sebrang karena dia harus menelpon supirnya, terpaksa yihua menyebrang dengan baju yang sudah basah kuyup karena hujan.
"Bim!...... Bim!.......brakkk........"
"Apakah hidupku akan berakhir seperti ini?".
Suara klakson terdengar bekali-kali mobil yang melaju sangat kencang menuju kearah yihua, dia tidak sempat menghindari mobil yang melaju itu, seorang pria berlari ke arah yihua menghadang mobil untuk menolong nya ikut tertabrak bersama nya. Yihua berusaha menyadarkan dirinya, penglihatannya menjadi sama-samar melihat kearah seorang pria yang terbaring di depannya. suasana jalan menjadi kacau di tengah hujan yang sangat deras, semua kendaraan berhenti dan orang-orang menghampiri mereka.
Perlahan Yihua membuka matanya dan melihat sekeliling nya, menyadari jika tempat yang dia lihat bukanlah rumah sakit atau terlihat seperti alam baka baginya. Yihua segera bangun dari tempat tidurnya dan berjalan melihat ruangan yang dia pijak, saat berjalan melihat kesamping terdapat sebuah kaca ada pantulan dirinya.
"Wajah ku kenapa terlihat berantakan dan penampilan apa ini".
Yihua menunjukkan ekspresi yang sangat bingung saat melihat pantulan dirinya yang ada di kaca, itu tidak terlihat seperti penampilan biasa. Yihua mengenakan pakaian kerajaan terdahulu dengan riasan berlebihan di wajahnya yang sudah luntur, serta baju yang sangat mewah dan dipenuhi perhiasan, lalu dia melepas semua perhiasan yang ada di tubuhnya.
"Apakah aku sedang bermimpi, tapi kenapa ini terlihat sangat nyata". Batin yihua melihat sekelilingnya sambil meraba tubuhnya dan merapihkan penampilan nya.
"Awww........ini sakit! sejak kapan lengan ku terluka seperti ini". Tanpa melihat luka yang ada di lengannya karena tertutupi pakaian, Yihua mencoba mencubit pergelangan tangannya untuk mengetahui apakah yang di alami nya kenyataan atau hanya mimpi.
"Putri....... Apakah anda baik-baik saja?"
Seorang pelayan wanita menghampiri Yihua dengan ekspresi wajah yang sangat khawatir.
"Putri, saya Li mei pelayan putri yang sudah menemani putri sejak berumur delapan tahun". Jawab Li mei menjelaskan dirinya kepada Yihua.
"Jadi namamu li mei, tapi kenapa kau memanggil ku dengan sebutan putri ?". Yihua yang merasa bingung bertanya kepada pelayan yang ada di depannya itu, karena memanggil nya seorang putri.
"Anda adalah seorang putri kekaisaran, apakah anda tidak ingat apapun? jangan-jangan ini karena kejadian semalam. Putri, apa yang terjadi kepadamu...hiks...hiss...". Li mei tidak tahu apa yang terjadi kepada putri yang dilayaninya dan apa yang harus dilakukannya, dia hanya bisa menangis karena melihat keadaan putri yang ada di depannya.
"Ehh..... kenapa kau menangis, tenanglah aku baik-baik saja, tadi kau bilang terjadi suatu kepadaku?. jadi, jelaskan semuanya".
Yihua berusaha menenangkan Li mei yang menangis di depannya. Li mei menceritakan jika putri yang dilayaninya mengalami patah hati, karena laki-laki yang disukainya bertunangan dengan saudara perempuannya. Karena hal itu sang putri berusaha melukai dirinya dengan menyayat pergelangan tangannya.
"untung saja saya datang tepat waktu, jika tidak luka putri akan semakin parah". Ucap Li mei
"Jadi karena patah hati dia melukai dirinya, ternyata nasibnya sama seperti aku, bedanya aku tidak melakukan suatu hal yang bodoh hanya karena seorang pria". Gumam yihua yang terdengar oleh li mei.
"Putri apa yang anda katakan, aku tidak mengerti ".
"Yaa! tidak ada. sepertinya aku sudah melupakan banyak hal, karena sudah melukai diri ku sendiri".
Yihua meminta Li mei menceritakan tentang putri yang disebutkan Li mei. lalu Li mei memberitahu yihua nama sang putri adalah Liu zhi yang, dia adalah putri pertama sang kaisar. Li mei juga berkata jika perangai sang putri sangat buruk, berpenampilan yang berlebihan/mencolok, selalu berbuat onar dan semena-mena terhadap orang yang tidak disukainya.
"Jadi pemilik tubuh ini adalah seorang putri yang bernama Liu Zhi yang". Batin Yihua
"Oh ya, kau jangan beritahukan kepada siapapun kalau aku mengalami lupa ingatan. jika tidak, kita berdua akan dalam masalah". Ucap Yihua kepada Li mei karena tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
"Baik putri. tapi putri tangan mu terluka, saya harus memanggil tabib lagi untuk mu". ucap Li mei menganggukkan kepalanya sambil melihat kearah tangan Zhi yang.
"itu tidak perlu, lagipula lukaku tidak begitu parah, hanya tergores saja". ucap yihua
"sebaiknya kau keluar dulu aku ingin beristirahat, aku akan memanggil mu jika membutuhkan sesuatu". suruh Yihua
"Baik putri". Li mei segera pergi dari kamar yihua.