
Zhi yang merasa kagum melihat suasana tempat perlombaan karena sebelumnya dia hanya bisa melihatnya di drama kolosal yang dia tonton diwaktu luangnya. suasana tempat yang begitu ramai dipenuhi oleh banyak orang yang akan melihat berlangsungnya perlombaan.
lalu tempat duduk bangsawan pria yang ada disebelah kiri dan wanita sebelah kanan, di depan mereka terdapat papan yang sudah berjejer di lapangan yang sangat luas.
Zhi yang merasa senang karena dia bisa merasakan suasana yang belum pernah dia rasakan.
dari kejauhan terlihat putra mahkota yang berjalan bersama putri mahkota serta kedua adiknya yaitu Liu Xing Sheng dan Xiu ying. mata semua orang tertuju pada putra mahkota serta putri mahkota yang baru pertama kali mereka lihat.
"jiejie.....!" panggil Zhi yang kepada putri mahkota Han Yue yang berjalan ke arahnya, lalu duduk di sampingnya.
"Meimei, bagaimana kabarmu?"
"aku baik-baik saja, bagai dengan mu. Apakah jiejie sudah melakukan apa yang aku katakan waktu itu?". tanya Zhi yang tentang rencana yang dia buat untuk mendekatkan kakak nya dengan calon kakak iparnya.
"tidak berhasil, aku sudah melakukan semuanya tapi tetap saja". jawab Han Yue dengan ekspresi sedih.
"jiejie tenang saja aku pasti membantumu untuk mendapatkan kakak". ucap Zhi yang sambil memegang tangan Han yue.
"memei tidak perlu berbuat seperti itu, aku mengerti kenapa putra mahkota tidak menyukaiku dan kedepannya aku juga harus terbiasa dengan perlakuannya terhadap ku". balas Han Yue
"tidak bisa aku harus memuat kakak menyukai kakak ipar, sepertinya kakak ku itu rabun, bagaimana bisa dia tidak menyukai wanita secantik ini". batin Zhi yang sambil melihat kearah Liu Yaoshan dengan ekspresi agak kesal, secara kebetulan Liu Yaoshan juga melihat Zhi yang dengan senyuman diwajahnya.
"ya ampun kenapa tiba-tiba hari ini cuacanya sangat panas....". ucap Xiu ying tiba-tiba yang duduk tepat disebelah Zhi yang
Zhi yang merasa jika Xiu ying sengaja mengatakan hal itu untuk menyinggungnya.
"Yoo.... sepertinya memei sudah menyelesaikan tugas dari permaisuri". Sambung Zhi yang menyinggung kejadian tiga Minggu yang lalu.
"tugas?" tanya Xiu ying tidak mengerti apa yang dimaksud Zhi yang
"ahh...sepertinya kau melupakan nya, apakah aku perlu mengingatkan mu?"
"oh ya! tugas...tugasnya sudah aku selesaikan dengan sangat baik". ucap Xiu ying yang mengerti apa yang maksud perkataan Zhi yang.
"lihat saja nanti, aku pasti akan membalas mu". batin Xiu ying melihat ke arah Zhi yang.
semua orang sudah menghadiri perlombaannya dan putra mahkota yang mewakili ayahnya mengisyaratkan untuk memulai acara perlombaan, beberapa bangsa masuk ke arena perlombaan membawa busur untuk menunjukkan kebolehan mereka dan segera menaiki kuda.
perlombaan diadakan dengan cara mereka harus memanah tepat mengenai sasaran, jika ada yang berhasil maka selanjutnya mereka boleh mengikuti perburuan dan jika tidak berhasil mengenai sasaran, mereka hanya bisa datang melihat acara perburuan tanpa mengikutinya.
satu persatu mereka melakukan perlombaannya, ada yang berhasil serta ada yang gagal. lalu selanjutnya secara kebetulan Wang Chunying dan Feng Chang maju secara bersamaan untuk memanah, mata semua wanita bangsawan tertuju kepada mereka yang terlihat sama-sama tampan.
"putri lihatlah, tuan Feng sudah menaiki kudanya"
"bukankah kakak Feng terlihat menawan" ucap Xiu ying memuji tunangannya
akan tetapi Feng Chang hanya melihat Zhi yang dari kejauhan, Zhi yang yang menyadari hal itu mengalihkan penglihatannya ke arah Wang Chunying yang ada di sebelah Feng Chang.
semua pria muda yang ada di lapangan pun memulai perlombaannya, satu persatu melepaskan panah nya ke arahnya papan sambil menunggangi kuda mereka.
"Ekhem....dari tadi aku perhatikan meimei terus melihat kearah jenderal Wang, sampai membuat mu tak berkedip sekalipun". Han Yue tiba-tiba menggoda Zhi yang karena memperhatikannya yang selalu melihat kearah Wang Chunying.
"tidak..... tidak mungkin aku melihat kearah nya, aku hanya melihat perlombaannya karena mereka semua terlihat sangat hebat hehe.... jadi sepertinya jiejie salah lihat"
Wang Chunying dan Feng Chang berhasil memanah mengenai sasaran dan beberapa bangsawan muda juga ada yang berhasil. akan tetapi di tengah perlombaan terjadi sesuatu yang tidak terduga.
bang...........
whoooooosh...........
salah satu peserta perlombaan mengarahkan panah nya kearah putra mahkota. putra mahkota yang peka langsung menghindari panah yang tertuju kepadanya, akan tetapi wajahnya sedikit tergores karena panah yang sangat cepat menuju kearah nya tersebut.
semua orang tertuju pada putra mahkota."cepat lindungi putra mahkota!!" ucap pengawal putra mahkota yang ada di sisinya.
putra mahkota dikelilingi para pengawal istana. Wang Chunying yang melihatnya bergerak cepat dan langsung menangkap orang yang mengarahkan panahnya ke arah Liu Yaoshan.
"cepat bawa dia ke penjara istana!!" Wang Chunying dengan wajahnya dinginnya dan langsung menghampiri putra mahkota.
Zhi yang merasa terkejut karena kejadian itu dan hanya berdiam diri melihat kearah kakak nya di tengah kerumunan, hanya dia yang tidak menghampiri Liu Yaoshan.
"putra mahkota kau baik-baik saja?" tanya putri mahkota Han Yue
"cepat panggil tabib"
"kakak, kau baik-baik saja"
"kalian benar-benar tidak becus mengurus keamanan putra mahkota". ucap Liu Xing Sheng
"adik kedua sudahlah, aku baik-baik saja". sambung Liu Yaoshan
"bagaimana bisa ada orang yang berani menyerang putra mahkota"
"tamatlah hidup orang itu"
Zhi yang tetap berdiri di tempatnya ditengah kebisingan yang terjadi, dipikirnya terlintas kejadian bersama orang tuannya yaitu kecelakaan lalu lintas yang dialaminya, lalu bayang-bayang orang tua nya yang tewas di depan matanya terus menganggu pikiran nya.
tanpa sadar matanya sudah berkaca-kaca sambil melihat kearah Liu Yaoshan, karena dia pikir akan kehilangan laki-laki yang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri.
"aku baik-baik saja, sebaiknya kita hentikan acaranya sementara untuk keamanan semua orang". titah putra mahkota kepada bawahannya lalu.
"baik putra mahkota!". Lalu semua orang pun meninggalkan tempat berlangsungnya perlombaan.
Liu Yaoshan yang tidak melihat adik perempuannya, melihat kearah tempat duduk Zhi yang dan segera menghampirinya.
"Meimei, ada apa?". tanya Liu Yaoshan yang melihat adiknya berdiam diri.
"aku pikir....kakak akan meninggalkan ku seperti ibunda hiks...hiks...." ucap Zhi yang spontan langsung memeluk kakak laki-lakinya itu.
"kau tenanglah, aku baik-baik saja"
"tadi aku melihatnya sendiri, panahnya mengarah ke arah Kakak". ucap Zhi yang sambil menangis.
Liu Yaoshan pun merasa sedih melihat adiknya yang menangis karena mengkhawatirkan nya, lalu dia melepaskan pelukannya dan mengusap kepada Zhi yang sambil berkata. "lihatlah aku baik-baik saja sekarang, dan aku tidak akan meninggalkan mu".
"putri tidak perlu mengkhawatirkan putra mahkota, kau tenang saja aku sudah menangkap orang itu". ucap Wang Chunying berusaha menenangkan Zhi yang dengan kata-katanya.