The Love That Has Returned

The Love That Has Returned
Chap 25 *bertemu kakak ipar



"aaakkhhh.........Wang Chunying.....!! tolong aku....!" .


"apakah hidupku aku akan berakhir gara-gara jatuh dari kuda......aaaaa.......". ucap Zhi yang berteriak.


Wang Chunying berusaha untuk melajukan kuda nya agar sejajar dengan Zhi yang.


"putri......kau jangan takut aku berada di samping mu, berusaha lah untuk tetap tenang dan tarik nafas mu dalam-dalam lalu keluarkan, cobalah untuk mengendalikan kudanya...!". Ucap Wang Chunying.


"aku sudah mencobanya, tapi kudanya tidak mau berhenti". Sambung Zhi yang dengan ekspresi wajah yang takut.


"jangan-jangan kudanya.....". gumam Wang Chunying yang merasa jika kuda itu adalah kuda liar yang belum ditaklukkan.


Wang Chunying pun langsung bertindak untuk menyelamatkan Zhi yang dengan memposisikan kudanya di sebelah kuda Zhi yang yang berputar mengelilingi lapangan.


"putri... pegang tangan ku". suruh Wang Chunying.


"apa maksudmu?! bagaimana jika aku terjatuh, aku tidak ingin mati konyol gara-gara terjatuh dari kuda". sambung Zhi yang yang tidak meraih tangan Wang Chunying


lalu Wang Chunying berusaha untuk mendekatkan kudanya kembali sampai-sampai tepat berada di samping Zhi yang, tanpa membuang kesempatan Wang Chunying langsung menarik tubuh Zhi yang dan mengangkatnya ke atas kudanya, dengan posisi Zhi yang tepat berada di depannya yang duduk menyamping.


Zhi yang yang terkejut Wang Chunying menarik nya ke arahnya dan berhasil menolong nya langsung memeluk nya dengan erat karena merasa takut, lalu kudanya pun berhenti.


"putri, kau baik-baik saja?". tanya Wang Chunying khawatir dengan keadaan Zhi yang yang masih memeluk nya karena terkejut atas kejadian tadi.


"putri tenanglah, kau baik-baik saja sekarang". ucap Wang Chunying berusaha menenangkan Zhi yang.


lalu Wang Chunying menurunkan Zhi yang dari kuda, terlihat dari kejauhan Ming Huo menghampiri mereka karena melihat kejadian tersebut.


"terimakasih, kau sudah menolong ku".


"maaf, ini karena kesalahanku yang tidak berhati-hati ". ucap Wang Chunying.


"itu bukan salah mu, sepertinya kudanya memang tidak suka padaku". sambung Zhi yang dengan senyuman di wajahnya berusaha untuk menyembunyikan ketakutannya.


"kalau begitu aku akan kembali ke istana ku". ucap Zhi yang, dia pun segera pergi dari tempat latihan.


Wang Chunying pun segera pergi dari istana seorang diri karena kedua pengawal nya belum kembali dari tugas yang diberikannya.


Dua hari sebelum acara memanah


seperti biasa sebelum melakukan aktivitas di pagi hari, Zhi yang bersiap dan berdandan yang dibantu oleh Li mei.


"Li mei cepatlah kita harus ke toko baju". ucap Zhi yang kepada Li mei yang sedang merapihkan rambutnya.


"tapi putri anda belum sarapan pagi. apakah kita akan langsung ke toko?". tanya Li mei


"kita makan disana saja, aku ingin datang sebelum tokonya dipenuhi oleh banyak orang". jawab Zhi yang


setelah menyelesaikan penampilannya yang sederhana tidak seperti seorang putri, Li mei dan Zhi pergi ke pasar untuk membeli baju ditemani oleh pengawal nya Ming Huo.


"lihatlah tokonya sudah dipenuhi banyak orang". ucap Zhi yang, yang turun dari kereta kudanya.


Zhi yang pun segera masuk sebelum semakin banyak orang yang datang, dia lebih memilih pergi ke toko yang didatangi para wanita bangsawan, karena dia pikir kualitas kain dan model bajunya lebih baik dari toko biasanya.


"lihatlah, mana yang lebih bagus?". tanya Zhi yang kepada Li mei, lalu Zhi yang terhenti memilih baju yang sedang dia lihat, karena mendengar suatu keributan tak jauh dari tempatnya berdiri.


"aku menginginkan baju ini, bungkus lah dan bawa ke kediaman ku"


"tapi nona, baju ini suda dipesan oleh putri mahkota Han Yue".


"kau berikan saja baju ini untukku, nanti aku sendiri yang akan mengirim pesan ke kediamannya".


"tapi..nona ini tidak bisa...."


"kau berani menolak permintaan ku! kau tidak tahu siapa aku!".


mendengar seseorang menyebutkan kata Putri mahkota, Zhi yang langsung menghampiri sumber keributan yang terjadi di toko tersebut.


suasana toko pun terlihat tegang karena keributan yang dibuat seorang wanita muda, wanita yang di ajak bicara oleh Zhi merasa tersinggung atas perkataan Zhi yang dan wanita muda itu melihat kearah Zhi yang dengan wajah yang tidak suka.


"kau tidak perlu ikut campur. lihatlah dirimu, sepertinya kau sudah salah masuk ke toko, seharusnya tempat mu tidak disini". ucap wanita itu dengan angkuhnya.


"nona anda.....". Li mei yang ingin membela Zhi yang terhenti ucapan nya karena Zhi yang mencegahnya.


"oh, benarkah? aku pikir yang masuk ke sini bukanlah dilihat dari penampilan, melainkan seberapa mampu orang yang bisa membeli pakaian disini dan sepertinya aku tidak yakin kau bisa membeli baju ini". sambung Zhi yang dengan tatapan sinis


"apa maksudmu? kau tidak tahu siapa aku!!".


"Yaa! aku memang tidak tahu, memangnya siapa kau? tidak, kau tidak perlu memberitahu ku, lagipula aku tidak tertarik untuk mengetahui hal itu" ucap Zhi yang dengan nada mengejek.


"kau....! aku adalah Putri seorang pejabat istana, jadi sebaiknya kau meminta maaf dan berlutut lah sebelum aku mengadukan hal ini kepada ayahku".


wanita yang membuat keributan itu adalah Bai Ling yang merupakan keponakan dari bibinya Wang Chunying, dengan kesombongannya dia berusaha menghina Zhi yang tanpa tahu yang sebenarnya jika wanita yang ada di depannya adalah seorang putri.


"putri, ayahnya nona ini adalah asisten menteri Feng". bisik Li mei memberitahukan status wanita yang ada didepannya.


"astaga, Ayahnya hanyalah seorang asisten menteri, tapi dia sudah bersikap seperti ini, bagaimana jika ayahnya adalah seorang kaisar". ucap Zhi yang menyindir karena tidak suka sikap angkuh Bai Ling.


semua pelanggan yang ada di dalam toko hanya bisa memperhatikan mereka dan tidak berani ikut campur, mereka pun terkejut mendengar perkataan Zhi yang karena yang mereka tau tidak ada yang bisa mengalahkan keangkuhan seorang Bai Ling.


"aku jadi penasaran bagaimana Zhi yang yang asli menghadapi wanita seperti ini". batin Zhi yang karena dia tahu jika raga yang dia rasuki adalah seorang putri yang bersikap sama angkuhnya dengan wanita yang ada didepannya itu.


"beraninya kau! membuatku malu didepan semua orang". Ucap Bai Ling dengan nada tinggi.


"bukankah kau yang sudah mempermalukan diri sendiri! dari awal kau tahu jika pakaian ini sudah ada pemiliknya dan kau masih menginginkannya?". sambung Zhi yang dengan setengah senyuman.


Ditengah perdebatan mereka, tiba-tiba seorang wanita datang bersama pelayan disampingnya dan menghampiri keributan yang dilihat wanita itu, lalu pelayan toko yang melihatnya langsung memberikan hormat nya. "putri mahkota....". semua orang yang mendengar perkataan pelayan toko langsung mengikutinya kecuali Bai Ling dan Zhi yang.


"ada apa ini?".


"putri mahkota, nona ini.....". ucap pelayan toko yang terhenti.


"Jadi kau putri mahkota". sela Bai Ling.


"dia calon adalah Kakak iparku?". batin Zhi yang melihat kearah putri mahkota Han Yue dan melihat penampilan nya dari atas kepala sampai kaki.


"Dia terlihat seperti wanita yang mudah ditindas". gumam Zhi yang dengan pemikirannya karena melihat calon kakak iparnya yang berpenampilan sangat feminim.


"Yaa, aku adalah Putri mahkota calon istri putra mahkota. tapi ada apa dengan keributan yang terjadi disini". tanya putri mahkota Han Yue.


"Putri mahkota, nona ini ingin membeli pakaian yang sudah dipesan oleh anda dan saya menolaknya, tapi nona ini bersikeras untuk mengambilnya". ucap sang pelayan toko.


"aku pikir pakaian ini lebih cocok untukku, jadi aku ingin memilikinya dan berniat untuk ganti rugi biaya yang sudah Putri mahkota keluarkan". sambung Bai Ling.


"ohh jadi seperti ini, kalau begitu ambillah. Jika kau menginginkannya aku akan memberikannya kepadamu". Ucap putri mahkota Han Yue dengan senyumannya.


"benarkah? terimakasih putri mahkota. lihatlah! kau sudah bersikap tidak sopan kepada ku, aku akan memperhitungkannya kepada mu nanti". ucap Bai Ling dengan senyuman lebar kepada putri mahkota dan menatap sinis pelayan toko.


"benarkan apa yang aku bilang, dia mudah sekali menerimanya. kakak kau tenang saja aku akan membela calon istri mu". batin Zhi yang dengan memasang ekspresi percaya diri.


"Bai Ling kau.....". ucap Zhi yang terhenti.


"nona tidak perlu berterima kasih, aku memberikan pakaian itu karena kau sudah menyentuhnya dan aku tidak suka memakai pakaian yang sudah disentuh oleh orang lain, jadi kau tidak perlu mengganti rugi untuk hal itu". sela putri mahkota Han Yue.


Zhi yang bingung dan terkejut melihat calon kakak iparnya tidak seperti penampilannya yang feminim dan apa yang dia pikirkan tentang nya.


"ternyata pepatah itu benar, sebaiknya jangan menilai orang dari covernya". batin Zhi yang melihat putri mahkota dengan kagum.


"apa!!". ucap Bai Ling heran.


"Kalau begitu aku tidak akan berlama-lama berada disini karena aku harus mencari pakaian lagi, nona bisakah kau ikut dengan ku". ucap putri mahkota Han Yue menyuruh Zhi yang mengikutinya dan mengabaikan Bai Ling.