The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 37



Dimalam hari kediaman Wang Chunying.


"dimana mereka?". tanya Wang Chunying kepada Lou ying sambil berjalan di kediamannya.


Lalu Lou ying mengantarkan Wang Chunying ke suatu ruangan yang ada di kediaman. didalam ruangan itu yang terdapat beberapa orang pria yang ditangkap oleh Lou ying dan pengawal Wang Chunying saat hari perburuan di adakan.


"kau pasti penasaran, bagaimana aku bisa mengetahui rencana kalian!" ucap Wang Chunying dengan senyuman menyeringai.


"jadi kau sudah merencanakan semuanya dari awal, kau benar-benar orang yang licik!!". ucap salah satu orang yang mereka tangkap.


"humph! bukankah kalian yang seharusnya disebut licik, beraninya kalian ingin mencelakai putra mahkota". Wang Chunying dengan aura dinginnya menatap tajam ke arah yang dia ajak bicara.


"heh...hahaha...jadi dari awal kau sudah tau jika kami akan menggunakan putra mahkota, itu sebab nya kau membiarkan kedua pengawal mu itu pergi?!!".


"kau juga sudah bersiasat tentang pengawal kediaman mu, tapi bukankah kau sama saja dengan kami, kau juga menggunakan putra mahkota dengan membiarkan nya diserang saat perlombaan memanah".


dari awal Wang Chunying sudah tahu jika saksi mata yang dia tangkap malam hari di pasar tidak akan mengatakan apapun tentang kejadian sepuluh tahun yang lalu, sehingga dia memikirkan sebuah rencana yang membuatnya mengetahui siapa pelaku yang merencanakan kejadian sepuluh tahun yang lalu yang membuat ayahnya tewas


Wang Chunying tahu jika ada mata-mata di dalam kediamannya, sehingga dia membuat siasat dengan menyuruh kedua pengawal berpura-pura pergi meninggalkan kediaman.


lalu dihari perburuan dia berpura-pura membawa pengawal kediamannya nya untuk melindungi putra mahkota, yang sebenarnya adalah kedua pengawalnya dan para pengawal kediamannya bersembunyi di ruangan rahasia dan menunggu orang yang ingin mengambil saksi mata yang dia tangkap.


"jangan harap kami akan memberitahukan nya kepadamu heh....". Ucap pria tersebut.


"benarkah?". Wang Chunying dengan tatapan tajamnya sambil mengambil belati panas menuju ke tawanan yang dia ajak bicara.


akan tetapi tiba-tiba semua orang tawanan mengeluarkan busa dari mulut mereka dan tewas begitu saja.


melihat hal itu Wang Chunying terkejut dan berkata."ternyata mereka sudah memprediksikan nya hah....kenapa.....?!!". teriak Wang Chunying putus asa.


"kalian cepat lah desak saksi mata nya, jika perlu siksa dia!". suruh Wang Chunying kepada kedua bawahannya.


"tapi tuan, ini......". Ucap Lou ying bingung dengan perkataan Wang Chunying, karena mereka semua tahu jika keluarga saksi mata yang mereka tangkap sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu saat mereka melakukan penyelidikan.


"aaakhh......". Wang Chunying merasa kesakitan sambil menyentuh perutnya yang mengeluarkan darah dari bajunya.


"brukk!"


"tuan!".


"cepat panggil tabib!".


tiba-tiba Wang Chunying pingsan dan kedua pengawalnya membawanya ke kamarnya untuk diobati.


Istana, kediaman Zhi yang.


"putri mahkota, sebaiknya anda beristirahat ke kamar, biar saya yang akan menunggu putri". Li mei menyeluruh putri mahkota Han Yue yang terlihat lelah untuk beristirahat.


Han Yue pun berdiri dari tempat duduknya dan mengelus kepala Zhi yang, setelah itu dia segera pergi ke kamarnya yang sudah disiapkan oleh kaisar di kediaman Zhi yang


mimpi buruk Zhi yang.


suasana yang dipenuhi aura ketegangan. prajurit yang saling bertarung satu sama lain, tempat yang dipenuhi banyak darah dan orang yang terluka, Zhi yang melihat kekacauan yang terjadi merasakan ketakutan yang begitu dalam.


"Wang Chunying!". panggil Zhi yang melihat Wang Chunying yang sedang bertarung menggunakan pedangnya.


Zhi yang terus-menerus memanggil nama lelaki yang dia lihat itu, akan tetapi Wang Chunying tidak menoleh kearah samasekali dan tiba-tiba...


"sret......!"


"swishh.....!"


"jleb!"


"aakhhh........"


"tidak.....! Wang Chunying!!". Zhi yang berlari kearah Wang Chunying.


sebuah pedang menembus dada Wang Chunying, darah keluar dari mulut nya dan dadanya mengeluarkan banyak darah. Wang jatuh ke pelukan Liu Zhi yang.


"Aaaaaah...... Wang Chunying! tidak....hiks...hiks....". Liu Zhi yang menangis terisak-isak sambil memeluk Wang Chunying dengan erat


~


"tidak........!!". teriak Zhi yang terbangun dari mimpinya


"putri...ada apa? apa yang terjadi kepadamu?". Tanya Li mei panik melihat Zhi yang sambil memegangi tangannya.


"aku akan segera memanggil tabib". ucap Li mei berdiri


"tidak! Itu tidak perlu, aku baik-baik saja sekarang". Zhi yang menahan tangan Li mei karena tidak ingin membuat keributan di malam hari karena nya.


"duduklah, aku hanya bermimpi buruk saja. ngomong-ngomong sudah berapa lama aku tertidur?". Tanya Zhi yang


"putri sudah tertidur selama dua hari. yang mulia kaisar dan putra mahkota sangat mengkhawatirkan mu, serta putri mahkota juga menunggumu. beberapa jam yang lalu putri mahkota pergi". Li mei menceritakan bahwa semua orang khawatir kepadanya sampai menunggu nya siuman.


"ahh aku mengerti. lalu bagaimana dengan Wang Chunying, apakah dia baik-baik saja?". tanya Zhi yang tampak mengkhawatirkan Wang Chunying sambil mengingat mimpi yang barusan dia alami.


"saya dengar jenderal Wang sudah baikan dan kembali ke kediamannya hari ini". kata Li mei memberitahukan nya.


"apa maksudmu dengan kembali ke kediamannya?". Tanya Zhi yang kembali merasa bingung.


Li mei pun memberitahukan nya jika Wang Chunying di rawat oleh keluarganya di kediaman Wang, Li mei juga mengatakan jika ada seorang wanita muda yang merawat Wang Chunying dan selalu berada di sisinya saat Wang Chunying tidak sadarkan diri.


"Ming Huo yang memberitahukan hal ini, dia tahu jika putri akan menanyakan tentang jenderal Wang, jadi dia bercerita kepada ku"


"syukurlah, dia baik-baik saja". ucap Zhi yang dengan nada sedikit merasa kecewa karena mendengar seorang wanita ada di dekat Wang Chunying.


"sepertinya dia benar-benar memiliki seorang kekasih". ucap zhi yang tiba-tiba sampai terdengar oleh Li mei


"maksud Putri?". tanya Li mei.


"ya! tidak ada, aku hanya merasa lapar". Jawab Zhi yang mengalihkan pembicaraan


"putri tunggulah, saya akan segera mengambil makanan untuk mu". ucap Li mei dengan senyuman lebar melihat Zhi yang sudah terbangun, lalu Li mei segera pergi dan mengambil kan makanan untuk zhi yang.