
Teras kediaman xiu ying.
"Katakan! kenapa kau memukuli Li mei". Tanya Zhi yang kepada meiyin pelayan xiu ying
"Jiejie .....". Dengan perasaan takut xiu ying berusaha menghentikan Zhi yang sebelum melakukan sesuatu yang buruk.
"Meimei aku tidak berbicara denganmu, aku sedang bertanya kepadanya jadi kau jangan ikut campur". Ucap Zhi yang dengan ekspresi seperti ingin memakan orang yang ada di depannya.
"Putri aku melakukan itu karena Li mei sudah merusak barang berharga putri kedua yang diberikan oleh tuang feng". Jawab meiyin
"Jiejie yang dikatakannya itu benar, Li mei sudah merusak barang ku jadi aku menghukum nya, itu sebagai contoh untuk pelayan lainnya agar tidak ada yang berani merusak barang seorang putri". Sela xiu ying.
"Apa! Hanya karena sebuah barang huh....aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. katakan pada ku jika pelayan mu yang melakukan hal itu, apa kau akan menghukumnya seperti yang kau lakukan kepada Li mei?". Tanya Zhi yang dengan tatapan mata yang tajam
"Ya! Aku akan melakukan". Jawab xiu ying dengan tegas.
"Baiklah, barusan kau sendiri yang mengatakannya. kau kemari lah". Suruh Zhi yang melihat kearah meiyin pelayan xiu ying
"Ambil ini dan lempar kebawah". Suruh Zhi yang kepada meiyin, sambil melepaskan salah satu perhiasan nya.
"Tapi putri, ini......".
"Ada apa, cepatlah seorang putri sedang menyuruh mu". Ucap Zhi yang
Lalu meiyin mengambil perhiasan dari tangan Zhi yang dan mengikuti perkataan nya dengan melempar perhiasan itu, xiu ying yang melihatnya dibuat bingung oleh perbuatan Zhi yang
Setelah meiyin melempar perhiasan nya, Zhi yang langsung mengambil tongkat yang dia lempar tadi dan mengarahkan nya kepada meiyin. Xiu ying yang melihat nya berusaha untuk menghalanginya karena meiyin merupakan pelayan yang melayani nya sejak kecil.
"Jiejie apa yang ingin kau lakukan kepada pelayan ku!!?". Ucap xiu ying dengan nada tinggi
"Bukankah tadi kau yang mengatakannya sendiri, jika pelayan mu melakukan hal yang sama seperti Li mei yang merusak barang mu, maka dia akan dihukum seperti Li mei juga". Jawab Zhi yang dengan nada yang tega
"tapi dia tidak merusak barang ku jadi, jadi untuk apa dia harus dihukum". Ucap xiu ying
"Tapi dia sudah merusak barang ku!!"
Para pelayan yang melihat mereka berdua sedang berseteru hanya bisa terdiam dan salah satu pelayan keluar dari kediaman.
"Apa...!". Ucap xiu ying kebingungan
"bukankah dia sudah merusak barang seorang putri, Meimei sepertinya tidak terima jika pelayannya dihukum, apa kau berniat untuk menggantikan nya?". Ucap Zhi yang kepada xiu ying, sambil menatap kearah meiyin. Lalu dia mengarah kan tongkat nya ke xiu ying dan terhenti karena teriakan meiyin.
"Putri.......!!". Panggil meiyin sambil bersujud diantara mereka berdua.
"Putri Ini semua salah ku, anda jangan menyakiti putri kedua hiks...hiks..."
"Meiyin apa yang kau katakan?". Ucap xiu ying sambil mendekati meiyin dan memegang kedua pundaknya.
"Akhirnya dia mengakuinya juga". Batin Zhi yang.
"Putri maaf kan saya, ini semua rencana saya, saya yang membawa Li mei kesini dan mendorongnya saat dia membawa barang mu, itu agar putri menghukum nya".
Mendengar hal itu xiu ying terkejut dan langsung berdiri.
"Kenapa kau melakukan itu?". Tanya xiu ying memasang ekspresi wajah yang terkejut.
"Hah... mendengar perkataan nya saja tidak membuatku terkejut, apalagi perbuatan yang akan dilakukan nya nanti. memei sepertinya kau benar-benar tidak bisa mendidik pelayan mu itu". Ucap Zhi yang sambil memutar kedua bola matanya karena kesal.
".........." . Xiu ying yang melihatnya tidak bisa berkata-kata.
"Jiejie kau jangan menyalakan nya, dia tidak bermaksud berbuat seperti itu kepada Li mei, jika bukan karena kau maka dia tidak akan berbuat seperti itu kepada Li mei". Sambung xiu ying dengan mengatakan hal itu tanpa rasa bersalah.
"Meimei aku tidak tau jika kau benar-benar bodoh, dia sudah merusak barang mu dan kau malah menyalahkan ku?". Ucap Zhi yang dengan menunjukkan ekspresi kesal
"Jiejie jika bukan karena kakak pertama diangkat sebagai putra mahkota, kau tidak akan dihormati sebagai seorang putri yang selalu berbuat onar dan kau juga tidak akan berada disini karena sifat sombong mu itu"
"Huh....Aku tidak percaya apa yang aku lihat ini. xiu ying!! kau sudah melewati batasan mu". Sambil menghela nafas nya karena kesal, Zhi yang menatap xiu ying dengan tatapan yang tajam.
"Jiejie bukankah yang aku katakan itu benar? saat yang mulia ratu meninggal, kakak pertama langsung diangkat menjadi putra mahkota, Kau seharusnya bersyukur menjadi adik putra mahkota dari ibu yang sama ". ucap xiu ying tanpa berpikir akibat dari perkataan nya.
"selain wajahnya yang sama, kenapa cara bicaranya nya juga sama dengan xinxin". batin Zhi yang teringat sahabat yang mengkhianati nya.
"Meimei kau sudah membuat kemarahan ku melewati batas nya".
Mendengar hal itu Zhi yang merasakan kemarahan yang sudah tidak bisa dia tahan dan mencoba untuk melakukan sesuatu kepada Xiu Ying, yaitu dengan menampar nya belum sempat hal itu tidak terjadi. seseorang datang dari kejauhan dan tiba-tiba menampar xiu ying didepan semua orang.
"Plakk ............"
"Ibunda.....". Ucap xiu ying terkejut.
"Diam!". Ucap permaisuri sambil melihat ke arah xiu ying.
"Kau jelaskan semua yang terjadi tanpa ada yang terlewat satupun!".
Permaisuri meminta salah satu pelayan untuk menceritakan semua kejadiannya dari awal samai akhir, lalu salah satu pelayan yang ada di tempat menceritakan semua yang terjadi.
"Aku tidak percaya sudah membesarkan putri yang bodoh seperti mu" .
"Ibunda....!". Panggil xiu ying sambil melihat kearah permaisuri dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Cepat bawa meiyin ke tempat kepala pelayan untuk di disiplin kan". Perintah permaisuri kepada para pelayan untuk membawa pelayan Xiu ying.
"Putri....". panggil meiyin
"Meiyin......". Xiu ying merasa sedih saat melihat pelayan nya dibawa keluar untuk dihukum.
"Aku juga akan memberikan mu hukuman, kau tidak boleh keluar dari istana mu selama tiga minggu dan salin permintaan maaf sampai hukuman mu selesai". Ucap permaisuri dengan tegas kepada xiu ying.
"Zhi yang maafkan aku atas apa yang dilakukan oleh ying'er, ini semua karena aku yang terlalu memanjakan nya sehingga dia menjadi seperti sekarang".
"Permaisuri tidak perlu meminta maaf seperti itu kepada ku, itu adalah kesalahan xiu ying. Aku juga akan melupakan kejadian hari ini karena meimei sudah menerima hukumannya". Ucap Zhi yang dengan ekspresi setengah senyum.
"Karena kau sudah mengatakannya. maka dengar lah kejadian hari ini tidak boleh terdengar sampai keluar dan jika ada yang menyebarkan nya maka orang itu akan dihukum langsung oleh ku".
"Baik permaisuri". Ucap seluruh pelayan yang ada di tempat kejadian, lalu setelah itu permaisuri pergi dari kediaman xiu ying dan meninggalkan semua orang.
"Jelas sekali dia tidak ingin reputasinya rusak sebagai permaisuri, itu sebabnya dia melarang kejadian hari ini tidak boleh diketahui sampai keluar ". Batin zhi yang. lalu dia juga pergi dari tempat xiu ying.
Setelah semuanya berakhir, para pelayan membereskan kekacauan yang terjadi di kediaman xiu ying.